Intoduce to Toxic People
Monologue

Kenali Toxic People di Sekitarmu

Kamu tahu nggak gimana toxic people itu? Ntar aku kasih gambarannya biar mudah ngidentifikasi tipe orang begini. Sebelum itu, aku kasih pembuka dulu kenapa mau bahas ini. Ceritanya, dulu aku yang polos belum tahu istilah ini. Bocah kampung yang dititipin emak bapaknya sama sodara di kota ini. Dan aku baru sadarnya nih pas udah memasuki semester tua, kalau aku ternyata dikelilingi sama sodara-sodara yang kebanyakan toksik.

Ciri-ciri Toxic People

Jadi, gimana sih tipe orang toksik? Cara mudahnya buat tahu seseorang toksik itu bila kamu setelah berhadapan sama nih orang bakal kelelahan dan tak berdaya gitu. Mereka tuh kayak vampire tapi bukan ngisap darah ya, melainkan menyedot energi kamu setelah kamu melakukan interaksi dengannya. Mereka cocok juga kalau disebut mood disaster yang langsung ngerubah auramu jadi negatif.

Toxic people umumnya adalah pelaku emotional abuse, jadi ujaran mereka kebanyakan tuh seperti meremehkan, mengkritik, mengontrol, dan menyalahkan pihak lain. Kenapa disebut beracun? Karena mereka memang cendrung suka sama konflik yang bikin hari-hari kita jadi berasa berat dan tidak bahagia. Racun yang ditebarkan itu merugikan psikis kita dan bikin perasaan kita jadi tidak tenang.

Selalu ada saja obrolan atau prilaku yang mengusik pikiran dan bikin pegal hati kita. Tipe orang beracun ini sangat suka dengan drama jadi ada kalanya mereka menghalalkan beragam cara termasuk tidak sungkan mengontrol orang lain dan memanipulasi keadaan sesuai kehendak dan keinginannya. Sama seperti Mr. Right, mereka sangat menyebalkan dan egois yang jelas tidak akan terima kata tidak dari mulut orang lain.

Ada juga tipe victim syndrome yang selalu merasa tertindas gitu, selalu membagikan negative vibe yang menyeret kita ikut tenggelam dalam nestapa yang diciptakannya sendiri. Kayak dia aja gitu satu-satunya orang di muka bumi ini yang punya masalah dan minta diperhatiin. Mereka enggan disalahkan, buntutnya, mereka tidak segan menuding orang lain yang menjadi akar dari pemasalahannya.

Tidak banyak hal positif dari kaca mata mereka. Orang toksik memang sangat lekat dengan sifat negatif. Mengutip dari Forbes.com, toxic people create unnecessary complexity, strife and worst of all, stress. They drive your brain into a stressed out state that should be avoided at all costs. Forbes juga menyebutkan 10 tipe toksik yang mesti dihindari, the gossip, the temperamental, the victim, the self-absorbed, the envious, the manipulator, the dementor, the twisted, the judgemental, and the arrogant.

Tapi sebenarnya tidak semua orang negatif termasuk beracun loh. Hal yang membedakan adalah orang negatif yang biasanya cendrung berpikiran pesimis hanya pada dirinya tidak terbawa pada prilaku yang merugikan. Lain halnya dengan orang toksik yang akan menjadikian pikiran negatifnya sebagai dalih atas perbuatannya yang merugikan orang lain.

Menghadapi Para Toxic People

Sekarang kamu pasti sudah terbayang siapa saja orang-orang toksik yang kamu kenal atau bahkan dekat denganmu. Bayangkan dulu gimana capeknya aku harus berhadapan dengan racun mereka setiap hari. Benar-benar melelahkan dan hidup rasanya nggak damai. Batin aku tersiksa parah sih di masa-masa kelam itu. Fisik aku juga rasanya cepat sekali menua hidup bersama mereka. Tersiksa batin sih intinya.

Ini alasan terbesarku kenapa aku tidak betah tinggal bersama sodara dan lebih memilih jadi anak kos. Lalu aku juga sebisanya mencari alasan yang logis untuk mangkir bila harus kumpul keluarga atau diajak menghadiri acara keluarga. Atau jikalau terpaksa datang tetap saja aku nggak tahan berlama-lama berinteraksi dengan lingkungan toksik begitu.

Cara terbaik bila ingin hidup lebih tentram dan positif sih emang dengan menghindari mereka atau membatasi komunikasi dengan mereka. Buat batasan sejauh mana kita bisa menghadapi mereka. Jangan kemakan gitu aja sama ucapan dan bujukan mereka, apalagi sampai mau melakukan apa yang diperintahkan.

Coba melawan dengan paksakan lidah kita untuk say no pada mereka dan begegas menjauh bila sudah merasa tidak nyaman untuk meneruskan obrolan. Kenapa harus menjauh? Karena orang toksik akan selalu memaksa kita untuk memperhatikan mereka dengan mengerahkan gaya dan ekspresi andalan agar kita terbujuk nurut.

Begitulah jurus pamungkasku yang bisa kubagikan bila kamu harus berhadapan dengan kenalan atau orang dekat yang tergolong toksik. Silahkan sharing juga kalo mungkin kamu punya tips lainnya yang juga sering kamu pakai untuk pertahanan diri dari para toxic people.

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *