Movies,  Review

Movie Review – 1917 (2020)

Hope Is Dangerous Things

Saat membuka laman instagram story, aku melihat sedikit trailer film 1917 yang tiba-tiba muncul dan memperlihatkan seorang kopral sedang berlari-lari menghindari ledakan bom. Karena terdorong rasa penasaran, aku mengklik video tersebut dan mendapati informasi film itu telah tayang perdana di bioskop Amerika pada tanggal 25 Desember 2019 lalu sedangkan untuk jadwal tayang di Indonesia sendiri yaitu pada tanggal 18 Januari 2020.

Setelah merasa cukup yakin dengan menonton thailer dari film tersebut, yang menampilkan cuplikan suara tembakan, bom dan peperangan pada zaman dulu. Kupikir lumayan juga nih buat tontonan akhir pekan. Lalu, aku pun memutuskan pergi ke bioskop bersama temanku.

Film ini sendiri termasuk drama laga dengan durasi film yang dua jam kurang semenit. Sam Mendes sutradara kawakan yang karyanya pasti dikenal pecinta genre action, seperti Skyfall (2012) dan Spectre (2015), kini menghadirkan karya epik mengenai Perang Dunia I. Saat puncak Perang Dunia Pertama, dua prajurit muda Inggris, Schofield (George MacKay) dan Blake (Dean-Charles Chapman) diberi misi yang sebenarnya terlihat mustahil, ialah sebuah perlombaan melawan waktu. Mereka harus melintasi wilayah musuh dan menyampaikan pesan untuk menghentikan serangan yang dapat merenggut ratusan tentara Inggris berikut saudara kandung Blake yang ada di antara mereka.

Blake dan Will mendapatkan misi

Aku sudah bisa menebak bahwa salah satu dari mereka akan mati dan tidak mungkin melanjutkan perjalan bersama-sama untuk mencapai misi tersebut. Agak kaget aja saat tahu bahwa Blake tewas dibunuh begitu cepat, padahal perjalanan mereka masih sangat jauh dan belum dimulai. Jadilah, tokoh utama di sini Will, dia pergi sendirian dan berperang dengan perasaan yang sedih dan marah karna harus meninggalkan Blake yang sudah tewas terlebih dahulu.

Perasaan terpukul melanda Will setelah kehilangan rekan seperjuangannya membuat Will bertekad untuk menyelesaikan misi ini sendirian dan pantang menyerah dengan cara apapun sebab dia tidak ingin mengecewakan pengorbanan Blake. Salah satu adegan yang membuat aku sedih dan juga bangga adalah saat Will pergi menumpang mobil kopral yang juga ingin berperang tetapi dengan tujuan yang berdeda, setelah mendengar misi yang harus dilakukan oleh Will, salah satu kopral mengatakan kepada Will bahwa dia mungkin tidak akan berhasil. tetapi, dengan tegas dan yakin Will menjawab ” I will” dan membuat kopral tersebut diam seribu bahasa.

Will yang bertekad untuk menyelesaikan misi sendiri

Dalam film ini juga kita bisa melihat, bagaimana perjuangan para tentara dan kopral agar bisa membela negara dan rela mengkorbankan diri sendiri untuk mati saat berperang.

Namun, ada beberapa adegan yang menurutku sedikit mustahil untuk diperankan oleh Will, misalnya saat berperang Will tetap selamat biarpun telah ditembak atau dihantam oleh ledakan bom yang terlihat cukup bahaya.

Well, over all film ini memang layak mendapatkan banyak penghargaan. Tidak tanggung-tanggung, film 1917 mendapatkan tujuh penghargaan termasuk menjadi film terbaik dalam ajang penghargaan British Academy Film Awards atau Bafta 2020. Ganjaran yang sesui dengan jalan cerita yang memacu jantung kita berdekup kencang dan juga ikut merasakan ketakutan juga ketegangan saat Will sedang bersembunyi atau melarikan diri dari tentara musuh. Kemudian di akhir cerita saat Will berhasil menyelesaikan misi dan bertemu dengan Kakak Blake berhasil membuatku sedikit mellow. Will berhasil menyelesaikan misi tetapi tetap dilanda kesedihan mesti harus kehilangan Blake.

Ada banyak sekali adegan pembunuhan yang tampak secara nyata demi tetap bertahan hidup, belum lagi ada banyak bangkai mayat yang bertebaran di jalan dan luka parah yang diderita oleh kopral atau pun tentara lain akibat perang, makanya tidak direkomendasikan ditonton oleh anak kecil. Kalau ditonton bersama rekan, teman atau pasangan film ini bisa dijadikan opsi bagus.

Kalian wajib menonton film 1917 karna emang jalan ceritanya bukan hanya tentang menyelesaikan misi dan berperang, tetapi ada rasa sedih dan sensasi ketakutan yang dicampur menjadi satu dan membuat perasaan menjadi sulit untuk ditebak. Jika kalian tidak percaya kalian bisa menonton sendiri film 1917 dan membuktikannya.

Jadi, tunggu apa lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *