Monologue

I Have a Plan, but God also Have a Plan for Me

Waktu masih kecil, aku sudah memiliki rencana jika sudah dewasa ingin menjadi apa. Aku sudah memiliki plan yang akan aku lakukan ketika sudah dewasa nanti, dan aku dengan yakin akan mewujudkannya dengan mudah.
 
Tapi, pernah enggak sih, kalian sudah membuat rencana dengan matang dan antusias banget pokoknya, eh, malah berantakan atau jadi enggak sesuai rencana? Pasti pernah, kan? Itu rasanya nyesek banget sampe ke ubun-ubun!
 
Ketika masih di senior high school aku berencana untuk menikah di usia muda yaitu 21 tahun. Kemudian ketika aku sudah berusia 21 tahun aku sedang sibuk kuliah, mengerjakan laporan akhir dan tidak kepikiran tentang rencana untuk menikah. Jelas saja, bahkan aku saja belum menemukan orang yang tepat.
 
Setelah Lulus kuliah, aku memiliki rencana agar langsung mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar dengan gaji yang besar. Tapi apa, aku harus menunggu kurang lebih selama enam bulan untuk mendapatkan pekerjaan pertamaku dan dengan gaji yang minim. Ini di luar rencanaku.
 
Pada bulan Agustus tahun ini, aku dan temanku berencana untuk pergi berlibur bersama. Tapi, pada saat hari H tiba temanku terlambat datang dan dia tidak bisa check-in hingga terpaksa ditinggalkan pesawat, mengharuskan aku untuk pergi berlibur sendirian. Lagi-lagi, tidak sesuai dengan rencanaku…
 

“Aku memiliki rencana baik untuk hidupku sendiri, sampai aku lupa bahwa, aku punya Tuhan yang juga memiliki rencana yang jauh lebih baik untukku…”

 
Pernah nggak kalian memikirkan kenapa itu bisa terjadi? 
 
Setelah semua hal itu terjadi, aku menyadari sesuatu yang membuatku mengerti, bahwa Tuhan telah menetapkannya begitu. I Have a Plan but God also Have a plan for me!
 
Ketika mengingat masa laluku dan meninjau plan yang  tidak berjalan sesuai rencanaku. Aku membayangkan skenario bagaimana jika semua plan malah terjadi sesuai dengan rencanaku?
 
Aku akan menikah di umur 21 tahun. Itu bearti aku akan menjadi seorang istri dan masa mudaku harus tutup buku – selesai. Aku sudah memiliki lembaran hidup baru dan pastinya harus berpikir lebih dewasa lagi dan berpikir kedepan. Karena hidupku bukan cuman hanya aku, melainkan ada suamiku. Prioritasku akan ikut berubah.
 
Bila aku mudah saja mendapatkan pekerjaan pertamaku dan menerima gaji sesuai  harapanku. Maka aku tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya berjuang. Bagaimana rasanya ditolak perusahaan berkali-kali dan bagaimana rasanya belajar bersabar dalam menjalani hidup. Belajar menghargai apa pun yang kuterima.
 
Dan yang terakhir, jika aku jadi pergi berlibur bersama temanku. Kami akan mengambil banyak foto saat liburan dan bercerita banyak hal. Sedangkan, aku tidak akan pernah mendapatkan banyak pelajaran hidup dari peristiwa itu.  Merasakan bagaimana serunya pengalaman berlibur sendirian, berada sendirian di tengah banyaknya orang dan tidak ada yang mengenalmu, belajar bagaimana caranya bersosialisasi di kehidupan nyata, dan belajar mengatasi kepanikan kehilangan passport di negeri orang.
 
See? Rencanaku terdengar hebat. Tetapi rencana Tuhan untukku jauh lebih luar biasa lagi. Aku tidak akan pernah tahu bagaimana jika semua itu hanya berjalan sesuai rencanaku tanpa ada kuasa Tuhan yang ikut campur tangan di dalam rencanaku.
 
Hingga hari ini aku bersyukur untuk hidup yang telah kulewati dan hidup yang kujalani sekarang. Jadi, buat kalian yang sudah membuat rencana yang menurut kalian sudah sangat spektakuler, percayalah bahwa rencana Tuhan jauh lebih menakjubkan!

5 Comments

  • Just Awl

    I feel the same way! Rencana terakhir yg aku buat itu beberapa bulan lalu, sebelum corona dateng ke Indonesia, aku mau lulus tepat waktu dan bisa sidang sebelum bulan Agustus, tp yg terjadi sebaliknya. Covid-19 hits Indonesia, semua pekerjaan dialihkan ke online, termasuk bimbingan. Tapi skripsiku tertunda empat bulan lamanya karena penelitian yg mengharuskan aku ambil data di lapangan sangat gamungkin aku lakuin di situasi pandemi kyk gini. Masih ada waktu dua bulan sih buat ngejar sidang agustus, tp mustahil rasanya kalau mulai dari awal bisa selesai tepat waktu. But yeah, i’ve got so many lesson to learned. Walaupun skripsiku gak lancar, at least aku lebih banyak refleksi diri dan banyak belajar tentang hidup, yang pasti rencana Allah memang lebih indah:’)

    • Ichaasa

      Wah, plannya beneran berubah ya! tetep semngat ya buat kamu dan percaya bahwa Allah sudah siapkan plan yang jauh lebih baik^^

    • Navia Yu

      Aku paham apa yang kamu rasain. Hiks skripsi aku juga geraknya slow bener. Bener kata kamu rada pesimis mo ngejar agustus. Semangat ya buat kita pera pejuang skripsi. 🙂

  • Vita

    Dengan bertambahnya usia dan semakin bertambahnya pengalaman hidup, kita semakin sadar bahwa manusia berencana, Tuhan menentukan itu benar adanya. Tampaknya terkadang mengecewakan tapi jika menerimanya dengan lapang dada, sooner or later kita akan tahu bahwa semua adalah pilihan Allah SWT yang terbaik buat kita.

    • Ichaasa

      hehe bener bangget kak! pengalaman mengajari kita banyak hal ya, kalau nggak sesuai rencana nggak masalah. tapi tetep terus berusaha^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *