Thai Series Review - Praomook (2021)
Review,  Series

Thai Series Review – Praomook (2021)

Praomook adalah Lakorn kedua setelah Mae Krua Kon Mai yang aku tonton hingga selesai di tahun ini. Lakorn produksi Channel 3 ini tayang perdana pada 10/05 dan bisa kalian saksikan di paltform streaming Viu.

Sama seperti lakorn lainnya yang aku review di sini, premis Praomook pun soal perjodohan. Meski episode terakhinya akan tayang nanti 05/07, aku sudah bisa menebak ending dari Praomook. Aku tidak akan berharap banyak dari lakorn yang episodenya terus menerus dipadatkan ini.

Sinopsis

Praomook bercerita mengenai kehidupan Praomook (Bua Nalinthip), seorang DJ wanita yang bekerja di kelab malam. Ia bekerja mencari uang untuk membayar hutang dan biaya pengobatan ayahnya.

Karena sebuah kesalahpahaman, Chalanthorn (Pon Nawasch) mengira Praomook sebagai gadis nakal. Mook pun merasa tidak cocok dengan Lan, membuat keduanya saling membenci dari awal episode hingga akhir selalu dipenuhi dengan pertengkaran.

Suatu hari orang tua lan meminta bantuan Mook agar putranya terhindar dari kesialan dengan menikahinya dengan imbalan akan membantu melunasi hutang ayahnya.

Dulu Mook pernah menyukai Lan saat masih sekolah, bahkan mereka juga sempat dijodohkan namun Lan selalu menolak pernyataan cinta Mook dan menyakiti hatinya hingga mereka berpisah. Mook pun setuju dengan perjodohan itu karena ia ingin membalas dendam kepada Lan.

Sementara itu, lan berpura-pura menyukai sesama jenis hanya untuk menyingkirkan Mook. Namun, Mook tidak mempercayai alasan itu dan terus berusaha memenangkan hati Lan.

Overview

Pertama, dari segi penokohannya, lakorn ini menjadi projek kedua Bua Nalinthip dan Pon Nawasch setelah Tra Barb See Chompoo pada 2018. Urusan chemistry mereka harusnya usah dipertanyakan lagi. Dari yang kayak meong guguk hingga lengket kayak perangko jelas scripnya masih sama seperti lakorn mereka di 2018.

Tokoh lain seperti Marut (Krating Khunnarong) sebagai sehabatnya Lan yang lebih wise dan tenang pembawaanya kurasa mendapat porsi peran yang pas di kehidupan cinta Lan dan kepeduliannya pada apa yang dimau oleh sahabatnya itu. Dan juga the best thing of him was he also has a friendship with Mook and very nice with her.

Nampetch (Mint Ranchrawee) adiknya Mook yang masih kekanankan dan annoying banget tapi keras kepala dan pintar mengejar mimpinya membuat game. Aku rasa dia lebih cocok dipasangkan dengan Poom (Meen Nichakoon) yang selalu bisa nenangin bocah ini dan beneran care sama dia setiap saat dibutuhin.

Treenutch (Sakul Kanyapak) adalah mantan Lan dari jaman sekolah yang dengan niatan buruk datang kembali minta rujuk sama Lan. Karakter muka dua belas deh sana-sini bisa jadi sekutu. What irritated me was they show more skinship scene with this damn witch than the main female character.

Lan & Mook scene di Korea

Kedua, dari segi alur cerita yang aku tahu ini formulanya klise tapi selalu berhasil menarik minatku untuk nonton. Tapi jujur yang satu ini sangat mengecewakan kerena terlalu mengulur waktu dengan keras kepalanya Lan yang terlalu abusive memperlakukan cinta Mook.

Ntah siapa yang harus disalahkan dengan pemangkasan episode lakorn ini dari awalnya 22 berubah menjadi 17 dan finalnya cuma sampai 15. Padahal hingga paruh jalan saja hubungan dua tokoh utama belum ada sinyal-sinyal mesranya.

Banyak penonton yang pasti kecewa dengan porsi yang disediakan untuk menuntaskan cerita ini dengan paksa dan terburu-buru, dari mengungkap dalang penembakan, urusan perusahaan, kisah cinta para tokohnya yang tidak sempat dieksplor dan yang paling utama, Lan yang bahkan tidak sempat punya waktu for reflecting on what he did wrong.

This is a lakorn we all know eventually they pull end up together tapi akan lebih seru saat diberi porsi lebih agar Lan had suffering and then trying hard to get Mook back. Atau aku akan lebih puas melihat lakorn ini dengan sad ending yang memperlihatkan Mook bisa punya kehidupan dan pasangan baru tanpa menoleh lagi pada Lan yang menyesal telah menyia-nyiakan cinta tulus Mook.

Ketiga, dari setting latar yang lumayan lah ada beberapa pengambilan gambar di Korea yang juga bisa disebut nilai plus walau sisanya lebih berkutat di rumah dan kantor.

Menurutku pribadi, cinta itu juga perlu martabat ketika perasaan cinta malah dikasihani itu bukan lagi cinta yang wajar. I somehow finished watching it, but personally wouldn’t recommend this lakorn. It obviously wasting your time!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *