the banker-2020
Movies,  Review

Movie Review – The Banker (2020)

Ada yang tahu layanan streaming Apple TV+?

Memang tidak sepopuler Netflix dan merupakan pemain baru untuk layanan streaming. Setelah tahun lalu Apple Tv + membuatku cukup terpesona dengan puisi-puisi indah dalam serial Dickinson. Tahun ini aku khatam menyaksikan garapan film perdana dari Apple Tv+ yang judulnya The Banker.

Film ini sungguh related dengan kasus kematian George Floyd, mengenai rasisme. Prilaku rasisme yang mendiskriminasi orang kulit hitam terjadi di Amerika bahkan dunia.

Film yang disutradarai oleh George Nolfi ini mengangkat kisah nyata dari perjuangan dua sosok pria kulit hitam kaya yang menjadi Banker dan pemilik tanah di tahun 1950 hingga 1960-an, di mana pada saat itu sangat tidak mungkin bagi orang kulit hitam memiliki aset dan kedudukan tinggi.

The Banker dibuka dengan penampakan seorang Bernard Garret Sr. (Anthony Mackie) yang harus menghadiri pengadilan pada tahun 1965 di Washington, DC. Kemudian kita bakal through back ke sebuah kota kecil, Willis di negara bagian Texas pada tahun 1930-an.

Kala itu Bernard kecil masih bekerja sebagai penyemir sepatu di depan sebuah bank. Sosok kecilnya yang sangat giat memata-matai para pebisnis kulit putih, mempelajari trik mereka mencari uang dan menuliskannya dalam sebuah catatan kecil. Tapi ayahnya yang mengetahui hal ini mengatakan dia lahir dengan warna kulit yang salah.

Adegan berpindah ke tahun 1954 yang menampilkan Bernard Garret dan istrinya Eunice (Nia Long) beserta putra mereka yang masih kecil pindah ke Los Angeles, California.  Bernard mulai mencoba peruntungan dalam bisnis properti. Di bekerjasama dengan Patrick Barker (Colm Meaney), seorang pengusaha properti berdarah Irlandia.

Bernard berhasil berkat ketajaman analisis bisnisnya, tapi hanya bisa menjadi orang belakang layar karena warna kulitnya. Semuanya berjalan mulus hingga Barker meninggal, membuat Bernard kelimpungan dengan ultimatum istri Barker. Bernard jelas membutuhkan investor baru.

Bernard akhirnya meminta bantuan Joe Morris (Samuel L Jackson) untuk kerjasama, seorang pebisnis properti dan klab malam di LA yang suskses. Bernard menyatakan ide visionernya ingin membeli gedung komersial tertinggi di tengah kota LA pada masa itu yang membuat Joe terpikat.

A black man tries to bring other brothers up, and that’s intolerant?

Bernard Garret

Trik cerdik mereka berdua adalah dengan merekrut seorang buruh berkulit putih Matt Steiner (Nicholas Hoult) sebagai wajah perusahaan properti mereka. Matt kemudian dilatih keras oleh mereka untuk mendapatkan hak istimewa dan tampil mengelabui calon investor. Di balik itu, mereka berdua selalu bersembunyi dalam penyamaran guna mengawasi kelancaran setiap transaksi yang dilakukan Matt.

Potret mereka

Tipu muslihat ini ternyata mendatangkan kesuksesan besar untuk ketiganya. Bertambahnya pundi-pundi kekayaan mereka tak lantas membuat Bernard berpuas diri.  Dia menyimpan ambisi untuk membantu komunitas kulit hitam yang selalu direndahkan di tempat kelahirannya. Atas saran dari Bernard, mereka memutuskan membeli sebuah bank dengan maksud menetapkan kebijakan agar kulit hitam dapat memperoleh pinjaman dan modal.

You are a good person. Ain’t been corrupted by the world yet. Like a child. But, that’s gonna change when you get rich.

Joe Morris

Namun, kejayaan di Texas tidak berlangsung lama. Banyaknya transaksi yang tercatat justru menarik perhatian pemerintah federal, hingga mengutus seseorang dari pusat melakukan tinjauan terhadap keadaan bank yang mereka miliki. Keterlibatan pemerintah yang berpolitik rasis pada akhirnya mengancam keberadaan seluruh aset kekayaan yang mereka peroleh.

Film ini menarik karena skenario film ini ditulis berdasarkan dokumen pengadilan dan rekaman audio yang direkam oleh Bernard Garret Sr. pada tahun 1995. Film berdurasi 120 menit ini menampilkan secara gamblang betapa jompangnya perlakuan orang kulit putih di zaman itu terhadap warga negro.

Sosok revolusioner Bernard dan juga Morris adalah bentuk perlawanan yang dilakukan atas perlakuan yang mereka terima sebagai orang negro. Mereka merebut properti di lingkungan kulit putih dan kemudian menjualnya atau menyewakannya kepada warga keturunan Afrika-Amerika.

Film ini pun sangat menginspiratif. Dari seorang penyemir sepatu berani bermimpi besar untuk menjadi kaya raya. Banyaknya hal yang menjadi rintangan tidak pernah menyurutkan tekad dan usaha seorang Bernard untuk sukses. Jatuh bangun dirasakannya dalam usaha mencoba berbagai cara untuk mencapai tujuannya.

The-Banker-2020
Source: vidodoo.com

Berbicara perkembangan karakter yang paling ngena tentu saja kunobatkan pada Matt. Transformasi mengejutkan berhasil dibentuk dari hasil didikan Bernard dan Joe. Pekerja kelas rendah yang disulap jadi orang berkelas penuh percaya diri yang pintar dan rupawan. Selain itu aku sama sekali tidak ada komplain dengan porsi peran para tokoh di film ini. Tokoh sentral dan tokoh yang telibat memainkan peran karakter mereka begitu baik. Semua kurasa cukup pas.

Plot yang diberikan berjalan lambat, namun pasti dan tidak sampai mengundang bosan menontonnya. Mungkin akan sedikit membingungkan bila kalian buta ilmu ekonomi. Tapi, istilah ekonomi tidak perlu diresahkan karena bagiannya yang memang kecil. Inti cerita yang disampaikan tetap akan menyedot fokus perhatian kalian. Kesimpulannya menyaksikan film ini tidak akan membuat kalian menyesal.

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *