Line of Duty (2019) Review
Movies,  Review

Movie Review – Line Of Duty (2019)

Butuh waktu lama aku memantapkan niatan buat ngereview film yang aku tonton di bioskop lalu. Tadinya waktu lagi masih semangat buat nulis ini, tiba-tiba jadi lesu gitu aja setelah sadar in bukan film baru, melainkan film dari tahun lalu. Rilis di negeri asalnya, Amerika pada 15 November 2019, sedangkan jadwal masuk bioskop tanah air harusnya di bulan Maret 2020.

Sinopsis

Line of Duty menceritakan tentang keterlibatan Frank Penny (Aaron Eckhart) sebagai seorang polisi biasa dalam operasi pengejaran penculik berbahaya Dean Keller (Ben McKenzie) yang menculik seorang anak 11 tahun yang ternyata anak dari Chief Volk (Giancarlo Esposito).

Komplotan penculik ini terdiri dari dua orang yang salah satunya tidak sengaja terbunuh ditembak Frank saat dia merasa terpojok untuk membela diri. Frank kemudian disalahkan karena telah dianggap menghilangkan informasi. Kasus ini agak serupa dengan kasus di masa lalu yang menyandung Frank.

Frank kemudian dilarang untuk terlibat lagi pada operasi itu. Namun seorang reporter amatir Ava Brooks (Courney Eaton) yang terobsesi meliput secara langsung proses penangkapan mendesak Frank untuk melanjutkan misi dan dia juga memaksa untuk ikut bersama Frank.

Aksi baru dimulai setelah mereka bersama melawan waktu untuk menemukan anak tersebut dan menangkap sang penculik yang kidung semakin marah karena Frank telah membunu saudara kandungnya.

Film Ini Menurutku

Jeremy Drysdale menulisakan naskah dengan begitu baik. Dialog antara Frank dan Ava yang rewel bisa kusebut cerdas, walaupun terkadang humornya nggak begitu ngena. Dikategori baik aja deh kalo mau dimasukkan genre action-comedy. Dan aku koq ngeras ngeganjel gitu dengan narasi penutup akhir filmnya.

Film di bawah arahan Steven C. Miller ini baru berasa keseruan menegangkannya di pertengahan film. Akting ciamik dari kolaborasi antara kedua leads cukup berasa chemistry mereka. Hanya terlalu banyak adegan yang kurang ‘sakit’ gitu untuk diakui sebagai the real action thrills.

Sejujurnya mataku terganggu dengan adegan bergelantungan di heli di atas kobaran api. Lagian ngedit api itu kaga smooth, terlalu kasar visual efek di scene itu. Lalu adegan penutup itu juga kelihatan maksain yang tau-tau dikerubungin warga ntah apa tujuannya datang ke area pemakaman gitu.

Ada juga diselipkan sebuah plot twist yang sebenarnya tidak juga sempurna menjadi sebuah kejutan. Kesimpulan dariku 6/10 lah, just entertaining enough. Pun tiada juga penyesalan aku menontonnya di bioskop.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *