Joy,  Monologue

Terlambat 2 Menit?

Sebenarnya aku bukanlah tipe orang suka telat jika berhubungan dengan kewajiban. Sebagaimana mestinya aku sebagai seorang karyawan kantoran yang memiliki jam masuk kantor yang sama setiap hari kerja.

Tapi di antara karyawan – karyawan yang lain ada banyak sebagian karyawan lain yang bahkan bisa telat selama 10 atau 15 menit seharinya, kebayangkan dalam sebulan bisa telat berapa menit mereka?

Sedangkan di kantorku memiliki batas waktu dispensasi selama 20 menit untuk setiap bulannya. Jadi, jika kalian telat lebih dari 20 menit dalam satu bulan maka siap – siap gaji atau instentif kalian akan dipotong.

Aku benar – benar tidak masalah dengan peraturan itu, karna aku bukanlah tipe orang yang sering telat jika berhubungan dengan kewajiban. Dari aku mulai sekolah, kuliah hingga bekerja bisa dihitung dalam satu tahun aku hanya bisa telat beberapa menit saja.

Lantas apa hubungan dengan judul blog yang telat 2 menit? Begini ceritanya!

Aku terlambat selama 2 menit dikarenakan sebelum pergi bekerja di hari itu aku harus mengisi bensin motorku terlebih dahulu, karna jarak kantor cukup jauh dari rumahku. Mau tidak mau aku harus mengisi bensin agar bisa sampai dikantor.

Jadilah aku mengantri dan kebetulan pada hari itu ada banyak orang yang ingin mengisi bensin dan cuman ada 1 loket pom bensin yang buka untuk motor. Jadilah aku harus mengantri kurang lebih selama 15 menit.

Dan pada saat tiba dikantor, ternyata aku terlambat selama 2 menit. Setelah aku absen dan merapikan mejaku, Aku langsung di panggil manager yang dengan cepat memberikanku surat agar segera cepat diselesaikan dan aku kerjakan.

Pada hari itu, dia sudah datang terlebih dahulu dan langsung memberiku ceramah singkat agar aku tidak terlambat lagi. Apapun alasannya, Karna dia mengatakan bahwa pekerjaanku cukup penting dan tidak bisa ditunda. Padahal sudah ku jelaskan.

Moodku langsung berubah seketika menjadi kacau dipagi hari, padahal aku masih memiliki 18 menit lagi dispensasi waktu untuk bulan ini jika aku terlambat selama 2 menit pada hari itu, tapi dia tidak perduli. Seolah – olah aku adalah seorang karyawan yang sering terlambat.

Aku mencoba berubah pikiranku, mengatakan bahwa dia peduli kepadaku. Itu mengapa dia menegurku pada hari itu, tapi tetap saja. Melihat yang lain terlambat dan melebihi batas waktu dispensasi yang diberikan dari kantor membuatku sungguh sakit hati karna itu tidak adil.

Jadilah, aku hanya cuman diam dan mendengarkan apa yang dikatakan managerku dan berkata “Baik pak, untuk kedepannya tidak akan diulangin lagi” Padahal di dalam hati aku sudah mengumpat karna sebetulnya dialah yang lebih sering datang terlambat dari aku. Huft!

Kalau kalian bagaimana? Apakah pernah ada yang pernah terlambat juga?Coba share dikolom komen bagaimana cerita kalian tentang keterlambatan! X

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *