My Forever Sunshine
Review,  Series

Thai Series Review – My Forever Sunshine (2020)

Sebenarnya pesona Mark Prin yang bikin aku nagih pengen lihat aktor satu ini di lakorn terbarunya, My Forever Sushine (Trab Fah Mee Tahwan). Soalnya drama dia sebelumnya, My Husband In Law berkesan banget bagiku. Akting Lead female lakorn ini juga sudah pernah aku saksikan di My Secret Bride.

Plot Story

My Forever Sunshine mengisahkan Paeng (Kao Supassara) yang kehilangan orangtuanya karena kejadian tragis dan terpaksa tinggal dengan keluarga Arthit (Mark Prin). Papa Arthit merasa berhutang budi dengan teman baiknya, Papa Paeng hingga berjanji menjaga Paeng.

Kejadian ini membuat prilaku Paeng jadi buruk, manja dan suka bikin onar di sekolahnya tanpa kenal takut. Peran Arthit jadi kakak yang penyayang membuat Paeng jatuh hati. Dan Paeng semakin agresif mendekati Arthit saat tahu ternyata bapaknya ada niatan menjodohkan mereka berdua. Namun sayangnya, pendekatan Paeng justeru membuat Arthit malah membencinya.

My View

Aku akan buat ini sesingkat mungkin. Honestly, it just disappointed me. Nggak banyak yang bisa dipuji dari lakorn ini. Apa yang kuharapkan ada, mungkin seperti humor yang membahana dari drama Mark Prin sebelumnya tidak kudapatkan dari My Forever Sunshine. Humornya mostly garing ditelingaku.

Mau nyebut ini romcom juga nggak nyampe. Jujur, chemistry tokoh utamanya tuh nggak yang bikin aku baper gitu. Perubahan karakter Arthit juga terlalu berputar balik 180 derajat. Maksudku, agak aneh aja dari yang tukang bully karena tertembak besoknya langsung jadi bucin gitu sama Paeng.

Serba gantung semua jatohnya. Dari episode 1-11 dengan durasi satu setengah jam per episode ini bikin aku sering tertidur sanking alurnya tuh lambat parah. Banyak plot yang nyampah gitu buat memperpanjang durasi. Konfliknya sebetulnya ringan aja, but too much dialogues yang bikin males sih.

Arthit dkk

Oke, biar nggak pahit banget baca review ini, aku sebutin dua poin yang cukup lamayan dan bolehlah dipuji. Pertama pasti set lokasi yang adem di mata penonton. Perkebunan sayur, buah dan Bunga menghiasi seluruh episode. Selanjutnya, tentu akting para pemainnya yang sudah keren cuma eksekusi ceritanya aja yang nggak wah nendang.

Aku pun heran, akhirnya bisa kelarin 15 episode lakorn ini dengan setengah hati walau banyak jeda untuk nerusinnya. Kalian yang udah kadung pengen lihat si tampan, ya silahkan saja tonton lakorn ini, tapi ya aku tidak menjamin drama ini akan berkesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *