Monologue

Kala Lebaran Sendirian di Perantauan

Taqabbalallahu minna waminkum. Selamat merayakan lebaran kawan-kawan. Have a blessed Eid Mubarak!

First of all, sincerely apologize for all my wrongdoings whether it was intentionally or otherwise.

Nuansa Hari Raya Berbeda

Alhadulillah kita masih dipertemukan dengan Idul Fitri 1441 H.  Definitely the most unforgettable Eid so far, right? Tentu saja kita merasakan lebaran tahun ini sungguh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kehebohan suasana lebaran yang lazim terjadi tidak kita temukan di tahun ini. Tidak ada pawai takbiran yang meriah, tidak ada baju baru, mungkin banyak juga yang meniadakan sholat Ied berjamaah di masjid dan sebagian para perantauan tidak bisa pulang kampung. Dengan segala keterbatasan yang menjadi perhatian, kita semua masih memungkinkan menikmati santapan hidangan khas hari raya. Rasa syukur tak terhingga yang kita dapatkan dari banyaknya bersabar dan mengalah dalam kondisi yang sulit ini. We have learned a lot of things from this pandemic.

Gagal Mudik

To be honest, separuh perasaan sendu tak mampu kusembunyikan hari ini. Ini pertama kalinya aku melewati hari raya sendirian di kamar kosan tanpa kehangatan keluarga. Tahun depan juga belum tentu bakal ada kesempatan lebaran bersama keluarga karena bila sesuai rencana dan Allah mengizinkan aku bakal melewati lebaran di belahan bumi lain. Jadinya aku pun galau mengenang momen setahun lalu.

Biasanya suasana lebaran begini akan ada ritual sungkeman sepulang dari masjid, selanjutnya sesi foto keluarga yang buatku beneran langka bisa berfoto sekeluarga hanya setahun sekali ya cuma di momen seperti ini. Sesedih itu sih aku tiap kali melihat postingan teman-teman yang beruntung berbahagia merayakan hari raya bersama keluarga.

Lebaran Zaman Now

Namun, juga tidak sedikit teman dan rekan di tanah rantau yang senasib denganku, hanya bisa posting tangkapan layar dari silaturahmi online. Perasaanku pun jadi campur aduk. Sedih pasti, khawatir iya, kesepian jangan ditanya, dan kangen juga. Walau pun rindu tetap membelenggu, tapi katakanlah cukup melegakan melihat tawa keluarga di seberang sana yang dengan suka cita merayakan hari pertama lebaran. Yang jelas mereka sehat-sehat di sana udah bikin senyum sumringah aku di sini. Sekalian melatih diri buat ngadepin lebaran tahun depan.

Momen Lebaran Ala Anak Kos

Nyak Babe tenang aja, anakmu baik-baik saja di sini. Paling tidak aku tidak sebatang kara jadi penghuni kosan yang tersisa. Jadilah, tidak begitu menyedihkan berlebaran kumpul bertiga. Senang rasanya dikelilingi orang-orang yang peduli dan berbaik hati ngirimin makanan ke kosan. Anakmu jadi lebaran juga di tanah rantau. Meskipun kami nggak nyiapin kue-kue kering khas hari raya, tapi tetap nyantap sedapnya ketupat dan rendang pagi tadi. Ditambah lagi makanan khas Palembang melengkapi lebaran ala kadarnya anak kosan. Alhamdulillah atas segala nikmat-Mu Ya Allah.

Santapan raya anak kos
Santapan Raya Anak Kos

Just enjoy our Hari Raya this year. So again, Happy Eid Al Fitr everyone!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *