Komunitas Blogger Indonesia
Joy

Belajar Konsisten Menulis Dengan Tantangan

Kita tentu punya alasan menulis tersendiri yang trigger kita buat meluangkan waktu menggerakkan jari-jari di atas tuts keyboard. Seringnya, alasan saja tidak cukup kita andalkan untuk memotivasi kita terus menulis.

Godaan terberat adalah diri sendiri. Aku sadari bahwa konsistensi itu susah sekali kita dapatkan. Banyak banget alibi yang suka kita jadikan tameng pembenaran untuk bolos menulis hari ini. Beragam rupanya, nggak sempat lah, mager, mandek, capek, dan seterusnya. Alibi kita bahkan lebih punya power ketimbang alasan kita tadi.

Dari situ aku berpikir untuk mencari suatu hal yang bisa memaksaku terus produktif menulis. Mungkin demi menjaga motivasi perlu tuh yang namanya tantangan. Dengan tantangan baru maka jelas kita sudah set target-target yang cukup challenging untuk ditaklukkan.

Punya lingkungan yang support kita untuk menjaga performa dan progress menulis pun kurasa penting. Seperti waktu ketika kecil dulu, aku dipaksa untuk belajar mengaji. Tiap sore dengan riang selalu berangkat ke rumah guru ngaji. Jika mager akan diingatkan orangtua dengan pelototan tajam sambil berkacak pinggang atau dijemput paksa oleh rombongan krucil-krucil perusuh langsung ke rumah.

Komplotan krucil ini selain jadi alarm kadang kala bisa pula berperan jadi rival. Pihak oposisi yang suka ngomporin kalau ngajinya jauh tertinggal. Kompetitor yang sengit buat balapan banyak-banyakan baca ayat. Suka berseteru untuk cara pelafalan yang benar. Terus, adu hafalan surat-surat pendek, guru ngaji suka ngasih hukuman bagi siapa yang masih belum hafal.

Source: jurnalissumbar.id

Kiranya lingkungan begitu itu yang berhasil memaksaku setiap hari selalu punya progress dalam mengaji. Andaikan kita punya lingkungan yang seperti itu agar kita terus produktif menulis. Senangnya kan punya seorang mentor, jadi kalau lupa ada yang ingatkan, saat mager ada yang semangatin, waktu ide mandek ada yang kasih inspirasi, pas lagi jenuh dan boring ada yang menghibur, dan ketika capek ada yang mijitin. Eh, iya pengenya. Hahaha bukan gitu koq. Idih, malah ngelantur nih.

Meski aku sudah mencoba berulang kali mencoba menata jadwal menulis rutinku tapi tetap badanku bebal. Iya, kayaknya paksaan bekerja lebih efektif menggerakkan tubuhku melakukan sesuatu ketimbang sekadar motivasi diri doank. Mungkin akunya sih yang terlalu manja maunya diingetin mulu. Ckckck…

Mulai deh tuh aku kulik-kulik kolom pencarian tante google. Pengen nemuin lingkungan serupa gitu agar aku tuh bisa aktif menulis. Tralala trilili eh dapet donk. Nemunya juga dari sebuah blog, ntah angin apa yang menerbangkanku hingga mendarat di situ.

Jadi, ini tuh semacam komunitas blogger namanya Ikatan Kata. Nah, setelah kutelaah lagi kegiatannya tuh sesuai banget dengan yang lagi kucari-cari. Yup, sifatnya itu memaksa para anggota untuk wajib ngikutin tantangan yang disebut KETIK yakni akronim dari Kumpulan Edukasi dan Tantangan Ikatan Kata.

Well, aku nulis ini juga merupakan bagian dari kegiatan KETIK itu. Harusnya isinya tentang my first impression gabung di Ikatan Kata, ini malah lebih lebar jabaran tentang sebab musabab aku kepengen gabung. Uhlala… maafkeun.

Honestly, aku tuh bingung ya mesti berikan opini tentang komunitas yang aku pun baru kemarin gabungnya. Cuma dari waktu sehari itu yang kudapati ialah para anggotanya yang rame, nampaknya care, boleh jadi pada kompak, dan mungkin mereka juga seru. Belom tahu pasti kan aku tuh, masih persepsi seorang niubi. But, yeah I hope so. Yang jelas sih, mas adminya baik bener. Gercep juga responnya. Nah loh, udah macem ninggalin ripiu barang aku jadinya.

Yaudah, sebaiknya kusudahi saja bacotan ini. Intinya, kadang tuh ide kreatif tidak datang begitu saja, perlu dijemput loh say. Makanya jalan yang lagi aku trial adalah gabung dalam sebuah komunitas yang punya agenda kegiatan rutin dan wajib seperti di Ikatan Kata.

Walaupun awalnya mungkin berat, semoga aja ntar dengan pembiasaan semakin lama akan kecanduan. Lagi pula, mereka di sini saling mengingatkan loh.

Kuy lah, kalian yang demennya dipaksa macam aku, kutunggu kamu di sini. See ya!

12 Comments

  • Heri Purnomo

    Ada pepatah mengatakan : ala bisa karena dipaksa ( udah bukan biasa lagi ) hehehe. Melawan malas, itu PR utamanya.

    Nice article Via. Smg menginspirasi pembacanya.

    πŸ˜πŸ‘

    • Navia Yu

      Hehehe trims mas Heri. Beneran susah sih kalo gerak sendirian itu mas. Kalo ada kawannya kan asyiknya lebih kerasa ya 😊

    • Fanny_dcatqueen

      Selama pandemi ini jujurnya aku juga stuck dalam menulis mba . Krn Niche blog yg ttg traveling dan kuliner, sementara aku memilih off dari traveling sampe vaksin setidaknya ketemu, jadi mau ga mau, tulisan baru hanya based on dari foto2 lama yg belum ditulis , tp itu juga ada batasannya :D.

      Aku juga bikin target sih, hrs ttp update blog setidaknya jangan lebih dari 2 Minggu vacum. Makanya sudah mulai memikirkan utk jalan2 dikit, tp menggunakan mobil sendiri dan mencari tempat yg tidak crowded di sekitaran Jakarta. Krn biar gimana, ga mau juga malah jadi sakit kalo maksain ke tempat2 rame.

      Semoga makin ketrigger utk rutin menulis setelah join dgn komunitasnya ya mba :). Ditunggu tulisan2nya

      • Navia Yu

        Hai mb fanny! Waah niat awalku bikin blog akhir tahun lalu juga sebenarnya buat sharing tentang travelling tapi justeru malah jadi jarang keluyuran nih. Sekadar nongki aja sekarang udah nggak bisa, eh iya nggak berani sebenarnya. Sebelum kepikiran nulis blog foto jalan-jalanku isinya muka semua, hahaha bukan malah fokus sama foto lokasinya.
        Bikin target sih itu beneran biar bisa jaga blog tetap aktif ya mb. Ditunggu sharing foto-foto cantik dan tulisan barunya mb fanny 😊 Semoga segera bisa keluyuran lagi ya kita.

  • Lia The Dreamer

    Adanya komunitas-komunitas blogger seperti ini, sangat membantu sekali ya, selain jadi membuat kita lebih semangat menulis karena “dipaksa” tapi ketika kita punya masalah mengenai blog, teman-teman komunitas juga siap membantu. Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari bergabung di suatu komunitas hihihi.

    Semoga kita selalu bisa semangat menulis ya, kak Navia πŸ˜€

    • Navia Yu

      Setuju deh mb Lia, punya tempat buat tanya-tanya gitu bikin senang deh dan ngebantu banget. Dengerin cerita para senior juga salah satu yang bikin motivasi nulis ikutan keangkat. Semangat terus nulisnya mb Lia! πŸ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *