Movies,  Review

(Korean Movie) Review – Tune In for Love (2019)

Keajaiban yang Gagal Menyentuh

Details:

  • Movie: Tune in for Love (English title) / Yoo Yeol’s Music Album (literal title)
  • Country: South Korea
  • Release Date: Aug 28, 2019
  • Duration: 2 hr. 2 min.
  • Genres: Romance
  • Rating: 15+ – Teens 15 or older

Cast:

  • Kim Go Eun – Mi Soo
  • Jung Hae In – Hyun Woo
  • Jung Eugene – Hyun Joo
  • Park Hae Joon – Jong Woo
  • Kim Guk Hee – Eun Ja
  • Shim Dal Gi – Geum Yi (Eun-Ja’s daughter)

   Sinopsis:

Pada tahun 1994, pada hari pertama ketika penyanyi Yoo Yeol menjadi DJ untuk program radio ‘Music Album’, Mi-Soo bertemu Hyun-Woo. Hyun-Woo baru saja dibebaskan dari pusat penahanan remaja. Kemudian tanpa sengaja ia memasuki toko roti yang dijalankan oleh Mi-Soo dan kakak perempuannya Eun-Ja. Hyun-Woo mulai bekerja paruh waktu di toko roti tersebut.

Awalnya, Mi-Soo takut pada Hyun-Woo, tetapi mereka menjadi dekat dan memiliki perasaan satu sama lain. Sebenarnya Hyun-Woo membawa rasa bersalah yang sangat besar dari insiden fatal yang terjadi di masa lalunya. Ia dia tidak ingin membicarakan insiden itu dengan siapa pun.

Suatu hari, teman-teman Hyun-Woo muncul di toko roti dan mereka pergi dengan Hyun-Woo. Dan Mi-Soo pun menganggap Hyun-Woo tidak akan kembali lagi.

Ternyata hubungan mereka tak berakhir di tempat itu, mereka bertemu di masa depan.

 Review:

Aku terlalu berekspektasi tinggi karena reuni kedua pemeran utamanya yang sudah pernah ‘saling menyukai’ dalam drakor Goblin. Ditambah lagi dengan trailer yang dikemas lumayan manis. Tapi nampaknya aku dikecewakan oleh film berjenis melodrama yang durasinya lumayan panjang ini.

Film Tune in for Love bercerita tentang dua orang kekasih yang pergi menghilang dan bertemu kembali. Ya, premisnya beneran bagus. Dari pertemuan-pertemuan mereka yang tidak disengaja seolah emang campur tangan si takdir. Ditambah akting Kim Go Eun dan Kim Hae In sih udah usah diragukan lagi. Mereka berhasil mendalami karakter dan membawa cerita menjadi sedikit bernyawa. Perkembangan hidup karekternya juga lumayan kental terasa mengikuti pergantian masa fase kehidupan. 

Lalu, yang merusak keindahan cerita ini adalah minimnya dialog antar karakter utama. Dialog adalah yang memberikan kehidupan disetiap interaksi dari para tokoh. Entah mengapa penulis naskahnya sangat hemat kata. Sehingga kedekatan yang terbangun dari pasangan pemeran utama ini kurang intens. Terlalu lemah chemistry mereka, jadi konteks romansanya tidak sampai ke aku sebagai penonton. Karena itu selama nonton ini jadi berasa hambar.

Nilai plus yang aku apresiasi dari film ini adalah dari seting latarnya yang di awal tahun 90-an. Pertumbuhan dinamis yang diperlihatkan dari kilasan pergantian gambar kota Seoul rasanya cukup apik.  Musik yang mengalun pun bisa dinikmati dan mampu memberikan perasaan hangat.

Aku pribadi gak merekomendasikan film ini. Tapi, bila kamu ternyata emang fans sama Kim Go Eun, silahkan dicicipi saja karakter dan perannya dalam melodrama ini.

 Score:

✮✮✮

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *