Living with parents
Monologue

Living With Parents

Bulan depan umurku akan bertambah, jadi seperempat abad. Kebayang nggak sih kalau untuk umur orang Indonesia itu merupakan angka yang sudah terbilang dewasa.

Bahkan, sebagian besar teman-temanku juga sudah menikah dan memiliki anak. Mereka juga sudah tidak tinggal bersama orang tua mereka lagi dan sudah tinggal di rumah sendiri dengan suami dan anak.

Flashback sekitar tahun 2008 saat aku masih disekolah dasar aku jadi ingat, kakak perempuanku yang pertama pamit pergi meninggalkan rumah untuk mencari kerja di ibu kota. Jadilah tinggal aku, kakak perempuan yang nomor dua dan kedua orangtuaku.

Tujuh tahun kemudian, sekitar tahun 2015 saat aku masih kuliah. Kakakku yang kedua juga memutuskan untuk mengikuti jejak kakakku yakni mencari kerja di ibu kota dan mereka akan tinggal bersama di sana.

Padahal dulu, kami ada lima orang dan rumah selalu terasa ramai. Sekarang hanya bertiga, aku yang dulunya anak bungsu dan tidak terlalu mandiri harus berubah menjadi dewasa dan juga harus dapat diandalkan oleh kedua orangtua yang tidak muda lagi.

Itu juga yang membuat aku mendapatkan kepercayaan dari orangtua dan kami menjadi lebih akrab lagi. Tinggal bersama dan seperti menjadi anak tunggal merupakan hal yang menarik buatku. Semakin bertambahnya usiaku berarti mereka juga semakin bertambah tua.

Aku sangat senang diberi kesempatan untuk tetap tinggal bersama mereka. Tapi, aku juga tidak tahu sampai kapan aku akan tetap tinggal bersama kedua orangtuaku. Jujur, aku juga memiliki keinginan untuk melihat dunia yang indah di luar sana yang akan segera kuwujudkan.

Seperti halnya hubungan kakak beradik, aku juga kadang memiliki perbedaan pendapat dengan kedua orangtuaku. Tak heran saat dipagi hari saat sedang sarapan sering kali aku dan papa beda pikiran dan mama akan jadi penengah yang mengakhiri perdebatan itu.

Jika ada masalah yang datang kami selalu berunding untuk mencari solusi masalah yang ada. Sebenarnya berdiskusi dalam berbagai jenis hubungan sangat baik, termasuk dengan orangtua kita agar hubungan anak dan orangtua menjadi lebih nyaman.

Di usia ini ketika kami berpergian bersama aku yang akan jadi penjaga mereka bukan mereka lagi yang menjagaku. Aku juga yang selalu mengatakan untuk berhati-hati dan siap untuk membantu mereka jika membutuhkan sesuatu saat kami di perjalanan. Isn’t that sweet?

Sudah jadi tugas kita sebagai anak menjaga orangtua kita sekarang selayaknya dulu saat mereka selalu menjaga kita saat kecil. Waktu berputar dan kita menjadi dewasa setiap harinya jadilah ini waktu kita yang pegang tanggung jawab itu. That’s a life!

2 Comments

  • Aqmarina - The Spice To My Travel

    Hi Icha, welcome to the 1/4 abad club girl! 😂
    Kadang memang buat deg-degan ya dengan bertambahnya usia. Susah-susah gampang gitu, tapi nanti akan terbiasa kok (haha walaupun kadang aku sendiri juga belum biasa hehe). Tips tipis-tipis dariku yang 2 tahun lalu bergabung dalam club ini adalah “just take your time and learn by doing” <3

    • Ichaasa

      Hahaha iya nih kak! Udah menjadi semakin dewasa tapi merasa kayak tetep masih anak kecil dan masih belum merasa udah dewasa. Terimakasih atas tips kerennya kak! akan aku simpan, karna langsung dari orang yang sudah duluan dewasa💛💛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *