Turning 26 Years Old
Youth

6 Pieces Of Honest Advice To My 26 Year Old Self

I am turning 26 this today. Ternyata masih benapas setelah melalui tahun ke 25 yang babak belur dihantam brutalnya badai kehidupan quarter life crisis. I shouldn’t  behave as if not having a significant other was the end of the world. Perjalananku bukan perjalananmu. Tidak ada yang tau misteri di hari esok.

Usia 26 memaksaku bertranformasi jadi new adult. Yes, maybe there are more downs and I might feel hopeless today like the world seems unfair to me. Then I learn to laugh at myself. Exactly, I am a mess. Akui kadang langkah kita salah, lalu cukup tertawakan, terima dan lupakan. Kembali melangkah dengan hati-hati. I’ll be accomplishing plenty soon!

Here are six things to keep in my mind!

Dewasa Adalah Menikmati Kelelahan

Kita menuai apa yang kita perjuangkan. Tidak ada yang pernah bilang berjuang itu enak. Berjuang itu capek dan jika belum ada hasil, belum tiba di titik puncak yang kita targetkan maka lelah akan selalu mengiringi. Tidak ada motivasi yang bertahan lama, hanya diri kita yang bisa paksakan untuk terus gerak berjuang.

Dewasa selalu membuka level kesulitan yang baru. Karena kesulitan yang kian bertambah, I need new skills, new weapon and new master plan of strategies to get thought it. Seek new knowledge regularly to survive. Tidak masalah berubah pikiran pada hal yang tadinya kuyakini karena aku terbuka belajar dari pengalaman untuk hal-hal baru.

Bahagia Tidak Diberikan Orang Lain

Aku salah berharap bahagia datang dari pasangan, atau dari support keluarga. Akan tiba masanya ketika kita sadar bahwa kita hanya bisa bergantung pada diri sendiri. Bahagia dengan apa yang aku capai dan menikmati apa yang sedang ingin diraih. Dream big and go back to dream even bigger.

Kamu bertanggung jawab atas kebahagiaanmu sendiri. Bahagia kita yang ciptakan. Aku sedih dan senang bukan bergantung pada orang lain, yang ada malah akan dapat kecewa. Ketika orang yang kukira bisa membuatku bahagia, ternyata menyakiti, aku jadi bisa lebih lapang dada menerima kenyataan. The only person I am holding back is myself and I.

Selesaikan Apa Yang Dimulai

Aku yakin dengan jalan yang kupilih. Dengan memulai merintis bisnis sendiri. Aku sadara ini juga langkah ekstrim dan mungkin nekat. Tapi keyakinan itu hanya aku yang punya dan rasakan. Banyak pasang surut, banyak peluh dan air mata and still a lot of shitty things should have done. It takes time and patience. Give it. Give it all I’ve got. So, don’t let anything or anyone stand in my way.

Keep going, girl! Screw em and their fucking mouth! Tidak ada orang lain yang bisa lihat kemampuan kita. Diriku sangat tau batas kemampuan sendiri. Jangan terpengaruh dengan hasutan dari luar. What I do matters more than what I intended. No one can read my mind and no one owes it to me to really try.

Usah Selalu Mempertanyakan Mengapa

Perkara asmara dan pertemanan yang datang pada masanya dan menghilang pada waktunya. People come and go. Tidak perlu merisaukan lagi apa yang terjadi. Bertanya-tanya apa aku menyinggungnya tiada gunanya. Tidak penting meributkan hal ini di kepalaku. Let it go.

Tidak ada perkataan dan perbuatan yang bisa merubah itu. Sederhananya, masa pakainya sudah habis. They are expired, that’s it. They’re gone now. RIP. Tidak perlu ambil pusinglah, move on. Jika sahabatmu dan orang terdekatmu sudah tidak mau berbagi cerita, it’s fine! Tidak repot nambah beban pikiran, bisa fokus sama apa yang sedang kukerjakan.

Fokus Cari Peluang Bukan Pada Penyesalan

Be kind to my body and my soul. Be a better person.  Jatuh dan gagal tuh luar biasa bikin sakit luar dalam dan terpuruk. Aku ngalaminya dan masih berusaha melaluinya. Aku lihat kembali video yang kubuat akhir tahun lalu sebuah pesan untuk diriku di masa mendatang;

do the things you want to do, and take full responsibility for the consequences (good or bad) but don’t look back and say “I wish…”.

Aku menyirami diriku dengan mantra-mantra positif dan berhenti memikirkan kemungkinan terburuk. Mencoba keluar dari jurang penyesalan dan tentu belajar dari kesalahan. Life is full of chances and I have to learn from my failure doesn’t mean I have to give up.

Nabung Buat Pensiun Dini

Bukan cuma apresiasi diri yang perlu diperhitungkan tapi juga gimana masa depan yang kamu rancang. Buat beli rumah impian, buat  jalan-jalan cantik, dan buat beli barang-barang yang diimpikan. Make sure I am saving as much as I can to secure my future.

Yes true, money doesn’t buy happiness, but damn it makes it easier your life for sure. Sebenarnya, I want to be a rich person tapi ya ntah kapan itu. Mau punya dana simpanan bukan untuk masa tua, karena umur tidak ada yang tau. Punya simpanan agar apa-apa yang mendesak tidak heboh pinjam sana-sini. Amankan yang sifatnya kebutuhan primer dan lainnya bisa dimenyusul. Jika dananya utuh dan berbunga ya kenapa nggak buat pensiun dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *