Joy

Border Crossing Jalur Darat Singapore – Kuala Lumpur

Petualanganku dari Singapore diteruskan lagi menuju ke Kuala Lumpur melalui Johor Bahru. Sebelumnya aku udah nulis gimana aku menghabiskan liburan akhir pekan di Singapore, tulisan ini untuk menjabarkan gimana perjalanan darat kalau kamu berniat border crossing ke KL, Malaysia biar gak tersesat seperti yang kualami.

FYI, ada dua border crossing antara Singapore dan Malaysia, yang pertama pasti selalu ramai di Woolands Checkpoint (Woodlands Ciq) untuk rute ke Johor Bahru atau terus ke Kuala Lumpur. Sedangkan yang ke dua melalui Tuas Checkpoint di bagian Barat Singapore bila ingin ke daerah Iskandar Putri atau Johor Legoland.

Tiket kereta yang udah dipesan

Sebenarnya bisa menggunakan bus untuk ke Woolands Ciq, tapi karena sudah mepet waktu buat check-in aku dipesankan taxi oleh kawanku. Awalnya aku booking tiket kereta api yang hanya 5 menit aja Woodlans Ciq – JB Sentral seharga MYR 17,12 melalui easybook.  Sampai di Woodlands nih aku sempat nanya dengan petugas ­cleaning service harus kemana kalau sudah pesan tiket online. Si petugasnya bilang aku mesti ke atas di lantai 5 dan malah disuruh naik lift aja. Alhasil, dengan lugu dan begonya aku ngikutin arus jalan orang-orang yang super cepat geraknya dan gak lagi mikir dua kali pas ngelewatin self service gate.

Lalu ikutan turun dan yang kudapatin malah terminal bus. Nanya beberapa orang dan mereka pada bingung. Akhirnya ada satu yang waras bisa ngejawab kalo ternyata aku salah alamat, alias nyasar salah tempat. Mau gak mau naikin lagi tangga yang super tinggi itu dengan bawaan bundelan ransel. Aku kayak lagi kena hukum mesti exercise malem-malem gitu.

Tiba lagi di atas aku beraniin diri nanya sambil nunjukin foto tiket ke kakak petugas imigrasi cakep yang kelihatan newbie dan jadinya diserahin ke petugas mirip oma-oma di film india gitu perawakannya. Sama si oma aku dibentak-bentak loh karena ngulang-ngulang pertanyaan, padahal si oma ngomong ngebut bener gak kesaring sama otakku yang lemot dia tuh bilang apa. Barulah yang kesian kalinya dia ngulang aku ngerti pertanyaannya aku tadi lewat gate yang mana, aku nunjuk lewat yang gate mesin itu. Nah, kalo milih lewat situ emang lebih praktis tapi jadi gak dapet exit stamp di paspor.

Aku pasang muka melas depan si oma biar dia lunak. Eh, ternyata ngefek beneran. Aku ditanya kok bisa sampai ke lantai 5 padahal stasiun di lantai 2. Ya, kujawab naik lift kata bapak tadi. Lalu si oma sibuk nelpon nginfoin ada penumpang nyasar yang paspornya udah diskrining sendiri mestinya naik kereta. Si oma diem sejenak dengerin orang diseberang telepon. Lalu nanya dengan keheranan “Kenapa tidak bisa masuk padahal masih ada setengah jam lagi sebelum kereta berangkat?” Diem lagi, terus nutup sambungan telepon.

Aku dikasih tau sudah tidak dibolehkan lagi naik kereta karena mesti ke kantor mereka dulu. Lalu aku dijemput dua petugas keamanan imigrasi untuk ikut ke kantor dulu. Di kantor mereka aku ngadep petugas imigrasi lagi, seorang bapak-bapak berwajah melayu yang super ramah banget ngajakin aku ngobrol dan tidak menghakimi aku untuk ini karena menurutnya mungkin bapak tukang bersih itu ngira yang kupesan itu tiket bus, makanya diarahkan ke atas. Aku cuma perlu melengkapi identitas diri di lembar formulis yang dia kasih. Bapak itu bilang aku terpaksa harus meneruskan perjalanan dengan bus. Setelahnya disuruh nunggu biar dianterin melewati pintu keluar imigrasi lagi oleh petugas keamanan imigrasi. Dan pada akhinya mesti nuruni lagi tangga yang sama untuk naik bus nomor 170 ke JB Sentral.

Aku pun ngantri di bus line SBS no. 170 sebentar doank. Bayarnya bisa pake Ez-link kalau punya atau tunai senilai kurang dari SGD 2 aja koq. Aku gak kebagian tempat duduk jadi tegak aja, untungnya gak sampe 10  menit udah turun JB Checkpoint.

Masuk JB Sentral terus jalan ke arah pemeriksaan imigrasi masuk Malaysia yang luas bener. Lihat antrian yang lumayan panjang, tapi masih acceptable dengan pergerakan yang relatif cepat. Lalu turun untuk nunggu bus menuju Larkin Sentral. Mesti bayar lagi MYR 2 buat perjalan selama 25 menitan.

Imigrasi masuk JB

Tiba di Larkin, aku masuk ke gedung utama dan langsung cari kios yang jual sim card. Aku beli yang Hotlink senilai MYR 22. Kemudian baru cetak tiket di counter yang khusus booking online. Nanti bakal nerima tiket kertas dengan barcode. Kalau belum beli tiket jangan khawatir karena di terminal ini tersedia banyak counter pembelian tiket yang dilayani petugas dan ada juga mesin tiket bila ingin beli cepat. Pilihan armada bus pun banyak sekali tinggal sesuaikan sama waktu kalian aja.

Hasil print out tiket

Salah aku pesan bus yang berangkat hampir tengah malam jadi belum bisa masuk ruang tunggu dan aku harus menunggu sekita dua jam untuk gabut ria dengan ponsel. Diperbolehkan masuk ruang tunggu bila tinggal 15 menit sebelum jam keberangkatan.

Begini penampakan dalam Bus Kwok Ping

Bus di sini bagus-bagus. Serius terhitung nyaman banget. Makanya bermalam di bus bisa jadi alternatif menghemat ongkos penginapan. Perjalanan dengan bus sampai ke TBS idealnya itu 4 jam dengan 15 menit istirahat. Namun, sepertinya bus yang kunaiki ini istirahatnya hampir sejaman jadi waktuku di jalan mungkin hampir 5 jam-an gitu baru tiba di TBS (Terminal Bersepadu Selatan).

Menanti jemputan di gate C

Yang menyedihkan adalah ketika aku sampai ponselku kehabisan daya dan parahnya terminal sebegitu luasnya sama sekali tidak ada charging point. Ini masalah serius buat solo traveler kayak aku, bagaikan pelaut yang kehilangan kompas. Aku minta tolong ke toko-toko yang buka agar bisa numpang ngecas cuma sampai ponselku ada daya untuk dihidupi saja, tapi mereka tidak bisa bantu karena melanggar aturan. Sangking bingungnya aku sampai minta bantuan ke pos polisi loh tapi malah diarahkan ke Customer Service yang parahnya juga tidak membantu. Dan pada akhinya aku nekad bertanya minta berbagi sedikit daya powerbank sama orang yang baik hati. Terima kasih mas sudah menyelamatkanku.

TBS jadi pemberhentian akhirku karena aku bermalamnya di Casa Green Bukit Jalil yang gak nyampe 10 menitan aja ke situ. Sayangnya bus antar kota hanya bisa sampai sini. Bila kalian mau meneruskan ke KL Sentral mesti lanjut lagi dengan LRT di stasiun Bandar Tasik Selatan yang juga terintegrasi ke TBS ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *