Monologue

Nasib Pegawai Kontrak

Sudah hampir 3 tahun aku bekerja di perusahaan ini sebagai karyawan kontrak. Dimana untuk saat ini perusahaan ini tidak akan mengangkat statusku sebagai pegawai pegawai tetap atau memberikan jenjang karir untuk masa depanku.

Aku sudah tahu hal itu, lantas kenapa aku tidak resign dan segera mencari pekerjaan baru? Sabarlah. Hal itu yang selalu ku ingat ketika aku sudah muak dengan pekerjaan dan hal – hal yang terjadi didalam kehidupan seharian ku. karna aku tahu Patience Is A Good Thing.

Tapi aku tidak takut untuk segera resign dan mencari pekerjaan baru, hanya saja karna sudah memiliki plan kedepan yang akan segera aku wujudkan maka aku harus tetap bekerja dan bersabar sedikit lagi agar bisa segera resign dengan tenang.

Menjadi karyawan kontrak sangat tidak enak, biarpun kamu bekerja dengan baik, rajin dan tekun status mu tetap sebagai pegawai kontrak dan jangan pernah berharap jika kamu bisa menjadi pegawai tetap dengan cepat.

Gaji di kantor ku semuanya sama, UMR yang hanya membedakan hanyalah tunjangan dan insentif yang didapatkan oleh pegawai tetap. Aku juga tidak tahu kenapa aku tidak mendapatkan insentif sedangkan yang lain mendapatkannya, atau mungkin karna aku pegawai kontrak? Ntahlah aku tidak peduli dan tidak akan mencari tahu hal tersebut.

Tepat pada bulan desember tahun 2020 kontrak ku sudah habis, dan tidak bisa diperpanjang lagi. Solusinya hanya ada 2 yaitu menjadi pegawai tetap atau berhenti selama satu bulan dan mengirimkan lamaran baru pada bulan selanjutnya agar bisa membuat kontrak baru lagi untuk bulan depan.

Pak Manager yang tahu aku adalah Seorang Multitasking Kantoran tidak akan melepaskanku untuk saat ini. Jadilah kita semua sepakat agar aku berhenti selama satu bulan tetapi aku tetap masuk dan bekerja seperti biasanya tetapi sebagai freelance.

Dimana aku hanya membuat surat permohonan dan pernyataan serta BPJS ketenagakerjaan dan kesehatanku distop selama satu bulan, dan juga aku menerima gaji secara cash.

Dan juga THR-ku hanya dihitung secara operasional tidak menerima full seperti tahun kemarin. Well, apa boleh buat. Aku hanya menerima itu semua tanpa memberikan komentar apapun. Menyebalkan iya, tapi mau bagaimana lagi.

Aku masih bersyukur karna aku masih mendapatkan pekerjaan dan tidak ada yang berkurang dengan gaya hidupku, mau tidak mau akan tetap bertahan sampai tahun ini. Karna aku yakin tahun ini aku akan segera resign dan memulai kehidupan baru yang sangat aku nantikan!

Nasib menjadi pegawai kontrak memang tidak menyenangkan, tapi setidaknya jangan jadikan itu patokan untuk hidup kamu selamanya. Selagi kamu tumbuh dan berkembang maka tidak masalah untuk bertahan sedikit lebih lama lagi!

Kalian sendiri bagaimana? sudah jadi pegawai tetap atau masih pegawai kontrak seperti ku? Let me know ya~

2 Comments

  • Kartika

    Huft , aku jadi mengingat kisah sedihku beberapa tahun yg lalu ketika mulai membangun karir. Semangat ya mbak. Hampir semua orang mengalami masa2 sulit ini.
    Senang mendengar kamu bertahan krn sudah punya rencana. Banyak sekali org yg sambat tp krn sudah terlanjur nyaman dan takut akan perubahan, jadinya ya sambat doang tanpa berbuat apa2. Kalau kamu sudah punya rencana, stick to the plan, and go for your dream! Semangat 🤠🤠🤠

    • Ichaasa

      iya asli mbak, kalau gak ada plan selanjtnya mungkin sudah dari dulu resign. Tapi tahun ini pasti resign kok! jadi aman hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *