Monologue

Nggak Enaknya Jadi Customer Service

Awal tahun ini sekitar akhir bulan januari, perusahaan tempatku bekerja mulai beroperasi normal lagi. Setelah hampir 9 atau 10 bulan melakukan stop selling dikarenakan Covid-19 dan juga melakukan PHK bertahap sebagian karyawannya, akhirnya kesibukanku semakin bertambah.

Manager perusahaan belum ingin merekrut karyawan baru, Padahal semua orang sudah menjadi multitasiking karna satu orang bisa handle beberapa pekerjaan, termasuk aku sendiri.

Sebelum perusahaan kembali normal akupun sudah dituntut menjadi pekerja multitasking yang bikin aku sedikit sibuk dari biasanya. Sekarang ditambah dengan keadaan perusahaan yang kembali normal maka aku akhirnya menjadi full CS bukan lagi seorang admin atau back office.

Tapi, nyatanya aku juga tetap melakukan job desc sebagai admin. Entahlah, aku tidak tahu yang mana fokus pekerjaanku, yang pasti aku berupaya tetap bekerja dengan baik dan jujur, Aku selalu tahu kita harus bekerja dengan ikhlas.

Bila harus memilih aku lebih senang jadi bagian back office bukan CS. Berikut ini beberapa hal yang paling membuatku jengkel saat jadi seorang customer service:

Sabar itu Keharusan

Hal yang paling penting ketika menjadi CS adalah sabar! Selain patience is a good thing, sabar nahan hati dan emosi juga merupakan kewajiban yang harus dimiliki oleh seorang CS.

Kebayang nggak sih kita harus sabar jika ada seorang pelanggan yang melakukan komplain ataupun ingin mengajukan permohon sesuai yang dia kehendaki dan sangat berseberangan dengan prosedur perusahaan. Di sinilah CS harus mengandalkan skill sabar tanpa batas saat bekerja.

Diam Adalah Emas

Sudah beberapa kali aku membantah pelanggan yang menurutku tidak masuk diakal tapi cuma dalam hati ya! Sayangnya aku tidak akan mungkin mengutaraknnya, tidak membantah secara langsung ataupun menjawab dengan kasar atau nada tinggi kepada para pelanggan yang nyolot.

Padahal aku ingin sekali saja mencobanya. Tapi aku tahu, itu bukan hal yang pantas dilakukan sorang CS. Jika itu sempat terjadi aku harus siap mendapatkan panggilan mendadak dari manager. Dan di sinilah aku tahu bahwa terkadang diam itu emas, saat berhadapan dengan pelanggan.

Sopan Santun Costomer Patut di Pertanyakan

Ketika pelanggan ingin bertemu dengan manager ataupun mendapatkan surat undangan untuk hadir di kantor. Aku harus membantu mereka, mempertemukannya dengan manager dan dengan sopan aku meminta identisas ataupun surat undangan yang mereka bawa untuk diperiksa.

Dan dengan sengaja atau tidak sengaja mereka akan melemparkan kertas atau kartu identias mereka dengan sekenaknya kepadaku. Aku yang menerima perlakuan tersebut tetap diam dan berusaha terseyum mencoba menghela nafas dan merutuk betapa jeleknya tingkat kesopanan mereka.

Menanyakan Pertanyaan diLuar Pekerjaan

Dalam satu hari mungkin kurang lebih aku bisa bertemu dengan 10 orang baru yang datang ke kantor dengan keperluan yang beragam. Tidak heran juga saat mereka sedang menunggu tepat duduk di depan mejaku, kami mengobrol sebentar dan ada beberapa pelanggan yang tidak segan bertanya padaku, “sudah nikah belum mbak?”.

Biasanya dengan masih memasang senyum manis aku menjawab, “belum” dan tanpa berdosa mereka malah berkata, “loh kok belum, kenapa? nunggu apalagi?” Damn! Itu pertanyaan laknat, sebel banget denger kekepoan mereka itu.

Sesungguhnya ini hal yang lumrah di negeri kita tapi juga paling tidak masuk akal dan tidak sopan bagiku. Bagaimana bisa kita menanyakan hal personal begitu kepada orang yang baru kita kenal atau temui.

Sebenarnya masih banyak lagi hal lain yang membuatku merasa tidak enjoy menjadi seorang CS. Aku hanya ingin membagikan hal di atas yang secara langsung kudapatkan dari pengalaman sendiri dan mungkin juga dirasakan para pegawai CS lainnya.

Menjadi CS juga ada kelebihan yang kunikmatin, misalnya keahlian berkomunikasi agar tidak canggung saat bertemu juga melayani dengan orang baru dan pastinya wawasan yang kita miliki bertambah dengan menjadi pendengar yang baik untuk para pelanggan yang hobi bercerita.

Kalau kalian gimana, apakah kalian pernah berhadapan dengan pelanggan yang menyebalkan atau merasakan jadi CS sepertiku? Let me know ya!

2 Comments

  • febridwicahya

    banya yang bilang, emang CS itu pekerjaan tersabar sih, meskipun pekerjaan lain juga pasti ada titik yang mengharuskan manusia untuk bersabar juga wkwkw yah, kehidupan yak yak ngapapa 😀

    • Ichaasa

      haha asli sih, bener banget! jadi nggak sabar buat resign tapi ya namanya hidup harus tetap dilanjutkan! thank you for your nice comment! have a nice day ya!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *