Dia Menyakiti tapi Tersakiti
Monologue

Dia Menyakiti Tapi Merasa Disakiti

Ada beragam tipe watak manusia di dunia ini. Salah satu yang bikin hidup jadi menyebalkan adalah tipe manusia toxic yang menyakiti orang lain tapi dia yang merasa seolah disakiti! Merasa menjadi korban padahal dia itulah pelakunya.

Selain bahaya, tipe manusia begini seharusnya tidak baik dijadikan teman ataupun masuk dalam life circle kita. Tipe ini akan sulit mengetahui apakah ceritanya memang benar-benar terjadi seperti yang dia alami atau yang hebatnya, dia mengada-ada soal cerita hasil karangannya sendiri.

Kita akan sulit benar mempercayai tipe orang begini, tapi bagaimanapun, kita harus tetap mendengarkan cerita lengkapnya dari kedua belah pihak tanpa menghakimi siapa pun terlebih dahulu.

Sebenarnya, ada hal mudah untuk menjauh dari orang-orang yang memiliki karakter seperti ini, misalnya tidak berteman dengan mereka, menjaga radius aman dan jangan terlalu sering berkomunikasi.

Terus apa jadinya bila terpaksa bertemu setiap hari dengan manusia jenis ini, dan mau tidak mau menjadi rekan setim karena tuntuan pekerjaan tidak mungkin tidak berkomunikasi. Well honestly, ini benar-benar hal di luar kendali kita.

Jadilah, mau tidak mau, suka tidak suka aku terpaksa mendengarkan juga semua ceritanya dan berpura-pura peduli padahal tidak sama sekali. Aku tidak ingin terseret ke dalam sebuah permainan yang berpotensi membuang waktuku yang berharga.

Menurutku sendiri karakter orang seperti ini sungguh sangat meresahkan. Berdasarkan pengalamanku pribadi, mereka lebih pintar untuk menarik empati dan simpati orang lain yang efeknya malah menyudutkankan si korban. Tidak ada yang percaya dan membela korban sesungguhnya. Inilah hal berbahayanya.

Aku pun pernah mengalami kejadian seperti itu, sungguh sangat menyayangkan kenapa ada saja tipe orang yang seperti ini, yang suka sekali menyakiti orang lain tapi merasa dialah yang tersakiti. Bertingkah lemah dan memberitahu semua orang bahwa dia yang tersakiti padahal dialah dalang yang menyakiti orang lain.

Aku sudah cukup muak untuk percaya dan menaruh banyak ekspektasi kepada orang. Karena aku tahu, semakin kita berharap kepada seseorang semakin tinggi juga rasa kecewa yang akan kita dapatkan buntutnya.

Aku hanya ingin orang-orang di luar sana mulai bercermin dan melihat kepada diri sendiri apakah mereka memang benar seorang korban atau mereka secara tidak sadar adalah seorang pelaku sesungguhnya.

Pengalaman seperti ini secara tidak langsung membuatku mengerti bahwa ada banyak karakter manusia yang patut kita waspadai. Yang jelas kita harus berhati-hati untuk berteman dengan orang tipe ini ataupun terjebak dalam lingkungan yang sama.

Bagaimana dengan kalian, apakah pernah menjumpai seseorang dengan karakter seperti ini?

2 Comments

  • dian

    Apa boleh buat, memang ada orang-orang yang karakternya “menantang” hehe … seperti yang kamu ceritain itu. Kalo mau jaga kewarasan memang sebaiknya tetap jaga jarak. Tapi kalau mau terima “tantangan” , doakan dia supaya pribadinya jadi lebih baik. To be honest, saya pernah mengambil tantangan itu dan hasilnya, alhamdulillah 😀

    • Ichaasa

      Wah keren banget mbak bisa ngambil tantangan itu! kalau aku sih mending mundur aja karna aku tahu nggak mau ngabisin waktu dan nggak guna juga haha. harus jauh – jauh ya sama karakter orang seperti ini selain didoain^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *