im-patience
Monologue

Patience Is A Good Thing

Akhir-akhir ini aku lebih sering menceritakan pengalamanku di dunia kerja, kenapa? Karena menurutku ini merupakan bagian dari proses saat menuju pendewasaan diri.

Setelah lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana pasti yang diinginkan hampir semua lulusan adalah bekerja. Ya, kerja di perusahaan keren dengan gaji yang bagus. Tapi nyatanya tidak segampang itu. Aku sudah ceritain struggle mendapatkan pekerjaan pertama.

Sedangkan cerita tentang dunia kerja yang hanya aku dapatkan dari film-film atau drakor yang kutonton tidaklah cukup untuk menggambarkan bagaimana dunia kerja sesungguhnya. Gimanapun sebaik-baiknya mendengar cerita pengalaman orang lain adalah mengalaminya sendiri, merasakan pengalaman itu.

Aku pun juga masih terbilang baru di dunia kerja. Baru tiga tahun menjadi karyawan swasta dan telah bekerja di dua perusahaan yang berbeda. Aku memahami satu hal yang menurutku benar-benar sangat penting dalam dunia kerja, apalagi kalau bukan kesabaran.

Ada beberapa rekan kerja yang sudah pernah bilang kepadaku secara langsung bahwa aku termasuk tipe orang yang paling sabar dalam bekerja dan menghadapi bagaimana kerasnya dunia kerja. Mereka mengatakannya secara blak-blakan dan turut merasa kagum karenanya.

Apalagi saat aku pernah bekerja di perusahaan digital printing dan memilih untuk resign sebab jam kerja yang menyiksa. Eh, bos di situ malah membujukku berpikir ulang dan menawarkan agar aku mengambil cuti panjang selama satu bulan penuh. Tapi, aku sudah memikirkannya berulang kali dan dengan segenap hati jadilah aku tetap resign.

Sifat yang paling penting dalam bekerja adalah sabar. Satu kata yang dapat mengubah keadaan menjadi lebih tentram. Kata yang dibutuhkan hati kita saat harus menghabiskan satu hari yang begitu berat dan melelahkan.

Sabar dalam menghadapi rekan kerja yang rese dan bos yang nyebelin. Belum lagi dengan peraturan kantor yang tidak berpihak pada para pekerja, kerap kali membuat kita merasa lebih berat menjalani hari di kantor. Well, always remember itโ€™s just a job, not your life.

Sabar yang kumaksud bukanlah mesti nahan hati ketika ada rekan kerja yang sudah main fisik atau berbuat kasar kepada kita. Kalau yang begitu jangan pake sabar lagi, harus ngelawan dong dan dibalas lebih lagi!

Sabar yang kumaksud adalah bahwa kita harus mengingat kembali tujuan pertama kali saat melamar di perusahaan itu adalah untuk bekerja. Jadi, jika ada rekan kerja yang sering ngegosipin kalian atau main drama dan demen cari muka sama boss. Yaudah sih, sabar aja! Kan tujuan kita mau bekerja bukan untuk memperhatikan hal begituan.

Fokus pada tujuan, bekerjalah dengan baik dan jujur. Habiskan waktu bersama rekan kerja sebatas rekan kerja bukan sebagai teman dekat ataupun sebagai sahabat. Cerita seperlunya dan pasang sikap bodo amat sama kehidupan rekan kerja yang lain. It obviously is not your business!

Terimalah dengan lapang dada kritikan dari senior ataupun rekan kerja lainnya. Jangan sampai diambil hati setiap perkataan mereka yang bikin kita langsung down. Biarpun itu sangatlah tidak mudah tapi aku yakin kita semua bisa melakukannya.

Dan yang terakhir adalah berani akui kesalahan yang diperbuat. Kesalahan dalam bekerja adalah hal manusiawi yang sering terjadi. Tapi, dengan catatan untuk ke depannya akan lebih teliti lagi dan berupaya tidak akan mengulanginya kembali.

Aku yakin jika kalian sudah bisa menerapkan beberapa hal yang telah aku jelaskan tadi di waktu yang tepat maka pastinya kalian akan mengerti makna dari the patience is a good thing.

8 Comments

  • Ainun

    Setuju kalau udah masuk dunia kerja adalah proses pendewasaan diri, karena sikap, gerak gerik dikantor mencerminkan siapa diri kita.
    Dan bekerja di suatu perusahaan tentu akan bertemu lebih banyak lagi karakter orang, mungkin kalau dari Sika sehari hari terlihat biasa, tapi kalau udah masuk politik kantor bisa lebih “jahat”

    • Ichaasa

      Iya! Welcome to the real world๐Ÿ’›
      Tapi ada bnyk juga kok hal baiknya, nggak cuman jahatnya aja. Nanti mungkin bakal kuceritain juga ya xd

  • Hicha Aquino

    Saya kalau ditotal belum tiga tahun bekerja full time, tapi dari berbagai part-time dan pengalaman full time yang sedikit itu, bisa diambil kesimpulan bahwa bekerja itu jangan dimasukin ke hati. Entah itu sikap orang-orangnya, atau dari beban kerjanya.

    Kerjakan saja semampunya karena itu memang pekerjaan saya. Kalau lagi banyak yang dikerjakan, say no itu juga merupakan salah satu sikap profesional.

    Untuk boss yang nyebelin, alhamdulillah sampai saat ini belum pernah dpt atasan langsung yang nyebelin banget gimana gitu. Masih manusiawi, selama ga dimasukin ke hati ^^”

    Prinsipnya mah kata-kata yang nggak berhubungan dengan pekerjaan (entah itu tentang cara mengerjakan atau advice yang bikin kita jadi berkembang), cukup biarkan masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. ๐Ÿ™‚

    • Ichaasa

      Wah, enak banget belum pernah ketemu boss yg rese ๐Ÿ™‚ haha. Bener banget mbak! Masuk telinga kanan keluar telinga kiri adalah hal terbaik dalam menghadapi rekan kerja!tetep semangat!๐Ÿ’›

  • Aqmarina

    Sabar itu memang penting banget ya mbak.. dan juga sesuatu yang harus dipelajari.
    Aku kadang orangnya masih ngga sabaran, jadi mesti harus sering ngingetin diriku sendiri untuk harus sabar dan menfokuskan diri sendiri tentang tujuan kita seperti yang Mbak Icha tulis ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *