I am Still Alive
Youth

I Am Still Alive

Halo bestie! How are you doing? Apakah sudah terbebas dari drama-drama in lyfe?

Maafkan aku yang tenggelam dalam masa galau yang begitu kelam, panjang berkelanjutan. Ada gulungan ombak dan terjangan hebat puting beliung di zona nyamanku. Tapi aku masih bernapas walau sedikit berat dihantam tekanan hidup.

Tulisan ini akan menjadi sebuah curhatan hakiki dari printilan pahitnya perjalanan ngeblogku yang stuck. Aku hiatus dan menepi bukan berarti aku melenyapkan hobi menulisku. Aku hanya membuat jeda yang memang tidak kuberi batasan waktu berakhirnya untuk kembali mengelola blog ini.

Seperti yang kalian tahu, blog ini dulu dirintis berdua, aku dan Icha. Namun karena kemelut yang timbul tahun lalu, kini tinggallah aku seorang diri yang sepenuhnya mengelolanya. Ketika aku mencoba untuk membentuk habit produktif menulis lagi, otakku jadi lemot menyusun diksi dan jari-jari juga ikutan kaku. Tulisan-tulisan mandek, tidak kunjung dirampungkan dan tidak ada satupun yang berani ku-publish.

Saat senggang aku jadi terlalu malas membuka laptop dan menulis atau sekadar memanfaatkan waktu untuk membaca dan mengumpulkan bahan menulis. Aku malu mengakui terjadi kemunduran dalam hal produktifitas harianku. Banyak masalah yang singgah yang harusnya dapat kujadikan ide untuk tulisan-tulisanku. Tapi tidak kurealisasikan. Aku berkutat dengan permasalahan self management yang ancur-ancuran. Astaga… betapa memalukan dan nelangsanya diriku.

Aku menolak kalah dan mundur. Aku sungguh lelah dengan realita tapi aku tidak ingin serta merta menyerah. Aku berusaha mempertahankan blog ini, namun aku pun sedih tidak ada upaya untuk terus membuat blog ini kembali berdenyut hidup begitu lamaaaa.

Hal-hal kecil seperti ketenangan yang kudapat saat aku bisa nyalurkan segala macam bentuk emosiku ke dalam tulisan menyadarkanku ada ruang hampa yang dulu terisi. Selama rehat aku masih sesekali mengecek komen-komen yang masuk dan beberapa ucapan terimakasih dari para pembaca laksana sebuah penyejuk di tengah tandusnya blogku yang mati suri.

Oke, berakhir sudah masa istirahatku menulis. Sebenarnya, aku sudah mempersiapkan beberapa rencana untuk mengembangkan kembali blog tercintaku. Dan semoga masih ada pembaca setia blog yang mau mensupportku di sini.

Aku akan membuka pintu bagi penulis yang mau mengirimkan tulisannya ke blog ini atau berkenan menjadi penulis tamu juga di blog ini, mari dipersilahkan. Untuk itu bagi para pembaca yang ingin support kelangsungan blog ini dan sekaligus untuk reward/ gift buat para penulis tamu dapat berkontribusi sukarela saja melalui dompet digital di bilah kanan. Ke depannya, aku pun juga punya ide untuk buat channel blog di telegram. Coba komen dong untuk ide tersebut, berikan kritik dan masukannya untuk hal yang perlu kuperbaiki atau tingkatkan dari berbagai sisi blogging. Komennya juga bakal bantu aku untuk mulai aktif blogwalking lagi sekaligus cek ombak deh. Danke Shon!

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *