Menuju sidang skripsi
Youth

Cerita Menuju Sidang Skripsi

Sebagai angkatan corona yang dari awal penggarapan skripsi emang kagak pernah tatap muka sewaktu bimbingan, semua pol onlen deh pokoknya, nyampe di titik ini tuh, buatku seperti berhasil ngelewatin garis finish perlombaan maraton, serupa titik teraman.

Para pejuang skripsi angkatan corona yang satu alam denganku paham betul deh, artinya ngelewatin garis ini beneran udah bisa benapas lega. Delay satu semester tuh nyesek banget coy! Koar-koar pengurangan UKT cuma omong kosong belaka. Kampusku jenis yang tegaan bener dah, yang tinggal ujian kompre pun nggak kenal ampun, tetap mesti bayaran.

Usai ngelakoni drama sempro di Agustus 2020, aku bertekad harus bisa ngejarin ujian kompre sebelum semester baru. Nggak rela aku sedekah lagi buat kampus. Doa yang kuminta di setiap sujudku adalah semoga Allah permudah jalanku menuju sidang tanpa harus bayaran lagi.

Meski begitu aku tetap nabung, bilamana targetku itu gagal, jaga-jaga bila kemungkinan terburuk yang terjadi, aku tidak pusing utang sana-sini. Aku pun bikin nazar kalau doaku terkabul maka uang tabungan itu separuhnya akan kuberikan untuk ibunda tercinta.

Aku sempat pesimis bisa mencapai target karena awal November aku belum mengantongi persetujuan sidang dari para dospem. Terhambat oleh data SPSS yang sesungguhnya terbengkalai. Jujur aja, aku nggak tau cara pakai programnya, lebih parahnya lagi nggak niat buat nyari juga. Ini jangan ditiru ya, lebih baik lagi bisa ngerjain SPSS sendiri.

Tenggat pengumpulan berkas yang makin mepet buatku kalang kabut. Terpikirlah untuk pakai jalan pintas. Aku pakai jasa orang buat sekadar olah data pakai SPSS yang jelas datanya udah kurapiin dalam excel. Aku pikir gapapa deh berkorban ngupahin orang daripada targetku nggak nyampe. Alhasil, seminggu doank aku dah pegang data keluaran SPSS beserta interpretasi singkatnya.

Aku sesuaikan tipis-tipis dan langsung kukirimkan ke email para dospem. Resepnya adalah aku singkirkan malu karena berani-beraniin menghantui dospem dengan nanya perbaikan apa lagi yang dibutuhin hampir tiap hari, mungkin ada seminggu tiga kali aku pasti nanyain hal yang sama. Kurang akal beneran nggak sih? LOL

Udah dibombardir gitu pun balasan dospem cuma, “nanti ya, saya masih sibuk dengan UAS,” begitu terus sampai sebulan berlalu. Hingga ibu itu mungkin risih sendiri dan sempat bilang “Kamu ke pembimbing satunya dulu ya. Saya tidak bisa kalo dikejar-kejar wa hampir setiap hari.”

Aku yang geregetan dan ketar-ketir langsung kasih balasan begini, “maaf bu, soalnya terakhir kumpul berkas minggu depan dan untuk dospem dua sudah kasih acc juga.” Dan pesanku ini cuma centang biru. Eh, ternyata keesokan harinya aku dikirimin lagi hasil review dari beliau bersamaan lembar persetujuan sidangnya juga.

Sungguh, aku beneran sebahagia itu sih. Malemnya, langsung aku gas merevisi poin yang ditandai untuk kukirimkan kembali besok. Sisanya tinggal ngurusin persyaratan kelengkapan berkas permohonan pengajuan kompre. Urusan administrasi begini tidak pernah ada yang simple.

Garis finish itu ternyata udah kelihatan depan mata. Aku mesti berlari kencang! Kalian yang lagi skripsian harus tetap optimis ya, walau alurnya terjal dan berliku, kalian pasti bisa melewatinya. Hang in there! Keep it up!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *