Movies,  Review

Movie Review – Bad Boys For Life (2020)

Lebih dari sebulan sejak penayangan perdana Bad Boys for Life di bioskop tanah air pada 17 Januari lalu, tapi maap baru sempat untuk posting ulasannya sekarang. Jujur nih, aku awalnya gak tahu kalo ini termasuk jenis film franchise, aku tuh ngehnya pas seusai film ketika sedikit mengulik detail film ini untuk bahan nulis review.

Film ini melengkapi trilogi dari dua film sebelumnya yakni Bad Boys (1995) dan Bad Boys II (2003). Artinya kemunculan film ketiga keluaran Sony Pictures ini memiliki jeda 25 tahun sejak perilisan film pertamanya. Meskipun sesungguhnya keterkaitan storyline dengan dua film awalnya tidak begitu kental, ada baiknya ditonton dulu dua film itu agar lebih paham perkembangan kedua tokoh utamanya.

Berbeda dengan dua film pendahulunya yang digarap oleh Michael Bay, film ini diarahkan oleh dua sineas muda asal Belgia, yaitu Adil El Arbi dan Bilall Fallah. Mereka pun menghadirkan beberapa wajah baru ke dalam film ini, diantaranya Vanessa Hudgens, Alexander Ludwig, Charles Melton, Paola Nunez, Kate Del Castillo, dan Nicky Jam. Mereka mengemas orisinalitas ide film ini yang masih mengusung konsep yang sama yaitu aksi komedi buddy cop namun dengan balutan unsur-unsur modern.

Duo Detektif Kocak

Kisahnya pun tidak berbeda seperti prekuelnya, memperlihatkan kembali aksi duo detektif, Mike (Will Smith) dan Marcus (Martin Lawrence) dengan mulai ada perbedaan visi di masa paruh baya mereka. Marcus ingin sekali pensiun dan hanya fokus bersama keluarganya, sedangkan Mike berambisius terus beraksi menyelesaikan tugas kepolisian selamanya. Karena ego masing-masing karakter ini memicu konflik, persahabatan mereka diujui dan masa lalu dari sosok Mike akan diungkap. Penulis naskah film Joe Carnahan meramu cerita yang sederhana dan konflik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh para penonton.

AMMO Squad

Chemistry Smith dan Lawrence memang terbilang masih cukup sakti untuk menghibur penonton dengan jokes khas mereka, sekali pun ketika berjibaku dengan peluru dan pada adegan menegangkan seperti pengejaran mobil dua detektif ini tetap ‘renyah’ dengan dialog kocak mereka yang selalu menimbulkan gelak tawa. Partisipasi dari squad AMMO (Advanced Miami Metro Operations) dengan formasi generasi milenial dengan beda-beda karakter dan latar belakang pun dirasa juga berhasil menghidupkan cerita. Kemudian, akting Jacob Scipio yang begitu meyakinkan sebagai pembunuh berdarah dingin sangat luar biasa.

Jacop Scipio sebagai Armando Armas

Pemilihan musik yang asik dan efek suara yang mengiringi film serta koreografi aksi yang dikemas dengan pas juga membuat film laga ini bisa dinikmati oleh penonton 15 tahun ke atas. Hanya saja terdapat kekurangan minor pada efek visualnya di beberapa adegan yang kurang mulus dan terkesan kasar tidak natural.

Kesimpulannya, Bad Boys For Life boleh dikatakan hiburan berkualitas dengan suguhan plot twist yang tidak wah tapi lumayan lah untuk sebuah cerita yang disajikan ringan. Kalian bisa tonton ini biar tertawa lepas sekaligus ikut gemas dengan aksi laganya yang kadang sedikit absurd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *