Petronas Twin Tower
Joy

Kehilangan Paspor di Negeri Orang

Panik Tingkat Semesta

Perasaan aku tuh seneng banget bakal pergi ke negera tetangga. Itinerary sudah rapi dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Teman-teman baru di sana juga sudah kuhubungi biar gak tersesat.

Tapi, bagaimana jika semesta berkata lain?

Bagaimana jika rencana yang luar biasa indah malah berubah mengerikan?

Parahnya lagi, ini pengalaman pertamaku pergi ke Kuala Lumpur sendirian karena teman seperjalananku ditinggal pesawat (x_x) dan di luar ekspektasi bakal kehilangan dompet bersama pasporku di negeri ini!

Kalian bisa banyangin gak, sih?

Niatnya mau liburan dan having fun tapi malah harus berhadapan sama kekacauan yang bikin kepala mumet gak karuan. Liburan yang dalam bayanganku bakalan foto-foto cantik untuk menuhi snapgram sepanjang waktu berubah seketika menjadi THE WORST HOLIDAY EVER WITH A HOLY BIGGEST PROBLEM!

Panik? Jelas, itu gak bisa dibohongi. Gimana caraku bisa pulang kalau begini? Mau nangis juga ada. Padahal baru sampai di Tanah Jiran itu beberapa jam doank and this shit happened. Bingung banget aku saat itu. Gak tahu gimana mendeskripsikan perasan galau yang setengah hidup aku alami sendirian di negeri orang pula. Otakku dipaksa bekerja ekstra buat mikir untuk menyelesaikan masalah ini gimana.

Oke, namanya juga hidup, nggak ada yang bisa prediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Percayalah, di balik semua ini pasti ada hikmahnya.

Tulisan ini aku buat teruntuk kalian yang mungkin saja (tapi aku tidak berharap ini terjadi kepada kalian) lagi traveling dan tiba-tiba kehilangan dompet termasuk paspor juga di dalamnya. Aku hanya ingin berbagi bagaimana caraku melewati cobaan ini dan gimana prosesnya hingga aku bisa pulang ke rumah.

Here we go!

Jangan Panik

Bullshit!!!

Hal pertama yang aku lakukan setelah sadar pasporku hilang adalah nangis! Yeah nangis kayak bayi. Aku nangis, bingung dan speechless. I didn’t know what to do. Nangis sendirian kayak orang bego. Gak masalah nangis itu manusiawi, kok. Luapin dulu aja, biar bisa mikir jernih. Serius, kalau dipendam malah bikin dada sesak, tubuh lunglai seketika dan otak lumpuh gak bisa mikir. So, ini wajar sih. Hehehe…

Setelah nangisnya cukup, waktunya fokus. Aku coba ingat-ingat lagi di mana menyimpan paspor. Aku meletakan semua barang bawaanku dan memeriksanya lagi. Sulit kupercaya pasporku beneran hilang.  Hampir sepuluh menit aku memeriksa dan menggeledah seisi tasku di dalam sebuah mall sendirian. Namun, hasilnya tetap nihil. Aku tetap tidak menemukannya.

Saatnya bergeser ke langkah selanjutnya.

Lapor Polisi

Segera lapor polisi!

Illustration: Author’s Gallery

Datangi kantor polisi terdekat di mana lokasi kalian tempat kehilangan paspor. Lalu, laporkan kepada mereka bahwa kalian kehilangan paspor. Polisi bakal interview kamu. Santai aja ini seperti ngobrol biasa aja, anggap aja lagi curhat sama petugas polisinya. Di sini kalian harus bisa mengingat kapan terakhir pegang tuh paspor, kilas balik lagi tempat-tempat pemberhentian dan apa yang sebelumnya kamu lakukan. Paksain logika kalian bekerja buat nyeritain bagaimana kronologis paspor kalian bisa hilang.

Kalian juga diminta untuk menunjukkan tiket pesawat kedatangan serta waktu kapan kalian akan pulang. Ini penting banget, kalian juga wajib tahu nomor paspor kalian. Minimal ada simpenan foto paspornya, atau lebih baik lagi punya kopiannya.

Sialnya waktu itu, komposisi fotoku gak biasa jadi nomornya itu kepotong di bagian ujung. Begonya lagi aku sama sekali gak ada nyiapin kopian dokumen-dokemen penting kayak gini. Jadinya, prosesnya agak ribet. So, please siapin kopian semua dokumen yang menunjukkan identitas kamu di negeri orang. Ini wajib banget untuk berjaga-jaga.

Laporan sudah diterima, barulah dapat surat keterangan hilang dari polisi. Selanjutnya, surat ini di-copy sebanyak mungkin dan jangan sampai hilang, ya!

Menuju ke KBRI di Malaysia

Illustration: Author’s Gallery

Sebelum ke sini, jangan lupa siapkan dulu kopian tiket pesawat pergi – pulang dan kalau kalian tinggal di hotel, kalian juga harus mencetak kode reservasinya. Ini juga buat memastikan kalau kalian berada di Kuala Lumpur secara legal.

Alamat KBRI di Malaysia: 233, Jalan Tun Razak, Imbi, 50400 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia.

Kalian harus menujukan surat keterangan hilang dari polisi kemudian kembali menceritakan kronologis perihal kehilangan paspor itu. Lalu, mereka akan meminta data diri, seperti nama lengkap dan tanggal lahir. Data ini akan membantu kita untuk mendapatkan nomor paspor terdaftar.

Kemudian, mereka akan memberikan data-data dari Indonesia seperti KTP dan lembar identitas paspor kita. Setelah dokumen lengkap, waktunya untuk pengambilan foto, sama seperti berfoto ketika membuat paspor. Tinggal menunggu kurang dari tiga puluh menitan.

Tralala, sudah jadi deh SPLP (Surat Perjalanan Laksana  Paspor). SPLP ini merupakan paspor sementara kalian di sana. Biaya yang kita harus dikeluarkan senilai 30RM.

Kantor Imigrasi di Putrajaya

Illustration: Author’s Gallery

Alamat : Menara Ikhlas, 17, Level 3, Persiaran Perdana, Presint 3, 62100 Putrajaya, Malaysia.

Sama halnya seperti di KBRI, di Imigrasi Malaysia kurang lebih sama. Mereka bakal minta data kita, surat keterangan hilang dari polisi, tiket pesawat datang – pulang, tempat penginapan, dan tambahan SPLP yang kita dapat dari KBRI tadi. Di sini kita juga bakal ditanya-tanyain sebentar.

Kemudian, berkas kita diambil dan kita akan mendapatkan cap masuk di paspor sementara kita. Kita juga bakal dikasih selembar Surat Keterangan yang mengharuskan kita untuk segera meninggalkan Kuala Lumpur dan sebuah Special Pass. Aku membayar sebesar 100RM untuk penanganan proses di sini x_x

Well, all done!

Kembali Ke Rumah

Akhirnya, aku bisa kembali pulang dengan dokumen tersebut secara legal tanpa hambatan. Sedikit rumit kalau kita nggak tahu syarat apa saja yang mesti dibutuhkan. Semua prosesnya selesai kurang lebih membutuhkan waktu sekitar dua hari. Intinya, nggak usah takut apa lagi kita masuk sebagai turis secara legal dan data kita memang benar, pasti semua prosesnya tetap lancar. Harus optimis bahwa segala sesuatu ada jalan ke luarnya.

Ini pengalaman baru yang benar-benar memberikan banyak pembelajaran untukku. Aku mau gak mau jadi menghabiskan banyak uang dan waktu untuk itu. Sedihnya, liburan gak lagi nikmat karena cuma begini liburan yang membuat stres dan bukan menghilangkan strees.

Mungkin aku harus mengalami ini supaya bisa sharing ke teman-teman sebagai pembelajaran, bahwa saat liburan jangan sampai lengah. Harus lebih hati-hati menjaga diri dan barang bawaan pribadi.

Selalu  berhati-hati ya, guys! Jangan sampai kejadian ini menimpa kalian. Be safe!

2 Comments

  • Dyah

    Waduh, jangan sampai terjadi lagi ya Mbak. Tapi bener sih, harus sedia foto kopi paspor dan kelengkapan lainnya. Plus, semuanya disimpan di email atau cloud. Jadi kalau sampai handphone juga hilang, masih bisa minta petugasnya buka email kita di komputernya dan lihat file-file kita.

    • Occi

      Iya kak, nggak bakal mau hal itu terulang lagi. kita harus punya semua copy file data kita biar lebih aman saat traveling. karna hal apapun bisa terjadi di negeri orang. semoga ada pelajaran yang bisa diambil buat temen- temen^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *