Kepercayaan dari Ortu
Writing

Kepercayaan dari Orangtua

Orangtuaku termasuk orang tua tipe yang selalu kasih izin ke manapun anaknya mau pergi ataupun percaya aja sama yang mau aku lakukan termasuk mencoba suatu hal yang baru.

Biasanya mereka bakalan selalu memberikan izin asalkan sebelumnya aku ngomong dengan jelas apa yang akan kulakukan, atau akan pergi kemana dan dengan siapa. Mereka sangat jarang menentang atau bersebrangan dengan pilihan yang kuambil.

Misalnya perkara liburan bareng teman, mereka nggak pernah ngelarang walau tanpa ada orang dewasa yang menjaga kami, soalnya ada juga beberapa temanku tak bisa ikut karena tidak diperbolehkan orangtuanya. Padahal jelas kami hanya akan pergi berlibur dan tidak akan melakukan hal aneh atau hal-hal yang menyimpang lainnya.

Emang sih minta izinnya tuh kayak nodong gitu. Jadi siasat yang biasa aku pake dengan dapatin tiket promo dahulu barulah meminta izin kemudian. Cara ini dijamin ampuh, secara udah terlanjut kebeli tiketnya.

Mereka hanya akan bertanya dengan siapa aku pergi dan pergi berapa lama. Kemudian, saat hari H mereka hanya akan berpesan kepadaku untuk berhati-hati seperti “kalau ada orang asing di bandara yang mau kasih air minum jangan diambil atau diminum ya.”

Aku juga dibolehkan untuk pulang malam dengan catatan ada teman yang akan mengantar atau mereka yang akan menjemputku. Bahkan, jika ada acara yang mengharuskan aku untuk pulang terlambat setiap hari mereka nggak bakal banyak tanya.

Aku mendapatkan kepercayaan dari orangtuaku atas pilihan yang kubuat dan aku sangat bersyukur akan hal itu. Tak heran, beberapa dari teman dekatku memiliki pikiran, nih anak disayang nggak sih sama orangtuanya, kok bebas banget bisa keluyuran. Orangtua yang selalu percaya pada anaknya bukan berarti kurang memberi kasih sayang.

Kebebasan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh orang tuaku ini juga melatihku untuk berani bertanggung jawab dengan apa yang kuperbuat dalam hidup. Secara tidak langsung mereka mengajarkan ku untuk berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ketika ada masalah aku lebih memilih untuk menyelesaikannya terlebih dahulu, setelah selesai barulah aku akan menceritakan semuanya pada orangtuaku, no secret with them.

Aku pun jadi tak segan untuk menceritakan pengalamanku kepada mereka, mulai dari teman-teman baru yang ku punya ataupun tempat-tempat menarik yang kudatangi. Aku menjadi lebih terbuka dengan kedua orangtua, menjadi lebih akrab dan lebih sering menghabiskan waktu untuk membagi cerita tentang apapun.

Keistimewaan mendapatkan kepercayaan dari kedua orangtua, membuatku berpikir dua kali bila ingin berbuat hal bodoh. Tentu saja aku tidak mau merusak kepercayaan yang telah aku dapatkan dari orangtuaku sejak dulu, bahkan di saat para temanku belum memperolehnya.

Dan buat kalian yang belum bisa mendapatkan kepercayaan dari orangtua kalian, cobalah untuk lebih dahulu dekatkan diri kepada mereka dan habiskan lebih banyak waktu bersama mereka Trust me, it works!

2 Comments

  • Justin Larissa

    Ah, ya ampun, jadi kangen mama bapak saya. Inget banget mereka sangat mendukung saya untuk kuliah jauh dari rumah. Meski awalnya mewek pas ditinggal pulang, tapi karena mereka yakin saya bakalan baik baik saja, akhirnya saya pun baik baik saja.

    Btw kalau orang tuamu wanti wanti jangan terima air minum dari orang asing, orang tua saya malah bilang “Dijagain barangnya, jangan meleng, kamu kan paling gampang dimaling orang,” hahahaha.

    • Ichaasa

      Bener banget kak! Harus cobain hal baru. Jauh dari orang tua membuat kita bisa lebih sayang lagi sama kedua orang tua, bener kan? Hehehe.
      Haha, pasti ada wejangan ya kalau mau berangkat dari orang tua💛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *