Punya Teman Cowok
Youth

Cowok & Cewek Sahabatan, Emang bisa?

Mungkin bagi sebagian orang mustahil ketika cewek dan cowok menjalin hubungan pertemanan yang murni tanpa adanya perasaan yang terlibat dari kedua belah pihak. Tapi, dengan sigap aku berani membantah itu.

Karena sejatinya sudah hampir sembilan tahun aku memiliki sabahat cowok dan sampai saat ini kami tidak merasakan adanya perasaan lain di luar persahabatan kami. Real hanya sebatas sahabat. Hebat bukan?

The first time we met when I was in high school, pas kelas 11 di 2013. Kami tuh nggak pernah sekelas tapi sama-sama jurusan IPS. Sahabatku ini ceritanya anak baru pindahan dari sekolah lain di Palembang. Sampai saat ini, aku tidak tahu jelas alasan dia bisa pindah ke sekolahku.

Waktu itu saat jam istirahat dia sedang duduk sendirian dan bermain dengan kucing liar di lingkungan sekolah. Aku yang melihatnya dari kejauhan langsung bertanya sama teman di sampingku, “Tahu nggak dia siapa? Aku pengen deh temanan sama dia.”

Aku juga tidak tahu kenapa begitu ingin sekali mengenalnya dan berteman dengannya. Akhirnya dengan iseng temanku ngajak dia untuk kenalan dan here we are! Till now still be a bestfriend!

Masa SMA juga merupakan masa yang cukup sulit untukku. Dulu aku tidak punya teman, just myself and I! Tidak jarang pula orang-orang rese’ yang tidak tahu apa-apa selalu menggoda kami berdua udah jadian karena saking seringnya terlihat berdua. Padahal hubungan seperti itu sama sekali tidak terjadi diantara kami.

Dan yang paling membuatku sedih adalah bahwa ada beberapa teman sekelas yang menuduhku hanya memanfaatkan dia untuk berteman karena aku kesepian di sekolah. Well, jika aku hanya memanfaatin dia mungkin tidak seawet ini persahabatan kami karena aku tidak akan membutuhkan dia lagi setelah kelulusan sekolah.

Sahabtan 9 tahun
Menghabiskan Malam Tahun Baru Bersama

Sampai saat ini kami masih tetap terbuka dalam menceritakan hal-hal yang terjadi di kehidupan kami yang berbeda. Dia yang sedang sibuk kuliah S2, sedangkan aku sibuk bekerja. Kami juga memiliki hobi yang berbeda, dia sangat hobi mempelajari kultur dan budaya sedangkan aku yang hanya betah rebahan sambil nonton netflix.

Orang tua kami juga mengetahui kami ini sahabatan. Bahkan, pacar sabahatku ini juga tahu kalau kami sering hangout bareng dan tidak ada yang namanya jealous antara mereka berdua. Tentu saja dia sudah mengenalkanku pada pacarnya.

Pernah iseng-iseng aku bertanya “Kamu kenapa sih nggak suka sama aku?” Dia hanya tertawa ngakak dan menjawab dengan entengnya “Aku udah tahu sifat kamu yang getah basah dan kita nggak bakalan cocok.” Aku yang mendengarnya ikut tertawa.

Yup, sembilan tahun itu bukan waktu yang singkat. Untuk itu aku sangat menghargai dia yang tetap hadir dan selalu ada di saat aku membutuhkannya. And the most important thing in this life is times we spent together! Jelas aku sangat bersyukur bisa menghabiskan waktu bersamanya sebagai sahabat tanpa ada drama even sometimes, I wanna kill him slowly in my mind!

Ada banyak cerita yang telah kami lalui bersama dan ada ribuan foto yang tersimpan di laptop dan ponsel kami masing-masing. Puluhan tempat hangout juga telah kami kunjungi dan itu semua akan menjadi kenangan manis yang tak kan kulupakan.

Sekarang sudah ngerti, kan kalau cewek dan cowok emang bisa menjalin persahabatan murni tanpa ada bumbu-bumbu asmara. Terbukti pada diriku yang udah selama itu sahabatan sama dia tidak pernah merasakan ada hal lain.

How about you guys? Do you guys have the same story?

4 Comments

  • Mega

    hahahha…. saya punya temen yang gitu mbak. sampai dijodoh-jodohin sama orangtua karena kebetulan orangtua saling kenal. padahal saya nggak kenal dari orangtua. sempet ngejauh juga karena sesama risih, kok ya pake jodoh-jodohan segala. bukannya jadi naksir malah jadi males liat mukanya!

    sudah hampir lima belas tahun kayaknya kami berteman. bersahabat mungkin kurang dari sepuluh tahun. meskipun sekarang sudah sibuk karena beda kegiatan dan sekarang saya sudah menikah, dia tetap jadi teman cowok saya yang paling dekat.

    menyenangkan sekali punya sahabat cowok, karena bisa mendapatkan perspektif berbeda dan pandangan yang berbeda pula. truly, salah satu hal yang sangat berharga.

    • Ichaasa

      nah kan! bener kan ya mbak enak punya temen cowok. bebas drama dan asik gitu!
      semoga ntar kalau aku dah nikah tetep sabahatan sama dia juga! hehe

  • Alvi Alevi

    Sebenarnya bedanya cewek dan cowok yang bersahabat dan yang pacaran itu kan di rencana kedepannya. Kalau pacaran ya tujuannya nikah. Kalau sahabat ya gak untuk menikah. Selama pasangan masing2 tidak melarang ya akan bisa bertahan. Tapi kalau ada pasangan yang melarang masa iya lebih pilih memperahankan sahabat dari pada suami atau istri? Bisa aja kan saat pacaran gak dilarang tapi pas nikah dilarang? Karena namanya sahabat pasti saling sayang. Kalau gak sayang gak mungkin dong bisa saling support. Tapi pasti ada yg bilang kalau sama sahabat itu sebatas sayang bukan cinta. Tapi kan sebenarnya ya sama aja kan antara sayang dan cinta. Rela berkorban dan saling memperjuangkan juga maknanya.

    • Ichaasa

      bener banget sih! apalagi in life people just come and go. tapi aku yakin aku sama dia ini bakalan sahabatan sampe kami menikah! wwkwk balik lagi ketujuan masing – masing ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *