Jewel Changi Airport
Joy

Serunya Libur Akhir Pekan di Singapore

Agak gak pas sih memang timing buat sharing ini, tapi kalo ditunda juga bikin aku bakal kehilangan mood yang masih segar buat nulis keseruan cerita sekaligus itinerary main ke sana. Semoga tulisan ini kelak bisa berguna buat yang mungkin bingung bakal ke mana aja pas mau weekend di Singapore.

Seperti yang kusebutkan di postingan Habis Liburan Lanjut Karantina, aku tegaskan sekali lagi di sini kalo emang udah booking tiket keberangkatan 150 hari sebelumnya di bulan Oktober seharga IDR 658.000  untuk dua orang. Jadi, bukan manfaatin situasi yang baru pesan pas tiket lagi murah meriah akibat ulah Covid-19.

Aku prefer pilih keberangkatan Juma’at malam karena gak berasa capek dan bakal lebih banyak waktu buat explore negara mungil itu, kan Sabtu paginya bisa langsung eksekusi. Tiba di Changi sekitar jam sembilan lewat dengan ngelewatin imigrasi super mulus banget gak pake ngantri karena saat itu bandara emang lagi sepi-sepinya.

Changi Airport sepi
Imigrasi Changi gak pake ngantri

Jewel Changi Airport

Tujuan pertama yang haram dilewatin tentu aja Jewel. Baru mendarat bisa langsung update story lagi di Singapore dengan foto-foto keren di amazing indoor waterfall. Kalian ikutin aja arah panah petunjuk yang ada di Terminal 1, dijamin gak bakal sesat. Namun, bila bingung jangan ragu buat tanya ke pertugas bandara ya.

Kami udah buat janji ketemuan di Jewel dengan teman dari Couchsurfing yang dia juga ngajak dua kawannya lagi buat dinner di Changi.

Kami pilih makan di Mos Café yang letaknya kalo gak salah satu lantai di bawah Terminal 1. Jam 21:30 waktu Singapore pun tempat makan itu masih ramai dan masih perlu ngantri segala. Harga makanan dan minumannya relatif terjangkau buat kantong orang kita.

dancing light jewel

Kelar makan, si kawan ngajak naik ke Canopy Park buat nonton Rain Vortex Light Show biar dapetin the best and the closest to see that show along five minutes. Tenang aja, it’s a free event every night. But nomally for Canopy Bridge and Viewing Deck, sebenarnya kudu bayar 15 SGD untuk akses naik ke lantai 5, tapi berhubung pengunjung Jewel tuh berkurang drastis makanya hingga akhir Maret dikasih gratis. Makanya kami pun dibilang lucky karena kata dia it’s the best time to visit Singapore if you want to avoid crowds. Yes, it is less crowded than usual which is wonderful.

Pas naik ke sini aku yakin banget bakal banyak foto yang bisa kalian ambil dari berbagai sudut spot cantik buat koleksi postingan baru instagram kalian.

Imut kan si gajah duduk
Canopy Park
Sedikit view dari canopy park

Puas diajak keliling di Changi hingga hampir tengah malem sampai kelupaan beli Singapore Turist Past (STP). Penjualnya udah kebanyakan tutup. Alhasil, si kawan berbaik hati nganterin dengan mesan online cab ke daerah 5 Beach Road tempat host kami dari CS juga. Ternyata lumayan jauh perjalanan menuju ke sana. Butuh waktu sekitar kurang lebih 20 menitan dan ditambah 10 menit buat nemuin unit apartemennya baru si kawan balik.

Besoknya kami ke luar sekitar jam sembilan. Hal pertama yang harus dilakuin nyari 7 Eleven untuk beli sim card. Kami beli yang Starhub Tourist seharga 12 SGD hemat dipake berdua. Beruntungnya kami tidak perlu beli lagi STP karena host kami baik banget minjemin kami Ez-link card jadi tinggal top-up saldo senilai 10 SGD aja udah cukup buat kular-kilir dua hari.

DAY 1

Kampong Glam

Lokasinya dekat banget dengan apartemen host makanya pemberhentian pertama kami ialah Kampong Glam. Apa aja yang bisa ditemuin di sini? Ada Istana Kampong Glam, Mesjid Sultan, Jalan Arab, jajan kuliner dan tentunya Haji Lane.

Masjid Sultan yang beratapkan emas ada di Jalan Muscat. Dibangun sebagai tempat ibadah masyarakat yang mayoritas Islam oleh Sultan Johor pada tahun 1826 dan kemudian mengalami renovasi di tahun 1990an hingga mampu menampung 5.000 jamaah.

Arab Street (Jalan Arab) adalah kawasan yang menjual pernak-pernik perabotan rumah bergaya Timur Tengah. Kalian yang mau berburu barang unik di sini mesti gesit saat tawar-menawar. Di sekitar jalan ini pun kalian bakal nemuin banyak resto dan jajanan buat memanjakan lidah pecinta wisata kuliner.

Kampong Glam Cafe
Cafe yang tersohor di kawan ini

Menyebrangi perempatan Arab Street kalian bisa dengan mudah menemukan Haji Lane. Tempat wisata ini sebenarnya adalah sebuah gang kecil yang kanan kirinya diapit bangunan rumah toko dua lantai. Dahulu menjadi hunian warga Melayu kurang mampu sekaligus tempat singgah bagi warga yang hendak melaksanankan ibadah haji, itulah mengapa dinamakan Haji Lane.

Haji Lane sangat menyenangkan bagi penikmat seni karena memang buat eksplorasi street art kayak mural dan graffiti. Lalu saat sore hingga malam hari menjadi lokasi kongko para kaula muda. Asik banget mungkin ya nongki di tempat artistik gitu.

Hanya Istana Kampong Glam yang terpaksa kami skip karena minimnya waktu yang semakin siang serta udara yang juga kian gerah di kawasan yang dipadati pengunjung dan wisatawan.

China Town

Kami menuju lokasi janjian di stasiun Chinatown. Di kawasan ini terkenal dengan tempat belanja oleh-oleh murah, jajan kulineran murah, dan hostel atau apartemen murah di Singapore. Kalian bisa pilih berbagai souvenir seperti gantungan kunci, magnet, kaos dan tas dengan kisaran 1-15 SGD per item. Objek wisatanya juga di kawasan ini mungkin banyak vihara atau temple Budha. Kalian yang minat berburu makanan halal di sini juga ada, tapi kami memutuskan tidak makan di sini karena pilihan yang ada dominan chinese food.

China Town Singapore
Source: visitsingapore.com

Seah Im Food Center

Lunch at Seah Im Food Center

Kami memutuskan kulineran ke Seah Im Food Center dengan MRT dari Stasiun Chinatown ke Stasiun HarbourFront lalu berjalan kaki 180 meter untuk sampai. Banyak variasi makan tersedia, dari makanan Arab, India, China dan makanan Melayu yang jelas juga banyak label halal di tiap kiosnya.

Kami beli agak variatif gitu buat berbagi dan saling cicip. Enaknya pergi berkelompok ya gini. Soal harga juga di sini masih bersahabat sama kantong.

Vivo City Mall

Perut kenyang lanjut lagi jalan kaki ke Vivo City. Jarang sih ada yang ngebahas, tapi para travellers pasti tidak asing dengan tempat ini. Vivocity ini selalu sibuk karena merupakan mall yang menjadi penghubung kota Singapore dengan Sentosa Island. Jika hendak ke Universal Studio sempatkan dulu menikmati pemandangan yang futuristik dan asri di lantai 2 tempat bermain anak sekaligus taman air di sini yang menariknya fasilitas ini boleh dinikmati gratis. Udah puas seru-seruan dan foto-foto barulah lanjut lagi menuju Sentosa Island.

from vivocity view
Sayang gak bisa ngopi-ngopi nikmatin view dari atas sini

Ada tiga opsi untuk sampai ke Sentosa Island dari VivoCity. Pertama langsung aja naik ke lantai 3 untuk ke stasiun monorail Sentosa Express dengan tiket 4 SDG per orang. Kedua, dengan berjalan kaki kurang lebih selama 15 menitan. Ke luar bagian belakan VivoCity di lantai 1 dan tinggal ikutin aja arah panah penunjuk dengan tanda Sentosa Boardwalk untuk berjalan di trotoar sepanjang 670 meter. Bagian terbaiknya adalah mata bakal dimanjakan pemandangan serta bisa ambil foto di spot-spot yang keren. Ketiga, cara terakhir yang lebih nyaman gak capek jalan kaki sebenarnya dan gak bikin dompet meringis bisa dengan bus. Jalan sedikit ke VivoCity bus stop dan naik bus RSW8. Dengan cara ini cukup keluarin 1 SDG aja, tapi ini bukan cara tercepat.

Vivocity
Pengen nyebur gak tuh?

Sentosa Island

Kawasan pulau ini merupakan sebuah pulau buatan hasil reklamasi dari beberapa pulau di Singapore yang hampir hilang karena abrasi. Setelah reklamasi, Sentosa Island menjadi kawasan wisata yang begitu terkenal dengan fasilitasnya yang terintegrasi, mulai dari taman bermain, resort mewah, pantai dan tersebar pula food court di setiap wilayahnya.

Begitu sampai di pulau ini kalian disuguhkan banyaknya pilihan objek wisata baik yang gratisan maupun berbayar. Enaknya di pulau ini kita tidak perlu mengeluarkan uang tranportasi karena pengelola menyediakan bus dan monorail gratis untuk menjelajah setiap attraction. Usah khawatir menunggu lama karena setiap 10-15 menit dipastikan ada bus serta monorailnya.

Foto di depan ikon Universal Studio Singapore jangan sampai dilewatin. Buat sesama sobat misqueen yang gak rela ngeluarin duit buat masuk paling enggak bisa foto gratis di sini.

USS
Ceritanya ini lagi interview gitu

Kebetulan saat itu pihak pengelola lagi ngadain survey berbayar. Maksud berbayar ini bukan dalam bentuk uang tunai ya, melainkkan dikasih voucher main di Advanture Cove Waterpark. Sayangnya kami tidak datang lebih pagi ke sini jadi ya tidak bisa main air.

Voucher advanture cove waterpark
Sedih banget gak bisa manfaatin voucher ini

Berikutnya kami main ke Siloso Beach dengan menaiki monorail turun di Beach Station lalu naik Beach Trams. Ini adalah salah satu pantai berpasir putih yang populer dengan resort dan cottage di Singapore. Pantai ini sangat bersih buat sekadar berjalan santai menikmati hamparan laut biru dengan terpaan semilir angin atau bermain air dan berenang di sini tentu saja menyenangkan. Ada juga bugee jumping bila kalian mau menguji adrenalin di pantai ini.

Siloso Beach
Pantai Siloso
Serem gak sih?

Pages: 1 2

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *