Colleague
Monologue

Punya Rekan Kerja Tipe Nyebelin

Sudah beberapa bulan ini aku diharuskan menjadi seorang multitasking kantoran, entah sampai kapan, karena pandemi ini belum juga berakhir. Perusahaan pun tidak fokus memburu nasabah lagi, hanya fokus pada penagihan.

Divisiku pun hanya menyisakan aku seorang, setelah yang lainnya bergilir kena PHK setiap bulannya. Termasuk pula bossku, had to say goodbye ma boss. Hasil rapat manajemen, terbentuklah tim baru untuk bagian divisiku.

Aku diharuskan berkerja bersama seorang senior yang jelas sangat berbeda dengan orang di divisiku sebelumnya. Mau nggak mau aku dan dia harus menjadi tim. Well, kami sudah lama cukup mengenal, karena dia sering membantu dalam penagihan, tapi dulu kami tetap beda divisi. Tiap divisi punya cara penagihan yang berbeda-beda.

Sifatnya yang sangat menyebalkan dan ingin menang sendiri, memaksaku harus melakukan pekerjaan seperti yang dia mau, walaupun itu sangat jelas berbeda dengan jobdesc sendiri dan juga prosedur kantor yang telah kami dibahas.

Aku sudah melaporkan hal tersebut kepada manager dan direktur secara langsung, mengenai cara dia melakukan penagihan yang sekenanya. Mereka sebenarnya mengetahui bahwa dia bukanlah orang yang cocok untuk divisi ini. Ya, oleh karena keadaan yang ada, jadilah kami semua suka nggak suka tetap harus menerimanya.

Bahkan aku juga bilang sendiri ke orangnya untuk menjalankan prosedur kantor dan melakukan tugasnya dengan benar. Tapi apa? Yang ada kepalaku jadi sakit dan ingin muntah dengarin penjelasan denial darinya yang nggak mutu. Padahal aku sebisa mungkin menyampaikannya dengan sopan, seperti saran agar pekerjan kami berdua lancar dan berkas lengkap.

Jadilah, setiap hari ketika membuat laporan bersama, aku hanya bisa diam dan tidak ingin ambil pusing lagi. Yang jelas, aku sudah melakukan jobdesc dengan benar dan siap melaporkan apa yang telah kami kerjakan.

Baiklah, just because patience is a good thing, aku anggap mungkin aku emang harus berlatih lebih sabar lagi. Itu bukan masalah buatku. Cuma, aku kira jika senior seperti ini tetap dimanja dalam bekerja seenaknya, perusahaan bisa-bisa tidak berkembang untuk maju.

Aku berharap kita bukanlah termasuk orang seperti seniorku ini. Ketika kamu bekerja dengan tekun dan jujur, aku yakin di perusahaan mana pun kamu bekerja mereka akan tetap mempertahankanmu. Percayalah, emang gitu sudah jadi hukum alam. Dan mau mencoba terima kritik dan saran orang lain ya. So, always be nice at work!

8 Comments

      • Kartika

        Halo kak, salam kenal. Baru kali ini BW ke sini, ilustrasinya lutju2 πŸ€—πŸ€—

        Aduh, kalo harus kerja sama orang yang kurang bisa bekerja sama, repot juga ya. Harus tiap hari ketemu dan kelihatan, hmm harus extra sabar. Semoga aura negatif ini tidak menular ke kita aja hehehe.
        Aku juga pernah mengalami, dan karena aku juniornya harus banget ikutin caranya. Untuk meminimalisir kebeteanku, aku agak menghindar aja. Sama persis, kalau bisa kukerjakan sendiri, yang penting kerjaan beres. Untung sekarang semua sudah berlalu.
        No worry, this too shall pass 😊

        • Ichaasa

          Halo salam kenal juga! Terima kasih!

          Haha asli, harus bener2 sabar banget. Beruntung kita semua bisa melewati itu ya! Semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian itu semua! Tetep semangat untuk kerjaβ˜ΊπŸ€—

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *