Monologue

When I Was a Kid

Flashback saat aku berumur 8 tahun yang lalu aku masih sangat ingat kejadian yang pernah terjadi di dalam hidupku ini, yaitu waktu itu sekitar aku kelas 4 atau 5 SD. Aku ingat saat itu jam istirahat dan aku sedang jajan dengan temanku yang lain. Aku cukup akrab dengan mereka karna saat jam istirahat kami selalu menghabiskan waktu bersama.

Aku yang dulu hanyalah seorang anak kecil yang tidak tahu apa – apa dan sangat merasa iri melihat mereka yang selalu memiliki kotak pensil baru, tas baru, baju baru dan sepatu baru setiap tahunnya. Bahkan mereka juga janjian untuk membeli sepatu roda agar bisa dipakai sehingga bisa main bersama disaat jam istirahat.

Kehidupanku yang terbilang cukup tidak dapat membelikanku sepatu roda, jadilah aku hanya melihat mereka bermain dan ikut tertawa bersama padahal didalam hati aku sangat iri dan ingin mememiliki sepatu roda juga.

Aku juga pernah bertanya kepada teman – temanku apakah Allah ini adil? karna kenapa hidup mereka sangat menyenangkan dan bisa membeli apa saja yang mereka mau sedangakan aku tidak? itu terlihat tidak adil bukan?

Dengan serentak dan tegas teman – temanku menjawab bahwa Allah itu adil. Mereka bahkan sedikit memarahiku karna kenapa bisa aku mempertanyakan pertanyaan seperti itu. Well, when i was a kid aku perpikir bahwa kehidupan ku itu tidak sangat tidak adil. Tapi, ketika aku sudah dewasa, barulah aku mengerti semuanya.

Ketika pertanyaan itu kembali diulang dan dipertanyakan untukku lagi, aku akan menjawab dengan keadaan yang sekarang ketika aku sudah dewasa dan memiliki Pengalaman serta perjalan waktu yang membuka pikiran ku menjadi lebih terbuka jawabannya adalah Allah sudah sangat adil, seadil adilnya.

Hal yang sangat aku syukuri adalah dimana kesehatan yang telah diberikan kepadaku, orang tua, keluarga dan teman – teman yang berada dilingkunganku. Simple, tapi tanpa adanya kesehatan semua terasa seperti sia – sia. Inilah yang harus disyukuri sebanyak – banyaknya.

Bahkan aku merasa sangat malu kenapa bisa aku tidak bangun tepat waktu untuk menunaikan ibadah subuh padahal aku sudah banyak menikmati nikmat Allah yang tidak ada habisnya.

Kehidupan yang kumiliki sekarang sangat cukup dan benar – benar diluar rencanaku karna aku tahu I Have a Plan, but God also Have a Plan for Me. When I Was A kid sangatlah wajar kenapa aku bisa iri hati dengan teman – temanku yang memiliki segalanya dan bisa membeli apapun yang mereka mau. Karna aku masih anak kecil yang tidak tahu apa – apa.

Ada banyak hal yang telah aku lalui dan aku juga telah banyak bertemu dengan banyak orang, dan aku benar – benar harus merasa bersyukur dengan kehidupan yang telah aku miliki saat ini.

Masa lalu mengajarkan aku banyak hal agar dimasa depan aku harus lebih berhati – hati lagi dan tentunya untuk tetap berjuang agar bisa mengapai mimpi yang dulunya aku kira aku tidak bisa tapi hal itu bisa saja terjadi ketika kita mau berusaha dengan sungguh – sungguh.

When i was a kid everything felt impossible. But when i grew up everything felt real xx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *