biohackers netflix review 2020
Review,  Series

German Series Review – Biohackers (2020)

Satu lagi serial German originalnya Netflix bernuansa fiksi ilmiah, Biohackers bercerita mengenai teknologi rekayasa genetika. Season pertama rilis pada 20 Agustus lalu yang berisi enam episode dengan durasi 40 menitan. Bisa langsung tamat sih sekali duduk ditemani crip chips kesukaanmu.

Pada season pertama ini konflik berpusat pada Mia Akerlund (Luna Wedler), seorang mahasiswa ilmu kedokteran yang ternyata punya misi balas dendam pada sosok Dr. Lorenz (Jessica Schwarz). Dia mendekati Jasper (Adrian Julius Tillmann) yang merupakan asisten lab terpercaya Dr. Lorenz dengan maksud menemukan kebenaran dan mencari bukti-bukti untuk misi balas dendamnya.

Sudah nggak asing lagi lah disuguhin adegan pembuka ala Netflix dengan menampilkan potongan scene bagian klimaks nih. Perhatian kita langsung tersedot dengan pertanyaan “apa sih yang sebenarnya terjadi?”. Okay, I admit it effectively snatched up my attention immediately and held on tight.

biohackers-netflix-review
Opening Scene di kereta

Lalu kita juga dikasih kuliah umum dari Dr. Lorenz yang kalau aku jadi mahasiswanya bakalan tercengangan dengan premis impressive  yang nyebutkan bahwa biologi sintetis mengubah ciptaan menjadi pencipta. Ceramahnya auto menarik untuk sedikit mengenal bagian kulit dari rekayasa genetika.

Christian Ditter dan Tim Trachte selaku direktor membuat setiap episodenya berupa kepingan teka-teki yang semakin menyempit hingga semuanya terhubung. Seluruh cerita akan dibuka perlahan-lahan mengenai masa lalu Mia yang menjadi pangkal dan alasan Mia memiliki dendam pada Dr. Lorenz.

Plotnya udah terdengar menarik dan meyakinkan nih, hanya saja untuk ukuran konflik balas dendam yang tergolong berat begini terlalu banyak minus yang kutangkap tidak konsisten nih jadinya.

Mia malah menjadi musuh yang terlalu ceroboh dan lemah bila harus mengungkap kebusukan eksperimen skala besar begitu. Jatuhnya jadi tidak terlalu menantang persaingan misterius antara profesor dan mahasiswa baru. Nggak dapet tuh gereget ketegangan yang mestinya hadir untuk setiap aksi yang dilakukan Mia. Misi Mia pun semakin menjadi bias.

Bagiku peran mahasiswa yang punya hasrat balas dendam kurang berhasil ditunjukkan oleh sosok Mia karena dia terlalu santai seperti mahasiswa tahun pertama kebanyakan yang masih bisa menikmati pesta dan menghabiskan waktu bersama kawan-kawannya.

Mia dan Jasper

Belum lagi jarak waktu dari opening yang menjadi klimaks dengan Mia yang baru menginjakkan kaki di apartemennya itu terlalu nggak masuk di akal aja bagiku yang hanya berselang hanya dua minggu.

Dalam kurun waktu itu dia sudah melakukan banyak hal, mulai dari jadi pacar Jasper hingga sudah mengambil peran dalam ekperimen Dr. Lorenz dan melakukan aksi gilanya yang tak begitu mateng diperhitungkan tapi lucunya semudah itu berhasil.

Dr. Lorenz juga sama aja cerobohnya, menempatkan data eksperimen hanya pada komputer di rumahnya tanpa kode keamanan yang berarti yang mudah sekali diakses  begitu tahu password dekstopnya. Ini kan sikap yang kurang etis untuk ukuran penemu dan profesor tersohor.

Dibalut dengan elemen penjabaran mengenai eksperimen genetika yang rumit karena pun dijelasin aku tidak akan langsung paham, ditambah lagi visual lab yang lumayan lah propertinya agak serius tetap saja kurasa tidak banyak menolong terhadap eksekusi serial ini.

Alih-alih jadi serial fiksi ilmiah yang sarat uji klinis terstruktur, serial ini eksekusinya jadi tidak lebih dari sekadar serial remaja biasa yang main-main sama percobaan kilat, ya bisa gitu kelar dalam hitungan menit doank.

Ah, at least ada satu nilai plusnya yakni terselip beberapa twists dan ada cliffhanger di ending yang bikin aku masih menaruh harapan untuk season berikutnya dikemas lebih menarik dengan fokus cerita yang tidak buyar.

All in all, Biohackers has the potential to be a great series, but it falls flat in an unexpected way. Though I was expecting too much with the plots but it is easily bingeable so still an entertaining enough and worthy to watch.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *