job seeker tools
Monologue

Pesan Untuk Para Pencari Kerja

Apa sih yang dilakukan setelah lulus kuliah atau tamat sekolah? Jawaban tertinggi pastilah nyari kerja. Nggak banyak orang yang siap untuk memulai bisnis baru atau menjadi penyedia lapangan pekerjaan. Jadinya kita-kita harus berjuang mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Kita semua tahu kalau pengangguran terdidik itu jumlahnya banyak sekali. Di univku sendiri dalam satu tahun bisa sampai 4 atau 5 kali melakukan wisuda. Nah, setiap kali wisuda pesertanya bisa mencapai 1000 lebih gabungan dari wisudawan dan wisudawati.

Itu baru satu univ aja, Indonesia punya 4.000 lebih perguruan tinggi yang terdaftar oleh Kemenristekdikti per 2018. Belum lagi kalau menghitung para tamatan sekolah. Kebayang dong, begitu bejibun total fresh graduate yang bakalan masuk bursa kerja.

Makanya wajar sih persaingan memperebutkan kesempatan kerja jadi begitu sempit. Yaitu, salah satunya karena lowongan pekerjaan yang terbatas tapi diburu jutaan job seeker. Kerjaan yang mempersyaratkan memiliki pengalaman juga jadi kendala para freshgrad. Aku tahu, hal itu bisa bikin minder dan seketika kita bakalan mundur teratur.

Aku pun paham betul betapa susahnya jadi pencari kerja. Hehehe secara sudah ngalaminnya. Aku sudah lewatin fase di bawah ini semua.

Sebar Ratusan Lamaran Kerja

Rasa-rasanya ini bukan hiperbola. Beneran loh aku yakin udah tembus ratusan lamaran yang kucoba. Aku dulu di posisi yang butuh banget kerjaan demi biaya kuliah. Mau nggak mau aku nyingkirin kata malu dan genggsi demi dapetin rupiah. Saat itu pernah ngelamar kerja modal ijazah SMA buat jadi pramuniaga pun sering dimentahin. Mungkin karena status mahasiswa aktif yang jadi pertimbangan mereka. Tabungan pun semakin menipis buat beliin amplop dan ngirim lamaran. Iya, beneran sesulit itu nemuin tempat yang mau nerima aku. Ah, pokoknya itu masa-masa struggled terparah buatku.

Ditolak Berkali-kali Sudah Biasa

Kemudian hingga berhasil lulus kuliah, tidak menunggu waktu lama untuk mendapatkan ijazah dan transkip nilai. Langsung saja, aku membuat ulang CV dan menyiapkan dokumen lamaran lainnya. Dengan penuh semangat aku mengirimkan banyak lamaran. Beberapa sampai dipanggil untuk melakukan psikotes dan interview. Tetap saja tidak semudah itu! Banyak yang cuma php doang, tanpa kabar lanjutan dan tidak sedikit pula yang mengirimkanku penolakan resmi. Padahal kriteriaku sudah memenuhi persyaratan pekerjaan tersebut. Asli deh, mesti nyiapin paket kesabaran unlimited untuk ini biar tetap tegar menghadapi penolakan.

Terus Belajar

Ngerasain ditolak itu mendorongku untuk belajar dari kesalahan. Terus memperbaiki diri. Aku berusaha menutupi letak kekuranganku. Belajar tiada hentinya. Mungkin saja nilai tes tertulisku yang jelek maka aku ngerjain soal-soal dari buku-buku psikotes. Atau bisa jadi jawaban ketika wawancaraku tidak mengesankan mereka maka aku banyak bacain artikel tentang tips dan trik lolos wawancara. Aku sadar cuma bisa mengandalkan diri sendiri dan bergantung hanya pada tubuh ini. Aku terus mencoba, menanti, belajar dan memohon dengan sunguh-sungguh pada Tuhan.

Tetap Percaya Diri

Sudah melakukan tes dan interview di mana-mana, aku pernah sampai juga pada titik jenuh, merasa cukup bosan dan merasa minder. Ketika melakukan tes aku harus bersaing dengan rival yang sudah berpengalaman. Sedangkan aku yang cuma freshgrad punya nilai jual apa. Tetapi, aku tidak punya waktu menggalau terlalu lama. Modal utama yang kumiliki adalah tetap bangkit. Aku mesti yakin pada kemampuanku sendiri. Aku yakin pasti bisa. Sekalipun belum memiliki pengalaman, tapi aku siap untuk belajar lagi. Belajar untuk mendapatkan pengalaman pertamaku. Percaya dirilah pada kemampunamu sendiri jika itu memang layak diperhitungkan.

Info Dari Kenalan

Ini juga penting dan jangan dilewatkan. Tidak semua kantor menyiapkan anggaran untuk perekrutan yang masif. Bisa saja kenalanmu mungkin tahu loker yang lagi bukaan untuk keperluan mendesak. Untuk itu jangan pernah malu bertanya dan bilang bahwa kamu lagi butuh pekerjaan pada saudara dan teman-temanmu.

Aku sendiri menemukan kantor pertamaku dari salah seorang teman yang memberi tahu info pekerjaan magang. Saat itu kawan seangkatan dari kawanku ini sedang kerja praktek (KP) kuliah tahun terakhirnya. Dia cerita ke kawanku ini kalau staf HR kantor itu ternyata sedang kekurangan pekerja untuk membantu departemennya. Nah, dari kawanku ini aku menemukan pekerjaan pertamaku. Kantor yang seusai wawancara langsung memintaku untuk datang masuk kerja esok lusa.

Jangan Menyerah

Akhirnya, setelah 6 bulan mencari pekerjaan, aku mendapatkan pekerjaan pertamaku. Aku merasakan betapa senangnya menerima uang hasil usaha sendiri. Teknisnya aku tidak mengenal seorangpun di sana. Aku berhasil masuk murni hasil jerih payahku. Betapa senang dan bangganya aku! Aku sangat yakin bahwa aku akan mendapatkan pekerjaan di waktu yang tepat dan pada perusahaan yang tepat untukku. Usaha tidak pernah menghianati hasil, kawan.

Mencari kerja emang nggak mudah. Apalagi ditambah dengan sikon pandemic begini, tentu itu semakin sulit. Buat kalian para freshgrad di luar sana yang sedang berjuang menemukan pekerjaan saat ini, pesan aku cuma satu, jangan menyerah! Terus mencoba segala kesempatan. Tetap ikhtiar dan selalu berdoa. Yakinlah, kalian pasti akan mendapatakan pekerjaan itu segera di waktu yang memang tepat.

Two girls with big dreams.

4 Comments

    • Occi

      Hi Mas Jarwadi!πŸ˜‰
      Senang deh bila tulisan saya bisa menginspirasi.
      Hidup tentang berjuang ya kan mas.πŸ’ͺ
      Tetap semangat! 😊

  • Ove

    Rejeki nggak akan tertukar memang, namun sebagai manusia tetap berusaha. Bener banget mbak, ikhtiar dan doa selalu. Dan info dari teman memang penting juga ini mbak, jangan ragu terbuka, jangan malu meminta bantuan teman untuk info yang dibutuhkan, kita ga akan tahu jalan rejeki kita dari mana πŸ˜„

    • Occi

      Yes definitely true! Yang penting diusahain dulu semaksimal mungkin dan buang jauh-jauh tuh malu kan bukan hal yang memalukan juga kalau jujur dengan keadaan kita. Hehehe πŸ˜‰ thx udah mampir mb Ove ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *