ma mood when had srew up
Monologue

If You Mess Up at Work

Beberapa hari lalu, saat aku lagi fokus-fokusnya, aku di kagetkan oleh salah satu rekan kerja yang nyebelin. Dia itu bertanya tetapi dengan suara yang lantang. Ini membuat membuat mood seketika rusak dan kepalaku jadi ikutan pusing.

Rekan kerja ku bertanya apakah yang dia kerjakan sudah benar atau belum. Soalnya yang dia kerjakan ini bakal jadi dasar membuat laporan penagihan untuk diserahin ke atasan. Aku menjawabnya dan menjelaskan dengan tutur kata yang baik dan sopan, bahwa yang dia kerjakan sebenarnya salah.

Lantas, aku juga memberitahunya letak salahnya dimana. Tapi apa, dia malah berdalih dan malah menyudutkanku dengan berteriak bahwa yang salah itu aku. Dia bilang itu terjadi karena kesalahan pada surat yang kubuat.

Well, secara patience is a good thing adalah hal yang masih kucoba terapin. Aku hanya terdiam menggelengkan kepalaku yang sakit oleh perkataannya. Lalu aku menyarankannya untuk bertanya kepada supervisor dan area manager agar permasalah ini selesai.

Jelas saja, dia langsung meninggalkanku dan menceritakan permasalahan tersebut kepada supervisor dengan suara yang juga lantang dan ikut menyalahkan sang supervisor karena dia pun mencontoh surat yang dikeluarkan oleh supervisor.

Berbeda denganku, mbak-mbak supervisor ini terkenal paling galak seantero kantor. Jadilah, mereka beradu argumen dan aku hanya bisa tersenyum kecut mendengarkan perdebatan mereka.

Setelah luas dan lebar perdebatan itu berlangsung, ujungnya pun tidak menemukan sulosi permasalahan ini. Akhirnya, area manager dilibatkan untuk turun langsung memberikan solusi. Dia menyelesaikannya dengan kepala dingin.

Saat aku dipanggil menghadap untuk menjelaskan apa yang terjadi, aku mengatakan kebenaran yang ada dan pak manager seketika langsung mengangguk mengerti. And all done, problem solved.

Aku tahu, tidak ada orang yang suka disalahkan. Yang aku tidak habis pikir adalah kenapa rekan kerjaku ini tidak mengakui saja kesalahan yang dia buat. Malah menyalahkan orang lain, tidak mencari bantuan dan solusi dari kesalahannya sendiri. Kenapa juga dia malah beralasan membuat orang lain terlihat salah?

Sangatlah wajar untuk kita semua berbuat salah dan tentu mesti mengambil hikmah dari setiap kesalahan yang kita perbuat itu. Bukannya merasa tidak terima dan mencari kambing hitam yang pas untuk disalahkan. Hell NO! This is totally wrong!

Bukankah it’s ok if you made a mistake. Kita adalah manusia yang tak luput dari kesalahan. It’s better to be upfront and just apologize for it. When you try to avoid apologizing, people will assume you don’t know how to take responsibility for solving the mistakes you made.

Menurutku jika memang telah melakukan kesalahan mengapa tidak mengakuinya dengan jujur dan berupaya akan lebih baik lagi ke depannya agar terhindar dari kesalahan yang sama. Itu membuat kita lebih bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita perbuat.

Dear, it’s absolutely fine to screw up and feel bad sometimes. Everyone made mistakes! kemarin, hari ini dan besok kita pasti tidak akan luput dari kesalahan. Hanya saja, kita harus berani untuk menyelesaikan masalah tersebut. Lalu jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama.

Jadi, kesalahan kerja apa yang pernah kalian perbuat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *