Monologue

Resign and Get Married

Setelah menceritakan pengalaman temanku yang galau akan Yakin Mau Resign? dibulan desember tahun lalu yang ternyata sampai saat ini belum kejadian juga tidak aku ambil pusing. Karna aku tahu Resign dari sebuah pekerjaan tidaklah mudah dan stuck di tempat kerja yang dikeliling orang toxic serta lingkungan kerja yang tidak sehat juga tidak baik.

Jadilah setelah kita bertemu dan tiba – tiba dia mengundang untuk datang keacara lamarannya, sebagai teman yang cukup dekat setelah acara selesai aku dan temanku tidak langsung pulang. Kami malah asik bercerita seperti yang sering kami lakukan ketika bertemu.

Akhirnya, temanku ini memutuskan untuk Resign sebelum mereka menikah dibulan Mei bulan depan tahun ini. Dia menceritakan bahwa dia tidak akan lagi bekerja disana dan akan full menjadi ibu rumah tangga dan mengurus suami. Dia juga bilang bahwa kami tidak bisa nongkrong lagi seperti biasa karna dia sudah memiliki suami lol

Aku yang mendengarkan ceritanya ikut tersenyum bahagia, apapun keputusan temanku adalah haknya, dan dengan sepenuh hati aku akan mendukung apapaun keputusan yang dia ambil karna itu adalah hidupnya.

Beberapa hari yang lalu dia mengirimkan sebuah pesan kepadaku yang berisi surat resign yang sudah dia tulis dan siap diberikan kepada Hrd. Dia menceritakan bahwa dia galau dan merasa sedih, tetapi juga merasa sedikit lega karna akhirnya dia akan segera Resign dan menikah.

Akupun ikut bahagia dan ikut mengucapkan selamat karna telah berhasil menulis surat resign dan akan memiliki kehidupan yang baru!

Tetapi sebenarnya hal ini benar – benar sangat menggangguku, bagaimana mungkin jika seorang wanita ingin menikah harus mengorbakan pekerjaannya? well, aku tahu. itu memang bukan urusanku. Tapi, akankah lebih baik jika ada dua orang yang bekerja dalam rumah tangga?

Aku sendiri jika akan menikah dimasa depan tetap akan menjadi ibu rumah tangga dan akan bekerja. Baik itu menjadi wanita kantoran ataupun bekerja dari rumah membuka bisnis online atau apapun itu. Yang pasti aku harus bisa menghasilkan uang sendiri untuk diriku sendiri.

Karna aku sudah tahu bagaimana rasa tidak enaknya tidak memiliki uang dan hanya bisa menunggu orang tua untuk memberiku uang pas – pasan. Jadilah, dimasa depan aku sudah memutuskan akan tetap bekerja jika sudah menikah. My life is Mine!

Kalian sendiri bagaimana? Lebih memilih untuk memutuskan fokus menjadi seorang ibu rumah tangga atau tetap bekerja seperti biasanya?

4 Comments

  • ainun

    kalau aku maunya tetep bekerja mbak dan buat nambah pundi pundi tabungan juga
    mungkin karena terbiasa nggak bisa diem juga, ehtapi meskipun kerja dari rumah dan ngurus keluarga juga bisa dibilang nggak diam.

  • Alvi Suryani

    Bener kak paling enak punya uang sendiri

    Meskipun gak working ikut perusahaan, tapi setidaknha minimal punya usaha dirumah

    Kalau sudah ada anak, kebutuhan itu ada aja dan impian pun ada aja

    Bertambah nya satu anggota keluarga, maka kebutuhan akan semakin bertambah

    Kalau menurut ku seperti itu

    Kayak baju, makanan, hal2 pokok buat keluarga seperti itu aja udah mumet kepala

    • Ichaasa

      bagus deh kalau setuju! soalnya jadi cewek harus bisa kerja juga ya! mau kerja dirumah ataupun diluar tetep pokoknya harus bisa punya uang sendiri !semangat^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *