My first job
Youth

Hari Pertama Bekerja

Akan kubuka cerita ini dengan kesan pertama saat menginjakkan kaki untuk interview di kantorku. Aku yang awalnya beneran asing dengan nama perusahaannya, agaknya jadi dibuat takjup dan terkagum-kagum gitu pas nyampe lokasi.

Aku yang lugu waktu itu sempat berpikir apa nggak salah alamat ya, karena ini tuh letaknya di pelosok dan teramat jauh dari kota. Ternyata kantornya emang gabung jadi satu dengan areal pabrik yang luas dan dipenuhi nuansa hijau sejauh mata memandang.

Nah, jadi tepat di tanggal ini, tiga tahun lalu, aku mulai bekerja di kantorku sekarang. Kala itu aku berpakaian serba putih. Cukup semangat memulai hari yang baru di kantor baru.

Nyampe situ, aku diajak berkeliling sebentar dan bertatapan dengan wajah-wajah baru. Mereka menyambutku ramah. Lalu mengenalkan sekilas personil-personil lantai dua tempatku akan bersinggungan dengan mereka.

Jelaslah, seorang yang masih baru akan terlihat kikuk pertama kali menghadapi situasi baru. Aku pun saat itu yang masuk sebagai anak magang masih buta dengan pekerjaan yang harus kulakukan. Hingga salah seorang bapak-bapak berparas oriental yang sekarang akrab kupanggil om, bersedia meluangkan waktunya mengajariku ini dan itu.

Saat makan siang juga aku bingung gimana mesti berbaur. Kantin kantor udah punya kubu-kubu tersendiri. Lebih banyak lagi kulihat wajah-wajah asing. Untungnya saat itu kawanku belom menyelesaikan kerja prakteknya, aku jadi punya teman makan deh. Kan nggak jadi terlalu mencolok kalau makan nggak sendirian.

Tugasku yang pertama kali adalah mengorganisir arsip dokumen. Katanya mereka belum lama pindah ke kantor itu dan dokumen hanya diterlantarkan di ruang arsip tanpa ada yang sempat mengurusnya. Itu dokumen bercampur aduk nggak keruan, asal ditumpuk aja gitu.

Hal pertama yang kulakukan adalah mensortirnya berdasarkan tahun terlebih dahulu. Itu dokumen ada yang dari tahun 2009, dari jaman pertama kali pabrik berdiri hingga dokumen tahun 2016 harus kupisahkan. Kondisinya udah mirip hamparan salju putih dan aku ada di tengah-tengah ribuan kertas putih yang menggunung. Udah kayak mainan puzzle raksasa.

Udah beres dokumen per tahun, lalu  mesti dikerucutin jadi per bulan lagi dan baru perhatikan nomor dokumennya sebagai kode untuk tiap jenis dokumen. Terakhir, tinggal masukin folder dan dinamain deh.

Ngurusin dokumen ini aja butuh seminggu lebih baru kelar. Selama seminggu itu juga aroma badanku jadi berbau debu dan kertas-kertas tua yang menguning. Itu tugas pertama yang luar biasa karena mengerjakannya seorang diri.

Rasanya beda sih, selama seminggu itu aku merasa waktu cepat sekali bergerak. Beda banget saat bekerja dengan banyak tekanan dari lingkungan dan  dari orang-orang lainnya, waktu bakal merayap kayak siput, barang cuma semenit aja berasa lama sekali berlalu.

Hingga kini, yang bikin aku betah sih karena orang-orangnya yang hangat dan menyenangkan. Kurasa yang bakal kurindukan nantinya adalah kehangatan ini dan suasana lantai dua yang selalu gaduh.

Sepertinya tiga tahun cukup sudah kenikmatanku di sini. Ya, karena pertimbangan satu dan lain hal, aku sudah membulatkan tekat akan menutup kisahku di kantor ini. Telah kurasakan juga suka duka jadi pekerja kantoran di sini.

Sehabis menyelesaikan studi, aku bakal langsung melayangkan surat resign. Karena tujuan awalku ada di sini ya… hanya demi kuliah. Jadi, sebenarnya aku menulis ini untuk mengikat kenanganku selagi masih di posisi ini.

Hidup ya mesti terus berprogres untuk pencapaian lebih baik. I still have my dream job and I am dying to purse it, so yeah have to leave this convenience soon. Selagi aku masih diberikan keberdayaan oleh-Nya untuk berjuang mewujudkan mimpi-mimpiku kenapa aku mesti berhenti dan berpuas diri berada di posisi ini. Posisi yang sama sekali tidak pernah terbesit olehku untuk menjadikannya poros hidupku.

“It’s never too late to focus on your dreams!”

9 Comments

  • Ainun

    Tetep semangat mbak ditempat yang baru, ada cerita menarik ditempat yg lama apalagi sampe 3 tahun lamanya. Biasanya berat gitu diawal, tapi lambat laun akan bisa move on tapi tetep ada sweet moment di tempat lama ini yg tetep ga bisa dilupakan

  • CREAMENO

    Wah 3 tahun pasti ada banyak cerita yang tertinggal dan bisa dikenang 😄 semoga nantinya setelah resign, mba Navi bisa dapat pekerjaan baru yang sesuai dengan impian mba dan semangat untuk mengejarnya 😍

    • Navia Yu

      Waduh komenannya baru kebaca. Maafkeun 😅 Yeay makasih mb eno udah nyemangatin. Pengen juga bisa ngurusin bisnis sendiri kayak mb eno. Keren banget sih bisa jadi bos untuk diri sendiri dan orang lain 😍

  • Fanny_dcatqueen

    Aku jd ingat pertamakali kerja dulu. Tp bedanya Krn itu memang kerjaan yg dipengenin setelah lulus kuliah, jd aku bertahan lama sampai 13 tahun, dan baru resign Juli kmrin :D. Awal2 kerja juga gugup, tp Krn suasana dan team yg sangat baik dan support banget, aku betah sih. Even sbnrnya memilih resign ini bukan Krn suasana yg berubah, tp hal lain yg ga terkait Ama team samasekali. Lagian 13 THN sudah cukup dan waktunya fokus ke anak2 di rumah :).

    Semoga nantinya bisa mendapatkan kerja yg jauh LBH baik dengan team yg sama hangatnya ya mba :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *