fired
Monologue

Goodbye Ma Boss

Hari sabtu minggu lalu, aku merasa kaget, sedih, tapi juga bahagia. Ya, perasaan itu terjadi di waktu bersamaan. Ntahlah, I don’t know why perasaanku bisa campur aduk nggak keruan begitu. Pemicunya adalah orang yang telah menjadi bosku kurang lebih setahun empat bulan di perusahaan ini tiba-tiba kena phk.

Aku ingat banget ketika datang untuk interview pertama di perusahaan ini tahun lalu. Aku tidak mengenal siapa pun di sini. Kami bertemu untuk pertama kalinya di perusahaan ini sebagai orang yang masih asing.

Beberapa minggu kemudian ternyata kami menjadi rekan kerja. Hingga setahun berlalu dan nyatanya keluh kesahku lebih dominan ketimbang sukanya bekerja dengan dia ini. Aku pernah menyinggung perkara ini juga dalam suka duka jadi karyawan kantoran.

Well, jika temanku punya bos rasa kawan, sayangnya bosku ini jauh berbeda dari yang kuharapkan. Aku pun sering curhat meminta pendapat kepada temanku tentang kelakuan bosku yang kalau menurutnya memang bukanlah hal wajar yang sepatutnya dilakukan oleh seorang atasan.

Begitu banyak tak terhitung lagi hal-hal kecil yang membuatku cukup merasa kesal dengan bos ini setiap harinya. Terkadang, dia suka asal memerintahku handle pekerjaan di luar tugas kantor. Seperti, bila ada customer yang akan membeli barang dari olshop miliknya, aku yang dimintanya untuk bertemu dengan calon pembeli dia dan melakukan transaksi jual beli.

Terus, dia juga memintaku untuk membantunya ngeprint surat-surat usaha pribadi milikinya di jam kerja dan tanpa malu gunain printer kantor untuk keperluan usahanya. Bahkan beberapa tugas sekolah anaknya juga mesti aku printkan.

Ada lagi yang paling sering membuatku sangat kesal, bosku ini sangat jarang menyiapkan report kepada direktur, baik itu laporan mingguan ataupun bulanan. Jadilah, tugas dia terpaksa aku yang harus melaporkannya. Jelas itu jauh di luar kapasitas wajar seorang admin. Apa gunanya dia sebagai bos jika semua bisa kulakukan?

Menurutku, dia nggak punya jiwa seorang leader. Dia bukanlah sosok bos yang patut dicontoh. Caranya bekerja dan memimpin sebuah tim untuk bergerak maju dan berkembang sangatlah payah. Beberapa anggota timku sebenarnya juga jengah dan mengeluhkan hal serupa. Hanya saja, ya kami tak bisa berbuat apa-apa.

Aku suka sekali berpesan kepada diri sendiri bila tiba saatnya aku siap untuk resign dari perusahaan ini, aku pasti akan melaporkan hal-hal nggak pantas yang sering dia lakukan di jam kerja kepada direktur. Tapi, ternyata sebelum aku resign dia duluan dipecat. Sekarang dia akan pergi dan tidak akan menjadi bosku lagi.

Kurasa, kemungkinan direktur dan manager lain sudah menyadari bagaimana performance harian dia. Bisa jadi mereka sebenarnya mengawasi dalam diam. Namun, ya tetap aja ini sadis, tanpa ada peringatan atau sinyal apapun mendadak memutuskan hubungan kerja sepihak gitu.

Anehnya, aku tetap saja merasa sedih. Aku mungkin tipe wanita mellow yang setiap perpisahan pasti sangat membuatku merasa sedih. Bagaimana pun juga berkat jasanya aku bisa diterima di kantor ini.

Buatku, paling nggak dia adalah satu-satunya manusia yang dapat dipercaya omongannya dibandingkan manusia lain di perusahaan ini. Aku tahu dia juga memiliki sisi baik biarpun tidak banyak. Mungkin karena sudah melihat sisi baiknya itulah yang membuatku sedikit kehilangan.

Aku pun terkenang saat aku kehilangan paspor di Malaysia, dan tidak bisa pulang sesuai rencana. Nah, dia cukup mentolerir kemalanganku itu dan hanya memberiku surat peringatan padahal aku sudah mangkir hampir seminggu lamanya untuk ngurus ini-itu di sana. Diperparah statusku yang saat itu masih baru bekerja sekitar enam bulan. Tapi ternyata dia masih memberi aku kepercayaan tetap bekerja dan mau memaafkanku atas apa yang telah terjadi.

Sepertinya aku tetap merasakan kesedihan karena tidak bisa bekerja dengannya lagi. Eh tapi, aku juga sesungguhnya bahagia karena bos kayak dia tersingkir demi kebaikan perusahaan ini. Dalam hati kecilku tetap berharap perusahaan ini maju biarpun aku tidak ingin berlama-lama bekerja di sini. Semoga ini adalah keputusan yang sudah dipikirkan matang-matang oleh pak direktur.

Lalu, gimana denganku? Yang jelas bakalan dapat bos baru yang tidak aku tahu bagaimana gaya kepemimpinannya. Pastinya aku mendoakan bos baruku akan lebih baik dan lebih peduli lagi terhadap tanggung jawab yang melekat padanya.

Adios boss!

Baik atau buruknya seorang bos pasti ada alasan kenapa kita sampai dipertemukan dengan mereka. Aku yakin, kalian juga pasti memiliki cerita dan kesan tersendiri terhadap atasan kalian. Cause there will always be a reason why you meet people, either you need them to change your life or you’re the one that will change theirs.

6 Comments

  • Anton Ardyanto

    Bad and good..dua sisi mata uang yg selalu datang bersamaan. Nggak ada yang bad saja atau good saja.

    Tidak salah kalau merasa melo karena pasti disebabkan kita melihat sisi baik seaeorang. Tidak salah juga senang karena si bos tidak punya performa bagus.

    Bagaimanapun kita juga punya manusia yg punya sisi baik dan buruk yang sama.

    Pada dasarnya semua manusia akan memberikan efek perubahan bagi manusia lainnya. Bukan sebuah pilihan dia atau saya yang melakukan perubahan, tetapi bersiaplah untuk berubah sekaligus mengubah jalan hidup dua orang, saya dan dia

  • Just Awl

    Cinta dan benci kayaknya selalu berdampingan ya kak, eh tapi kayaknya terlalu romantis deh. Kita ubah aja jadi suka atau tidak suka😂
    Wajar kalau kita merasa kehilangan akan seseorang yg meski kehadirannya gak melulu menyenangkan di ingatan kita. Kadang sebetulnya kita merasa kehilangan karena terbiasa melihat sosok itu ada di depan kita. Sementara saat nggak ada, rasanya ada yg janggal gitu. Tapi semoga kekosongan ini, seperti yg kakak bilang, dapat digantikan oleh seseorang yg lebih amanah dan mengayomi. Semangat ya kak!🤗

    • Ichaasa

      hehe, bener banget! yang hampir setiap hari komunikasi dan bertemu. eh, tiba2 nggak pernah ketemu lagi. pasti ada yang beda Lol

  • kyndaerim

    Aku pernah punya bos yang lumayan “nyeremin”, apalagi beliau asal Medan asli, alias bersuk Batak, Tau dong orang Batak nada ngomongnya kayak apa? Jadi buat yang nggak tahu orang Medan itu gimana, udah pasti bakal gemeteran, bahkan cuma denger beliau berdehem doang, wkwk..

    • Ichaasa

      Hahaha asli pasti serem banget ya!! Padahal cuman batuk gitu doang nggak kebayang kalau lagi marahnya gimana :'(
      Tetep semangat kerja nya mbak! Biarpun pas galak kalau kerja kita bener pasti nggak kenapa – kenapa😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *