Youth

Met Old Friends

Suatu malam, aku mendapatkan pesan masuk di grup Whatsapp dan diiringin balasan pesan lain dari beberapa teman yang mengucapkan selamat dan semoga lancar. Ternyata itu adalah pesan berisi undangan pesta pernikahan teman lamaku yang akan diadakan minggu depan.

Yup, diusia saat ini, satu persatu teman akan bergiliran menikah. Tentu saja, aku merasa bahagia melihat teman lamaku akan menikah. Tidak lupa, kami membuat rencana untuk pergi bersama. Sekalian reunian katanya.

Bukan Teman Sekelas

Teman lamaku ini merupakan teman semasa SMA. Meskipun kami tidak pernah sekelas, tapi kami satu angkatan yang juga merupakan anggota aktiv ekskul di sekolah.

Dalam seminggu hanya beberapa hari bertemu dengannya saat pulang sekolah. Terkadang, kami juga bertemu di hari minggu jika ada lomba di sekolah lain.

Kami sangat kompak dan peduli satu sama lain. Bagi kami, menolong satu sama lain merupakan hal yang wajar. Jika ada anggota lain yang tertimpa musibah atau sakit kami tidak sungkan untuk datang ke rumahnya dan memberikan bantuan.

Kami mengenal satu sama lain waktu duduk di kelas 1 SMA saat usia kami masih 15 tahun. Sampai saat ini, di usia kami sudah lebih 24 tahun, kami tetap berteman. Tetap bertemu dan berkomunikasi lewat whatsapp. Artinya, sudah hampir 9 tahun lebih kami menjadi teman, masuk akal jika aku menyebut mereka old friends.

Mengenang Masa Indah

Hal yang paling menyenangkan saat jumpa reunian adalah bisa mengenang masa-masa indah di sekolah dulu. Biarpun waktu SMA aku merasa gak punya kawan saat di kelas. Tetapi, aku tetap bisa merasakan indahnya pertemanan ketika menghabiskan waktu bersama mereka.

Merekalah yang membuat hari-hariku berkesan setelah pulang sekolah dan memiliki masa-masa indah putih abu. Mereka juga yang menyadarkanku bahwa masih ada banyak orang baik di sekolah ini.

Akhirnya, kami bertemu di acara pernikahan temanku yang diselenggarakan secara sederhana. Kami melempar senyum satu sama lain, berjabat tangan dan menanyakan kabar masing- masing. Sungguh, sangat menyenangkan!

Kami pun melempar ejekan satu sama lain dan masih bertingkah konyol seperti kembali lagi ke masa sekolah. Bener-bener menyenangkan bisa tertawa lepas sampai perut terasa sakit. Kami mengenang kembali momen pertama kali kami harus memperkenalkan diri masing-masing dengan diawasi oleh kakak kelas hingga kami bisa menjadi teman dekat sampai saat ini.

Bertukar Cerita

Hal menyenangkan lainnya saat jumpa kawan lama adalah bertukar cerita tentang kehidupan kami sekarang. Mulai dari kerja di mana, kuliah di mana, punya bisnis apa, sampai buntutnya tiba ke pertanyaan kapan kamu nikah? Seperti sebuah pertanyaa wajib yang ditanyakan.

Kami bertukar cerita bagaimana dunia kerja sesungguhnya ataupun menceritakan masalah pribadi yang membutuhkan dukungan sesama teman.

Setelah dari pesta pernikahan itu kami tidak langsung pulang, melainkan menyempatkan untuk nongkrong sebentar. Karena sangat sulit bisa kumpul lengkap begini lagi. jadi tidak boleh dilewatkan. Setiap ada janji meet up, seringnya selalu ada yang kurang. Mau gimana lagi, kita semua beneran sibuk menjalani kehidupan masing-masing.

Bila salah satu dari kami sedang seret, tidak perlu risau karena dengan senang hati ada seseorang teman yang bersedia membayari pesanan kami. Buatnya, it’s not about money, it’s about our time.

Foto dengan sang mempelai wanita

Makanya, aku sangat bersyukur dipertemukan dengan mereka dan menghabiskan masa mudaku bersama mereka. Kami tidak perlu sering-sering kumpul bareng. Buat kami good friends are like stars, you don’t always see them. But, you know there’re always be there.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *