Review Series
Review,  Series

Series Review – Never Have I Ever (2020)

Setelah menulis 5 serial Netflix wajib nemenin masa quarantine kamu, aku kembali menonton series terbaru dari Netflix berjudul Never Have I Ever Season 1 yang telah tayang pada tangal 27 april 2020.

Mindy Kaling dan Lang Fisher bertindak sebagai penulis sekaligus produser serial dengan 10 episode ini. Setiap episode berdurasi 30 menitan akan mengajari kamu banyak hal tentang kehidupan. Mulai dari masalah percintaan anak remaja, anak dan orang tua, hingga persahabatan dan persaingan di sekolah.

Sinopsis Never Have I Ever

Tokoh utamanya adalah Devi (Maitreyi Ramakrishnan), seorang gadis remaja India yang tinggal berdua dengan ibunya, Nalini (Poorna Jagannathan). Ayah Devi, Mohan (Sendhil Eamamurthy), meninggal secara tiba-tiba delapan bulan lalu. Devi sepertinya tidak bisa berduka karena tiba-tiba saja kakinya malah berhenti berfungsi. Untungnya dia punya dua sahabat yang baik, Eleanor (Ramona Young) dan Fabiola (Lee Rodriguez), yang siap membantunya kapan saja.

Kemudian ada Paxton Hall-Yoshida (Darren Barnet), seorang siswa yang saking gantengnya bisa membuat Devi bisa menggunakan kakinya lagi. Untuk itulah Devi sekarang berniat untuk merubah citranya dari gadis baik-baik yang selalu berkompetisi dengan cowok nerd, Ben Gross (Jaren Lewinson), menjadi seorang cewek populer.

Inti ceritanya tentang Devi sebagai anak remaja yang sangat ingin menjadi populer dan mengikuti gaya Amerika, tetapi ditentang langsung oleh sang ibu yang sangat menghargai kultur India. Mampukah Devi melakukannya?

Adapun beberapa konfik dalam series ini yang menurutku sangat related dengan kehidupan kita ataupun anak remaja pada sekarang. Mari kita bahas!

Masalah Persahabatan

Devi memiliki dua sahabat yaitu Eleanor dan Fabiola yang sangat perhatian satu sama lain dan selalu memberi support. Karna keinginan Devi yang sangat ingin menjadi populer, membuat persahabatan mereka hancur. ditambah dengan kebohongan Devi yang ingin mendapatkan Paxton dengan cara apapun.

Kedua sahabatnya merasa Devi sangat egois dan selalu mencampur masalahnya dengan masalah orang lain. Padahal Eleanor dan Fabiola juga memiliki masalah yang ingin diceritakan. Hal ini membuat kedua sahabatnya ingin berhenti untuk sementara waktu berhubungan dengan Devi dan berpikir mengakhiri persahabatan mereka.

Gaya persahabatan mereka sendiri sebenarnya patut diacungin jempol. Chemistry yang mereka buat sebagai sahabat sangat solid. Mereka memiliki karakter yang berbeda-beda dengan kemampuan acting yang keren jadi persahabatan mereka menyatu dan terasa sangat hebat!

Eleanor dan Fabiola Memutuskan Persabahatan Mereka
Persaingan dengan Orang di Sekitar

Devi anak yang pintar dan selalu mendapat nilai yang baik di kelasnya. Tetapi bukan hanya dia, ada juga Ben, seorang murid lelaki pintar yang juga merupakan musuh bebuyutan di kelasnya. Ben juga tidak kalah egois dengan Devi yang ingin mendapatkan apapun yang diinginkannya.

Sosok Ben dan Devi terlihat dibuat seperti karekter Tom – Jerry yang membenci satu sama lain. Mereka bertemu setiap saat di sekolah dan saling menggangu satu sama lain dan ikut campur masalah pribadi. Mereka selalu memperebutkan hal-hal kecil di sekitar mereka, berdebat tentang apapun. Mereka berdua bersaing secara tidak sehat dan selalu ingin menjatuhkan.

Devi dan Ben yang selalu terlibat berdebatan
Masalah Keluarga

Setelah ayahnya meninggal. Devi hanya tinggal berdua dengan ibunya. Mereka memiliki banyak perbedaan dan sering kali berdebat. Ketika ayahnya masih hidup pun, Devi lebih akrab dengan Ayahnya ketimbang dengan ibunya. Ini membuat Devi benar-benar stress.

Ibunya selalu melarang keinginan Devi untuk hidup seperti anak remaja Amerika pada umumnya. Ibunya mendidik Devi dengan begitu ketat sesuai aturan yang telah dibuatnya. Mereka memiliki ego masing-masing dan selalu bertengkar untuk hal-hal kecil.

Pertengkaran ibu dan anak ini merupakan hal wajar bila terjadi. Tapi, menurutku ucapan Devi sudah keterlaluan. Aku tidak menyangka dengan teganya Devi berkata, “kenapa tidak ibunya saja yang meninggal bukan Ayah?” Well, menurutku ini kasar sekali, sangat tidak baik.

Devi dan Ibu yang selalu bertengkar
Review dariku

Serial remaja ini bisa membuat kalian merasa jengkel, tertawa dan juga sedih saat menontonnya. Kalau kalian menontonnya pun akan ikutan jengkel dengan sifat Devi yang begitu egois dan tidak peka.

Tetapi di sisi lain, kalian juga akan melihat Devi masih seorang anak yang baik dan manis yang selalu berusaha melupakan kenyataan bahwa ayahnya sudah tiada. Dia bertindak seenaknya karna belum merelakan ayahnya yang pergi begitu saja.

Secara over all, series ini sangat aku rekomendasikan untuk kalian nonton. Konflik permasalahan yang related dengan kehidupan kita menjadi salah satu point yang penting. Biarpun, konflik seperti adalah formula lama. Tapi, jalan cerita yang fresh dan memiliki unsur komedi membuat kalian akan betah menontonnya.

Aku akan memberikan rating 7/10 untuk series ini sendiri. Setelah kalian menonton series ini, aku yakin ada banyak hal positif yang bisa kalian ambil.

Apakah kalian jadi tertarik menontonnya?

8 Comments

  • Suryani Palamui

    Baca sinopsisnya jadi bener-benar relate banget ya sama kehidupan remaja. Aku jujur jadi bisa ngerasain apa yang dialamin si Devi sih, dari cewek biasa yang pengen jadi populer.. Apalagi cerita yang ayahnya udah meninggal juga sama kayak hidupku yang juga ditinggal ayah. Intinya terlepas dia yang annoying, aku cukup paham dengan apa yang dia rasain. Hmm, jadinya pengen nonton deh! Makasih infonya Mba. 🙂

    • Ichaasa

      first I want to say sorry, I hope you are ok with what has happened. You have to stay strong even though I know it’s not easy.
      Yup. Relate banget kok! silahkan dinonton ya di netflix^^

      • Astriatrianjani

        Kayaknya menarik banget. Banyak konflik yang dimasukan. Mulai dari persahabatan sampai keluarga. Yang kayak gini biasanya bikin penonton terbawa suasana karena nggak hanya melibatkan perasaan tokoh utama tapi juga teman-teman dan ibunya.
        Kepo ih saya😁….

      • Gustyanita Pratiwi

        Kok aku malah menebaknya devi ini ntar akan jadiannya malah sama ben ya, ketimbang cowok yang ditaksirnya, bener ga ya kira2 hehe,

        Series yang cukup memikat dengan mengambil topik sentral seputar dunia remaja dengan segala gejolak hormonnya.

        Bisa bayangin gimana kudu sabar seluas samudranya ibu devi yang dikatain anaknya ndiri kek gitu, hiks, tapi kata2 doi yang mengandaikan andai ibunya aja yang meninggal ketimbang ibunya kok menyakitkan hati ya hiks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *