Monologue

Eh, Kapan Kamu Nikah?

Pertanyaan seperti ini pasti sering sekali didapatkan oleh orang dewasa, baik untuk pria ataupun wanita. Tetapi aku yakin kaum perempuan lebih sering menerima pertanyaan seperti ini. Para wanita, saat mereka telah lulus kuliah dan memiliki pekerjaan, maka otomatis pertanyaan ini akan datang bertubi-tubi sangkin seringnya ditanyakan. Mereka jarang ada yang bertanya what’s your next plan, baik itu untuk karir atau cita-cita yang ingin kamu wujudkan dalam waktu dekat. Pertanyaan mereka cuma satu. Singkat tapi nyelekit, kapan nikah?

Menurut Wikipedia pernikahan atau nikah artinya adalah terkumpul dan menyatu. Menurut istilah lain juga dapat berarti Ijab Qobul (akad nikah) yang mengharuskan hubungan antara sepasang manusia yang diucapkan oleh kata-kata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan. Sesuai peraturan yang diwajibkan oleh Islam yang artinya menjadikan manusia berpasang-pasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina.

Di Indonesia sendiri menikah adalah hal wajib. Menikah juga adalah hal ideal untuk orang Indonesia. Selain untuk menyempurnakan separuh agama, menikah juga dianggap punya kehidupan lebih baik daripada mereka yang belum menikah. Apa lagi kalau kamu sudah berusia 25+ namun masih belum menikah dan bahkan belum punya rencana untuk menikah ke depannya maka bertahanlah sayang! Orang-orang sekeliling kamu bakal lebih gelisah dan bawel dengan terus bertanya pertanyaan memuakkan itu. Mereka akan berhenti hanya jika kamu menunjukkan undangan pernikahan ke wajah mereka, ya undangan pernikahan milikmu bukan orang lain.

Aku sendiri memiliki beberapa teman dekat SMA ataupun kuliah yang memilih menikah muda dan sudah dikaruniai anak sekarang. Tentu saja, beberapa keluarga dan temanku juga jadi sibuk bertanya kapan aku akan menyusul, menikah maksudnya. Sering kali aku hanya menjawab enteng dan tersenyum “belum tahu, tidak tahu kapan”. Kemudian mereka menganguk mengerti dan memberikan pertanyaan basa-basi lain. Justru, orang tuaku juga tidak pernah bertanya kapan aku akan menikah.

Menikah bukanlah hal yang mudah menurutku. Bagaimana tidak? Kita akan menghabiskan hidup bersama orang yang kita pilih. Dia orang yang kita yakini menjadi pilihan yang tepat untuk hidup kita, untuk menghabiskan waktu bersama hingga menua. Kita akan memiliki beberapa ekspektasi tinggi tentang pasangan kita dan jika itu di luar harapan, kita akan merasakan kecewa karna Your Expectation is Too High From your Real life dan ini adalah hukum alam yang harus kita terima.

Balik lagi ke pertanyaan kapan nikah. Mungkin saja orang-orang yang bertanya seperti itu beneran peduli terhadap kita. Mereka tidak ingin melihat kita lama-lama sendirian. Padahal menurut beberapa penelitian, sendiri itu bukan berarti kamu merasa  kesepian dan sedih. Malahan, terkadang single lebih merasa bahagia dari pada orang yang memiliki hubungan dengan orang salah. So, Being Single Isn’t A Big Deal. Hanya saja orang-orang itu menjadikan pertanyaan itu senjata untuk menghantui kita sehingga buat kita merasa nggak nyaman dengan status single yang sebenarnya kita nikmati.

Apalagi saat ini sudah banyak para youtuber dan selebgram yang bikin konten untuk mengedukasi kita perkara menikah di usia muda.  Padahal menikah bukan hanya tentang usia dan bukan pula sebuah lomba yang siapa cepat dia yang terbaik. Tapi, ini tuh soal sudah tepat kah orangnya, sudah siap kah secara finansial dan sudah siap kah kalian secara mental untuk menikah? 

Pertanyaan seperti itu sebaiknya tidak pernah mengganggu kita apalagi membuat kita menjadi minder jika belum menikah dan belum memiliki pasangan di saat teman-teman kita sudah pada menikah. Percayalah menikah bukanlah hal yang menjadi fokus utama yang harus kita pikirkan di saat kita masih begitu muda. There are many interesting things in this world. Misalnya, kita bisa fokus pada pendidikan, karir ataupun mengejar pekerjaan impian kita selama ini, melakukan hal-hal  baru, menjajal hobi baru dan terlebih lagi bisa memiliki banyak teman dari seluruh dunia. Just enjoy your life girls!

Menikah juga termasuk pilihan. Tidak semua orang memilih untuk menikah. Mungkin ada beberapa orang yang tidak ingin menikah dan cuma ingin menikmati hidup dengan caranya sendiri. Menjadi sedikit berbeda dengan kebanyakan orang lain,  it’s ok, babe! Itu bukan masalah. Tidak ada yang terlambat di dunia ini, di usia berapa pun kamu akan menikah itu semua normal. Semua datang di waktu dan saat yang tepat karena you deserve a good life with someone your really love in the future. XX

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *