Shopee Paylater dan Budaya Ngutang
Joy

Shopee Paylater dan Budaya Ngutang

Siapa yang tidak pernah belanja dari Shopee? Mungkin ada, tapi aku yakin kita yang tinggal di kota besar bisa jadi tidak pernah absen kedatangan kurir ke rumah meski itu paketan dari e-commerce lain.

Oke, kita tidak pula menapik sisi positif dari kemudahaan e-commerce bisa belanja dari rumah di masa pandemi ini dan didukung kecepatan ekspedisi di Indonesia yang kurasa terbilang bagus hingga paket kita mendarat di rumah.

Mungkin kalian sudah menyadari bahwa kehadiran e-commerce semakin menstimulus kita untuk keranjingan belanja. Iya, tanpa kalian sadari sesungguhnya kita sudah masuk kategori dengan tingkat gaya hidup konsumtif.

Seseorang dikatakan konsumtif saat membeli banyak barang atau jasa bukan berdasarkan kebutuhan, melaikan dari hasrat keinginan semata. Dampak gaya hidup konsumtif yang dibiarkan menjadi kebiasaan jelas akan mendorong ke arah pemborosan.

Prilaku konsumtif inilah yang menjadi bahan bakar kebiasaan kita ngutang. Platform e-commerce pun berinovasi dengan gelagat potensial ngutang itu dengan menghadirkan fitur yang semakin memanjakan kita untuk terus berprilaku konsumtif dengan beli dulu bayarnya nanti saja.

Salah satunya aplikasi Shopee yang menyediakan opsi bayar dengan metode ngutang menggunakan layanan SpayLater miliknya. Mengaktifkan fitur ini sangatlah mudah, tidak akan sesulit saat kita ingin bikin kartu kredit. Peluang inilah yang dirangkul oleh Shopee.

Hal yang kebanyakan luput dari perhatian kita adalah bunganya. Bila dengan kartu kredit tidak akan ada bunga untuk pemakaian yang dibayarkan dalam kurun waktu sebulan, lain halnya dengan Shopee.

Kamu akan dikenakan bunga sebesar 2.95%. Yang tidak dikatan oleh Shopee adalah bunga ini bukan dari akumulasi total tagihan sebulan melainkan dihitung dari setiap transaksi yang kamu lakukan.

shopee paylater
Source: help.shopee.co.id

Sudah ada 1% untuk biaya transaksi yang anggap sajalah sebagai biaya admin saat kita checkout. Kalau kamu teliti dari detail bayar nanti dari setiap chechout itu kamu akan menemukan yang namanya biaya penanganan yang sebenarnya adalah bunga 2.95% itu.

Shopee paylater dan budaya ngutang
Denda dan biaya-biaya penggunaan Shopee Paylater

Coba kita main hitung-hitungan sedikit ya. Misal dalam sebulan aku checkout sebanyak 5 kali dengan nominal IDR 120k perorderan. Maka aku sudah membayarkan IDR 6k secara keseluruhan untuk biaya transaksi. Sedangkan total bunga yang akan dimasukan rincian itu hampir IDR 18k. Jadi totalnya dalam tagihan Shopee Paylater aku sudah dibebankan IDR 24k.

Voucher diskon dari seller atau Shopee sendiri terkadang tidak mengcover biaya untuk tagihan kita nanti. Itu simulasi dengan nilai kecil saja. Gimana kalau beli barang-barang yang harganya nggak murah seperti gambar di atas, jumlah bunga yang ditarik itu sudah nggak wajar, bund! Rugi banyak juga kalau checkout dengan cara ngutang dari Shopee Paylater.

Belum lagi biaya keterlambatan saat kamu lupa membayar tagihan Shopee Paylater itu 5% dari total tagihan, itu berasa sakit juga ngeluarinnya. Duit buat bayar denda udang bisa beli token listrik kan?

Pada intinya ini tergantung sudut pandangmu gimana menilainya dan menggunakan fitur ngutang instan milik Shopee. Buat aku personal yang udah kapok pernah terbayar denda itu, bikin aku kapok beneran. Bukan aku tidak lagi memakai fitur manjah dari Shopee itu, hanya lebih direm saat checkout pikir-pikir dulu jangan kalap meski ada gratis ongkir.

Sebenarnya biar nggak keluar biaya emang lebih aman isi saldo di ShopeePay. Cuma aku pun suka malas narok duit ngendap di aplikasi begitu, jadi kadang repot sendiri saat mau checkout baru ngisi saldonya.

Ngutang di sini kadang emang bikin khilaf, apalagi dikasih limit Shopee Paylater yang besar, bisa belanja kayak tanpa beban gitu. Sudah dapat notifikasi tagihan baru kaget, “yang benar aja, sebanyak itu utangku?”.

Ngutang itu nggak salah koq, yang penting perlu ingat porsi kemampuan bayarmu. Kalau menurut kalian sendiri fitur ngutang ini sangat membantu atau malah bikin buntung?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *