Recharge me
Monologue

How’s Everything Going?

Holaaa! Mood menulisku akhirnya pulih. Setelah melakoni drama sempro onlen, tubuhku mendadak lunglai, penat banget rasanya. Kayak semua energiku habis terkuras hari itu. Mungkin karena tekanan mengerjakan sesuatu nggak sampai tuntas. Perkaranya selesai tapi masih tersisa ganjalan.

Seminggu ini, tubuhku ngasih sinyal minta dimanja-manja. I did nothing after got home and just fell asleep after had dinner. I got recharged my body battery with a super high quality sleep. Semacam penebusan dosa habis memforsir tubuh sendiri jadilah tubuh ini nuntut untuk berhibernasi.

Mau nggak mau terpaksa merelakan kehilangan produktivitas menulisku demi pemulihan energi. Kelelahan begini pengaruh banget  sama pikiran yang bikin aku moody untuk melakukan hal lain. Lalu yang kusadari ternyata bukan badanku yang merasa letih, melainkan jiwaku mungkin sedang sedikit lelah.

Mengenali Fatigue

Aku baca-baca nih ternyata gejala seperti ini lebih dekat pada kelelahan mental atau fatigue. Aku kutip dari healthline.com dijelaskan bahwa fatigue is a term used to describe an overall feeling of tiredness or lack of energy. When you’re fatigued, you have no motivation and no energy.

Salah satu gejalannya itu merasa sangat ngantuk. But it is different to just feeling tired or sleepy. Kalo kita kurang tidur kan udah langsung kelar dengan tidur doang. Yang kurasakan itu beda banget, tidur sama sekali nggak ngobati rasa lelah. Malah nambahin kepala jadi puyeng dan badanku jadi pegal-pegal.

Penyebabnya sih bisa beragam, mulai dari kebosanan, gelisah, gangguan makan, stres, kesedihan mendalam, dan dipicu peristiwa yang emosional. The conclusion from my observation that the trigger for fatigue that happened to me must be due to anxiety and a bit stressed. Iya, fatigue sering identik dengan stres, walau nyatanya tidak semua stres menimbulkan fatigue.

Mengatasi Fatigue

Kondisi ini jelas perlu perhatian khusus untuk ditangani. Ya, kan nggak mau hingga pengaruh pada kesehatan yang bikin fisik tiba-tiba drop dan sampai jatuh sakit karenanya. Uh, apa lagi aku anti sama obat-obatan. Susah banget deh mesti nelan yang namanya obat.

Untuk menghindari itu, perlu suatu hal yang disebut releasing tension atau kegiatan untuk meluapkan tekanan tadi.  Hibernasi itu nggak terlalu membantu, jadilah aku cari pengalihan lain. Mungkin dengan berolahraga salah satunya.

Sayangnya, aku yang lagi letih gitu, mana ada sisa energi buat ngelawan magernya badan ini. Maka cara yang kupakai itu adalah tertawa. Have you heard that laughter is the best medicine? Iya, tertawa bisa meluruhkan stres. Bikin tubuh kita lebih santuy. Buatku sih, cara ini efektif banget.

Cukup dengan nonton series yang isinya banyolan kocak bisa bikin ngakak terpingkal-pingkal sampai sakit nih perut. Aku pilih series karena durasinya yang bisa awet kunikmati sepulang kerja. Pilihan dari Netflix banyak tuh. Tinggal pilih mana yang sinopnya sreg aja sama mood.

How’s Everything Going?

Apa kabarku hari ini? Ini adalah pertanyaan ajaib. Coba deh tanyakan ini pada diri sendiri. Misal, kita susah nih jujur pada orang lain gimana suasana hati dan kondisi sendiri hari ini, tapi jangan sampai membohongi diri sendiri.

Berpura-pura semua baik-baik saja padahal yang terjadi adalah sebaliknya itu nyesek kan bro and sis. Seharian tuh nutupin kegalauan dan kelelahan sendiri cukup sudah, setidaknya jujur sama diri sendiri akan melegakan.

Terbuka dan jujur dengan diri sendiri adalah upaya pertama untuk mencintai diri kita. Menanyakan kabar itu cara paling mudah, namun pasti sangat jarang kita lakukan. Aku pun baru menyadari ini. Sekadar menyapa diri kita setelah seharian melalui hari yang penat dan berdamai dengan hati yang empet agaknya seperti rasa penghargaan kecil pada diri sendiri telah bekerja keras hari ini.

So, don’t forget to ask yourself how was your day.

7 Comments

    • Navia Yu

      Hi Mas Afif! Trims nih dah mampir. Trims juga dikasih semangat gini. Hehehe aku nggak kepikiran loh sama platform itu. Sarannya bakal ditampung, trims lagi. Eniweh, salken ya^^

  • Dewi Ratih Purnama

    Aku sering ngerasa kaya gitu juga mba, lelah dan lesu, walopun udah tidur, ngga ada motivasi mau ngapain, ternyata namanya fatigue ya. Biasanya klo kaya gitu, aq milih rebahan aja, ga maksain mikir apa2 walopun sebetulnya pingin ngerjain macem-macem

    • Navia Yu

      Hi Mb Dewi! Iya kan, mungkin kita semua pernah ngalamin gini. Sama sekali nggak ada motivasi buat lakuin hal yang padahal pengen banget dilakuin. Menurutku juga gak papa kan ya kita nurutin maunya badan. Semoga nggak terlalu berlangsung lama aja. Hehehe btw, salken ya mb ^^

  • Just Awl

    Aku sering banget ngalamin fatigue begini nih, apalagi di masa-masa awal pandemi. Kondisi ini diperparah dengan kenyataan bahwa aku seperti itu bukan karena habis melakukan pekerjaan berat. Tapi entah kenapa rasanya lelaah aja, mungkin karena pikiran kita diporsir untuk memikirkan berbagai hal yg berat dalam waktu berdekatan.

    Anyway, semoga kondisi km segera kembali prima ya, Nav! Stay healthy and take care!🤗

    • Navia Yu

      Betul betul betul! Pikiran kita juga butuh istirahat sejenak kan Awl. Kalo dipaksa sekaligus untuk ini dan itu mumet deh tuh. Langsung cepat sekali merasa lelah. Hehehe ini moodku dah balik koq. Makasih ya Awl 🤗

  • A Dreamer

    Congrats mba Navia, atas sempro onlennya, even udah telat banget ya? Hahaha. Tapi aku masih mau ngucapin 😂😂.

    Dulu pas skripsian aku sering juga ngerasa begini mba, tambah lagi saat pandemi gini, and than you atas informasinya, karena aku baru tahu bahwa ini namanya fatigue. Dulu, kalau lagi ngerasa gini hal yang saya lakuin juga nonton mba, tapi bukan komedi hehehe, malah nontonin film action dan thriller, dunno why nonton kedua genre film itu selalu bisa mengembalikan mood, karena aku suka sama perasaan deg-degan yang ditimbulkan film tersebut. Even udah berlalu, semangat terus mba Naviaa semoga bisa baik-baik saja di situasi yang tidak baik-baik saja ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *