Monologue

Menjadi Dewasa itu Asik

Kalian masih ingat nggak memori saat masih kecil?  Saat kalian masih di TK atau saat duduk di bangku SD. Aku mengingat beberapa hal yang membuatku tertawa manis dan gemas saat mengenang masa tanpa dosa itu. Karna masa-masa seperti itu tidak akan pernah kita jumpai lagi saat kita semua menjadi dewasa.

Kita harus berjuang untuk hidup diusia yang bukan bocah lagi. Usia dewasa yang menurut kebanyakan orang tidaklah mudah dan malahan tidak sedikit yang inginnya menyerah saja, benarkah seperti itu? Apa kah menjadi dewasa sangat tidak enak dan menakutkan seperti yang orang katakan?

Saat aku di taman kanak-kanak aku masih tidur dengan kedua orangku. Setiap pagi hari saat ingin pergi mandi, ayahku selalu membangunkanku dan mengantarku pergi ke kamar mandi untuk mandi, menggendongku dan aku duduk di belakang pundaknya yang gagah dengan mata yang masih mengantuk. Hal itu dilakukan ayahku dengan sabarnya sampai aku mulai pakai rok merah.

Biasanya aku berangkat sekolah diantar ayahku tapi, kami tidak langsung pergi ke TK, melainkan pergi ke toko langganganku setiap hari membeli cemilan untuk jam istirahat. Aku bisa memilih apapun yang aku mau, hanya saja aku lebih suka membeli satu kotak susu dan biskuit apa saja. Padahal aku sebenarnya juga mendapatkan jatah makan siang di sekolah.

Saat malam hari ketika aku tertidur di depan ruang tivi, ayahku pasti akan memindahkanku masuk ke dalam kamar. Lalu mamaku dengan baik akan menggantikan celana tidur pendek yang kupakai dengan celana tidur panjang,  “banyak nyamuk, dek” begitu katanya. Ketika bangun esok paginya aku tidak akan ingat jika aku tertidur di ruang tivi.

Kemudian, saat aku sudah SD aku sangat ingat. Sebelum pergi ke sekolah, rambutku selalu diikat berbagai macam bentuk oleh mbak yang membantu mamaku dalam mengurus rumah. Apa saja dia bisa kreasikan dengan rambutku, diikat dua, diikat satu atau bahkan hanya dikepang dan diberi jepitan rambut.

Aku juga selalu berangkat sangat pagi. Karna sebelum jam masuk belajar aku dan temanku senang bermain lompat tali bersama. Ah, itu sangat menyenangkan bukan. Jujur saja, saat menulis ini aku sambil mesam-mesem sendiri. Mengenang masa kecilku yang sangat menyenangkan. Taunya hanya bermain dan menjadi begitu dekat dengan orang tua.

Itu semua kenanganku sekitar 17 tahun yang lalu adalah kenangan indah yang nyata dan masih sangat teringat di benakku. Kebayang dong sekarang berasa betapa tuanya aku? Aku hanya ingin bernostalgian dengan kenangan indah masa kanak-kanakku. Karna, sungguh saat kalian menjadi dewasa hidup kalian tidak akan sama seperti dulu lagi.

Diusia kamu yang beranjak semakin dewasa kamu akan mengerti. Sudah menjadi hukum alam bahwa akan ada masanya teman-teman kamu pergi meninggalkan kamu tanpa mengucapkan kata perpisahan dan yang tersisa hanya segelitir saja orang yang akan bertahan di sisi kita. Kamu juga akan merasakan kesepian dan bosan dengan hidup yang kamu jalani setiap harinya, dengan penatnya rutinitas yang monoton. Beginikah menjadi orang dewasa?

Menyaksikan satu per satu teman kalian menikah dan membentuk keluarga kecil mereka sendiri hingga akhirnya pertanyaan itu pun sampai di kamu “giliran kamu kapan?” Pertanyaan yang paling sering didapatkan orang dewasa ketika belum memiliki pasangan.

Kamu pun akan merasakan kehampaan dan kekosongan. Ditambah lagi dengan masalah-masalah kecil lainnya yang membuat kamu menjadi jenuh dan muak dengan semuanya. Tetapi, apakah itu semua benar? Apakah menjadi dewasa memang seperti itu?

Tentu saja tidak! Menjadi Dewasa itu beneran asik.

Kalian semua akan tumbuh dan menjadi orang dewasa yang sesungguhnya. Siap atau tidak, waktu akan terus bergerak maju dan membuat kalian tumbuh dan belajar banyak hal tentang kehidupan. Mengejar mimpi-mimpi yang sudah kalian buat dan bertualang pergi ke tempat atau negara yang selama ini diimpikan.

Memasuki dunia kerja kalian bakal bertemu dengan orang-orang baru dengan berbagai perangai manusia. Memaksa diri sendiri untuk mencintai pekerjaan kalian dan menghabiskan banyak waktu hanya untuk kerja, kerja dan kerja. Proses membentuk pribadi yang lebih tangguh kuat tanpa kalian sadari.

Menjadi dewasa jelas tidak menyenangkan seperti waktu masa kecil. Seperti umunya orang dewasa yang artinya menuntut kita untuk bijak mengelola keuangan sediri demi tabungan masa depan, menentukan pengeluaran yang menjadi prioritas dan menahan diri memakai uang untuk sesuatu yang kurang penting.

Tetapi menjadi dewasa itu beneran asik. Kamu pasti bakal menghadapi hal-hal dan problematika dunia yang terkadang bisa bikin spot jantung hingga otak cenat-cenut.

Keadaan memang memaksa kita menjadi pribadi mandiri, di saat teman-teman sudah tidak mau menyediakan waktu untuk menemani kamu pergi ke bioskop atau sekedar untuk ngopi bareng di cafe yang lagi hits di kotamu, suka tidak suka, kamu harus pergi sendiri dan belajar dan mencoba untuk menghabiskan waktu dengan diri sendiri sebaik mungkin.

Bagian paling asik saat menjadi dewasa adalah saat kamu memiliki kuasa atas segala keputusan yang menyangkut hidup kamu sendiri tanpa ada intervensi atau campur tangan orang lain yang membantu kamu . Mencoba segudang hal baru tanpa perlu memohon izin orang tua terlebih dahulu dan harus berani menanggug resikonya sendiri.

Kamu akan mengerti bagaimana rasanya menjadi dewasa itu asik saat kamu memiliki kepercayaan diri yang kamu dapatkan dari dirimu sendiri. Percayalah, menjadi dewasa tidak menakutkan yang sering dibilang banyak orang.  Sesuai quote dari Nelson Mandela in life, we never lose. We either win, or we learn.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *