Monologue

I Am Positive For COVID-19

Ntah harus mulai dari mana, tapi sampai saat ini aku tidak tahu bagaimana bisa aku Positive Covid-19. Aku percaya bahwa virus tersebut memang ada tapi aku yakin bahwa virus itu tidak berbahaya seperti yang diberitakan oleh media. Sampai akhirnya aku harus mengalaminya sendiri.

Baiklah, Jadi tepat pada hari minggu tanggal 18 Juli 2021 saat menjelang siang hari, aku merasakan badanku deman dan panas tinggi. Aku merasa bahwa ini adalah deman biasa yang terjadi karna aku memiliki gejala tipes dan ini sudah 14 hari setelah aku divaksin, jadi aku tetap merasa tidak ada yang salah.

Siang hari ketika badanku panas, aku minum paracetamol dan dalam beberapa jam suhu tubuhku turun tetapi dalam beberapa jam kemudian tubuhku menjadi sangat panas kembali, maka dari itu aku minum paracetamol secara berkala.

Aku masih bisa merasakan makanan yang kumakan dan pada saat malam hari tubuhku kembali panas dan tidurku tidak nyenyak. Aku banyak sekali meminum air putih karna tenggorokanku terasa sakit dan juga kering, aku juga batuk dengan sangat kencang.

Mungkin ini adalah puncak dari Covid-19 yang kualami, tapi aku tetap santai dan berpikir positif. Keesokan harinya, aku juga tetap memutuskan masuk kerja dan izin pulang pada siang hari karna tubuhku masih panas dan badanku sangat lemas.

Saat lebaran Idul Adha aku hanya di rumah saja. Aku sudah benar-benar kehilangan indra penciuman dan juga perasa makanan, apapun yang kumakan tidak memiliki rasa lagi. Tapi, seluruh tubuhku sudah fit dan suhu tubuhku sudah kembali normal.

Aku kembali lagi ke kantor besoknya dan masih sering batuk-batuk. Kemudian dari pihak kantor mewajibkanku untuk melakukan test swab antigen. Mau tidak mau akhirnya keesokan harinya aku melakukan test di rumah sakit dan hasilnya positif.

Aku sudah menduga dan tidak terlalu kaget, mereka menyarankanku untuk melakukanPCR test tetapi aku menolak dan lebih memilih untuk ke rumah dan melakukan isolasi mandiri.

Akhirnya aku menelpon HRD dan mengirimkan bukti bahwa aku positif dan harus stay at home selama 10 atau 14 hari kedepan. Mungkin setelah mendapatkan indra penciuman dan perasa kembali aku wajib melakukan PCR test agar bisa bekerja lagi di kantor.

Sampai saat ini tidak ada gejala serius dan obat yang kubutuhkan hanyalah paracetamol dan juga obat batuk. Biarpun makanan tidak ada rasa sama sekali, tapi aku tetap makan agar tubuhku tidak lemas dan tidak lupa juga untuk makan buah dan minum vitamin C.

Aku yakin setalah 10 atau 14 hari ke depan aku akan sehat dan kembali normal seperti biasanya. Aku tidak merasa stress dan sejujurnya aku sangat menikmati isoman ini karna aku memiliki banyak waktu untuk rebahan dan menonton Netflix! Tidak ada rasa bosan sama sekali.

Aku mengganggap bahwa ini adalah waktu istirahatku karna aku terlalu sibuk bekerja dan sangat stress dengan pekerjaanku. Jadilah, aku sangat menikmati waktu karantinaku di rumah!

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *