The Long Run Fight Covid19
Monologue

Episode Drama Covid Masih Panjang

Jujur, aku tak bisa menapik rasa pesimis saat ini terkait penanganan pandemik di negara sendiri. Ketika negara lain sudah bisa diperbolehkan melenggang tanpa masker, sementara di Indonesia masih berkutat di situ-situ saja. Tidak banyak progres Indonesia dalam kesigapan menghadapi pandemi dari tahun lalu yang sempat disepelekan oleh petinggi negeri ini meski aku tetap dikarantina oleh kantor.

Ironisnya data terakhir yang terpantau kemarin (09/07) angka harian yang terinfeksi tembus 38.124 kasus. Hingga tulisan ini diposting, mungkin itu adalah pencatatan rekor tertinggi di grafik sejak setahun terakhir. Dan angka kasus kematian akibat covid tercatat 64.631 jiwa. Jumlah ini sudah melebihi total populasi salah satu kota di Sumbar. Sayangnya, kemungkinan trennya masih akan bergerak naik.

Covid-19 Cases in Asean
sumber: www.csis.org (10/07/21)

Katanya kasus ini meroket pasca mudik lebaran lalu, atau karena Indonesia sudah kedatangan varian baru keluarga covid, entahlah. Menurutku, yang terpenting sekarang warga +62 harusnya kooperatif untuk bersedia divaksin ketika saat ini vaksin sudah tersedia dan masih gratis.

Keberhasilan negara yang sudah bebas masker juga lantaran program vaksin mereka yang sukses. Kita tahu solusi untuk mencapai imunitas di Indonesia syaratnya 70% sudah divaksinasi tapi nyatanya dari data covid19.go.id sekitar 14,9 juta orang atau >10% penduduk Indonesia yang baru menerima vaksin ke-2.

Ingat ketika akhir tahun lalu banyak di antara kita yang sudah tidak sabar menantikan vaksin untuk segera didistribusikan? Lucunya, ketika sekarang vaksin sudah bisa kita jangkau dan diberikan secara cuma-cuma, justru kecendrungan lebih dominan adalah mereka yang malah tidak ingin divaksin.

Banyak yang skeptis dengan kemanjuran vaksin masal yang tersedia di Indonesia dan pada takut juga dengan efek sampingnya. Apa lagi sumber dari media yang menyebar luas dengan hasutan dan hoax. Padahal ribuan peneliti sudah menghabiskan waktunya untuk meracik vaksin yang tujuannya menyelamatkan manusia dari pandemi ini.

Memang nyatanya vaksin yang tersedia tidak 100% menghalangi si virus dari tubuh kita, at least setelah divaksin tubuh kita sudah mengenali cara melawannya dan sistem imun akan bekerja membuat pemulihan lebih cepat saat si virus bertamu. Kalau menurutku yang mestinya ditakuti ya tetap pandeminya bukan malah vaksinnya.

We know how the chaos situation in the capital nowadays. Prihatin dan miris saat aku bercakap dengan teman di sana yang menceritakan keadaan menyedihkan ibu kota. Keadaan kian mencekam saat pasokan tabung oksigen tidak mencukupi kebutuhan para pasien covid.

Dia juga bercerita banyak perumahan dan kampung yang lock down karena mereka dinyatakan positif semua dan harus isoman di rumah. Atau ketika setiap hari ada saja menerima kabar duka dari kepergian kerabat atau tetangga yang menambah kadar kecemasan akan ganasnya varian delta.

Begitu pun kantorku lagi giat sekali melacak apakah ada penambahan kasus karyawan terinfeksi dengan melakukan Swab Antigen setiap Senin pagi sebelum diperbolehkan memasuki gedung kantor. Dan hasilnya belum pernah ada yang nihil, sejauh ini selalu ada yang kedapatan positif covid.

Saat ini kita nyata di dalam perang. Ayolah persenjatai atau bentengi tubuh sendiri dengan ikut vaksinasi. Tetap ada harapan Indonesia kita akan sembuh dan bebas masker even though clearly this fight is for the long run.

Mau sebenci apa pun kamu dengan pemerintah saat ini tapi program vaksin ini bukan lagi soal percaya tidaknya dengan teori konspirasi, tapi soal kamu yang harus tetap sehat dan bisa terus bekerja demi keluargamu dan kelangsungan hidupmu sendiri. Then, sudahkan kamu divaksin?

4 Comments

  • Hastira

    betul ya, bahkan tetanggaku yang notabene pendidikannya sarjana saja banyak yg gak mau loh, apalagi yg di desa. dan aku pikir mereka juga sudah kemakan hoax

  • deddyhuang.com

    Dengan melihat situasi seperti ini, memang situasi ini akan semakin panjang. Lonjakan yang tinggi. Cara yang paling tepat adalah mengamankan diri sendiri dan keluarga.

    Aku baru dapat dosis pertama vaksinnya. Masih nunggu vaksin kedua.

  • ainun

    aku berharap semoga pandemi segera usai
    awal minggu juli kemarin kantorku swab antigen khusus untuk kantor utama, dan bertambah juga yang positif
    sampe sekarang aku sendiri belum ngantor karena masih isolasi mandiri

  • Fitri A

    Kemarin baru aja nemenin mamaku vaksin di Puskesmas. Tadinya beliau jg agak2 takut vaksin karena, ya, denger kabar dari sana sini ttg efek vaksin. Tp untungnya akhirnya beliau mau.

    Setuju bgt sama statement terakhirnya, skrg bukn waktunya lg soal mikir teori konspirasi, skrg wktnya nyelamatin nyawa masing2 dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *