Monologue

Kapan Punya Pacar?

Beberapa waktu lalu, saat sedang menunggu data yang kuminta dengan rekan kerja di kantor, aku memperhatikannya sibuk dengan layar komputer sedangkan aku berdiri di sebelahnya, menunggu prinan selesai. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba dia bertanya “kamu punya pacar, kan?” Seolah-olah kami cukup dekat untuk menanyakan hal pribadi seperti itu.

Aku nggak percaya dia mengajukan pertanyaan seperti itu. Aku pura-pura nggak dengar “apa mbak?” sahutku untuk memastikan bahwa aku tidak salah dengar. “Kamu pasti punya pacar, kan?” ulangnya lagi.

Aku terkekeh sembari menjawab “Ya ada, mbak.” Lalu dia mengganguk mengerti. Mungkin puas menerima jawaban dariku. “Bagus deh kalau sudah punya pacar” katanya sembari memberikan data yang kuminta. mengucapkan terima kasih dan bergegas kembali keruang kerjaku.

Sebenarnya aku ingin sekali menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur, nggak ada, mbak. Tapi, jika aku menjawab dengan jujur aku tahu resikonya. Orang-orang kantor mah rese. Mereka pasti akan bergosip dan membicarakan diriku kenapa belum memiliki pacar.

Mereka juga pasti akan membanding-bandingkanku dengan beberapa orang di kantor yang seumuran denganku, tapi sudah menikah ataupun memiliki rencana menikah tahun ini.

Kami sudah pernah menulis bahwa being single isn’t a big deal. Bukan masalah tidak memiliki pacar di usia yang sudah cukup dewasa ini. Aku malah sungguh menikmatinya. Kesendirian juga bukanlah hal yang menyedihkan. Banyak banget loh kegiatan anti jones yang bikin bahagia.

Tetapi, sering sekali orang-orang di lingkungan kita yang membuatnya menjadi tidak nyaman. Mengajukan hal privasi begitu ada tempatnya. Makanya aku lebih memilih memberikan jawaban aman.

Aku tidak senang mereka selalu ingin mengomentari dan mengurusi hidupku. Ini jelas bukan jadi urusan mereka. Aku tidak ingin mereka terlalu jauh mengetahui kehidupan pribadiku. Bagiku mereka bukan teman dekat, hanya sebatas rekan kerja yang penuh drama.

Teman-teman dekatku jelas tahu kalo aku belum punya pacar. Mereka tidak pernah mengolok-olokku tentang hal itu. Justru mereka hanya sering mendoakan dan memberi nasihat yang baik agar tidak terlalu buru-buru dalam menjalin hubungan.

Aku nggak ngerti kenapa orang-orang di sini suka sekali mengurusi hidup orang lain. Kenapa nggak refleksi hidup mereka sendiri? Lebih baik kita konsen mengurusin hidup kita sendiri.

It’s okay to wait for the love you deserve, do not compromise or settle because of loneliness.

Aku yakin, hal seperti ini bukan hanya dialami oleh diriku saja. Pasti banyak juga orang di luar sana yang sama sepertiku. Kalo boleh memberi saran sih, mending ambil sikap bodo amat dan tidak perlu risau dengan jawaban kita yang nggak jujur. Cara efektif ngurangin mereka yang suka julid sama hidup orang.

Kembali ke pertanyaan awal, jadi kapan kamu punya pacar? Jawabanya adalah waktu aku siap memulai hubungan dengan seseorang. Aku rasa nggak perlu harus punya pacar hanya demi status semata di hadapan teman-teman kita yang sudah punya pasangan.

Your life is yours!

14 Comments

  • Lia The Dreamer

    Setuju!! Your life is yours. Nggak usah peduliin sama orang lain yang suka nanyain hal kayak gitu. Kadang memang nyelekit, apalagi kalau dari orang yang nggak terlalu dekat. Tapi hidup kita, pilihan kita. Nggak bisa selamanya mikirin perkataan orang lain. Iya kan?

    I hope whether you are being single or in a relationship, you are always happy 😊

  • Mila Journeys

    Bener banget kak risih banget kalo orang yang nggak deket2 banget nanyain privasi kaya gini? Giliran di jawab nggak karena emang nggak mau aja pasti bertanya lagi “Loh kenapa? Masa sih nggak punya? Alhasil cuma diem aja biar dia juga diem. Males memperpanjang juga. Seneng banget kayaknya ngubek privasi orang lain. Mungkin sama kali ya pertanyaan sejenis kayak “Kapan lulus?” “Udah dapet kerjaan belom? dan sebagainya. Sekarang harus banyak-banyak belajar bodo amatan hehe

    • Ichaasa

      Pada kepo urusan hidup orang lain ya, padahal kita asik – asik aja nggak punya pacar πŸ™‚ semangat terus!
      terima kasih sudah berkujung^^

    • Ichaasa

      Bener banget, pertanyaan pasti nggak ada habisnya. sekarang nikmati hidup aja πŸ™‚
      terima kasih sudah berkunjung^^

  • Putri Kurniawati

    Sebenernya hidup kita akan fine2 aja dengan segala keputusan kita. Asalkan gak ada komentar2 usil dari orang lain.

    Yg bikin mendadak ragu untuk menjalani kehidupan berdasarkan ‘idealis’ kita kan ya celotehan dari orang2 itu.

    Gpp kok masih single di usia matang. Toh nikah itu patokannya bukan usia. Well, memang sih pemerintah lewat BKKBN ngasih tau usia ideal. Tapi kan itu anjuran, bukan suatu keharusan.

    Menikah lah ketika udah siap. Bukan karna didesak orang2 yg gak jamin bikin hidup kita bahagia. Semangat πŸ™‚

    • Ichaasa

      Iya, kita sibuk menikmati hidup kita. tapi, orang lain juga sibuk kasih komentar. padahal kita nggak butuh πŸ™‚
      Terima kasih sudah berkunjung ya^^

  • CREAMENO

    Ada-ada saja pertanyaannya πŸ˜… padahal hal seperti itu sudah seharusnya nggak perlu dipertanyakan especially menyangkut privacy personal ~πŸ™ˆ

    Semoga yang tanya jadi sadar dan nggak bertanya yang aneh-aneh lagi ke depannya. Atau kalau next time ada yang bertanya, mba jawab, “Mau tau banget atau mau tau saja?” 🀣

    Semangat ya, mba ❀

  • Justin Larissa

    Hai Ichaasa. Kami juga punya permasalahan yang sama cuman beda jenis aja. Kami dulu sering ditanya soal ‘Udah isi belum’, ‘Emang nunda punya anak ya’, ‘Udah berapa tahun nikah sih’, dll. Menyebalkan memang, tapi kayaknya kalau dijawab bohong, di hati malah gak plong gak sih? Saya pribadi lebih suka dibecandain (kayak rekomendasinya Creameno), jawabnya juga dengan intonasi bahwa jawaban saya gak salah dan baik-baik saja. Karena yang harusnya malu bukan kita yang ditanya, tapi yang nanya.

    Chin up ya!

    • Ichaasa

      wah, makin dewasa makin beda – beda lagi ya pertanyaan nya! enggak kebayang ntar pasti ditanya kayak gitu! makasih tips nya kak Justin dan Larissa.
      semoga kita semua bisa mengatasi pertanyaan – pertanyaan yang kayak gitu tanpa menyinggung siapa pun yay^^
      terima kasih sudah berkunjung kak!

      cheers xD

  • Vita

    Dulu aku sempat mempertanyakan hal itu juga,”Kenapa sih kepo masalah pribadi orang lain?” tapi seiring waktu aku sudah gak peduli lagi. Mungkin orang yg nanya itu just make a conversation bisa jadi dia juga sedang nyari teman sepenanggungan ‘gak punya pacar club’ atau bisa jadi dia sebenarnya kurang bahagia dengan kehidupannya yang sudah tidak berstatus single sehingga mencari2 alasan dari ketidaklengkapan orang lain. Oh dia gak punya pacar, masih mending sy dong punya.. kayak gitu.
    Ada2 aja sih memang, tapi ya sudahlah.. sekarang aku nanggepin gak pake emosi lagi. Hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *