Monologue

Ngomongin Trik Lolos Tes Plagiat (Turnitin) di Perguruan Tinggi

Isu plagiat ini dalam dunia pendidikan di luar sana adalah tindakan yang sangat fatal. Di dunia pendidikan Indonesia pun sebenarnya isu plagiarisme sendiri masuk dalam ranah kode etik akademik atau ketidakjujuran akademis. Terdapat banyak kasus yang pernah terungkap dan heboh terekspos oleh media mengenai penjiplakan karya tulis, kalian bisa tanya kasus-kasus tersebut sama tante Google.

Aku kira selama tidak 100% seluruhnya sama persis belum termasuk tindakan menjiplak. Sebagai mahasiswa biasa aku juga salah satu yang melegalkan hal copy paste dari comot sana-sini dalam banyak artikel dan penelusuran internet lalu tinggal dirangkai dan digabung-gabungkan menjadi satu tulisan utuh. Boleh jadi aku keliru mengartikannya.

Begini, aku mau curhat sekarang. Aku kurang tahu sejak kapan pastinya kampusku mulai menerapkan turnitin ini untuk setiap mahasiswa semester akhir yang hendak membuat karya tulisnya, seperti skripsi, tesis maupun disertasi. Dan kini aku sebagai mahasiswa akhir juga ketiban betapa menjengkelkannya ketetapan ini. Bagaimana tidak untuk setiap urusan dimulai dari pengajuan proposal, lalu hasil sempro, hasil semhas, dan terakhir skripsi finalnya harus melewati tes situ.

Ada yang lebih gila lagi, yakni ambang batas maksimal kadar plagiarisme hanya diperbolehkan 15% saja dengan batasan hanya diperkenankan dua kali tes per judulnya. Watdepak, man? Ini proses blunder banget dan asli bikin frustasi. Wagelaseh, aku terpaksa melalui tes ini lima kali baru dapat skor satu persen di bawah ambang batas dengan perombakan judul sebanyak tiga kali.

Perjuangan menurunkan perolehan score turn-it-in (urutan dari kiri atas)

Bingung deh ini gimana cara kerjanya aplikasi turn-it-in ini mendeteksi plagiarisme? Konteks apa yang dianggap plagiarisme? Apa, bung? Apaaaa? Setahu pemahamanku plagiarisme itu kalau mengklaim hasil saduran sebagai tulisan sendiri. Lalu gimana dengan kutipan yang jelas-jelas diajarkan selama ini? Kutipan itu semua dibaca sebagai kalimat plagiarisme dari hasil turnitin. Gimana bisa merubah kutipan orang lain sekenanya?

Contoh tulisan yang kena highlight plagiarisme

Hasil pengecekan dari kalimat-kalimat yang mengindikasikan plagiarisme akan ditandai dengan warna-warni dan di bagian terbawah akan ditampilkan sumber-sumber yang telah kita tiru tulisannya. Hal yang lucu terjadi padaku dan kawanku di mana ketika pengecekan yang kesekian kalinya tulisan kami terbaca telah menjiplak tulisan sendiri yang telah disubmit sebelumnya. Ini lah yang runyam urusan, harus digimanakan lagi coba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *