The Minimalists (2021)
Movies,  Review

Movie Review – The Minimalist: Less is Now (2021)

Gaya hidup minimalis pasti tidak asing terdengar oleh kalian, apalagi di era modern seperti ini. Gaya hidup minimalis dapat diartikan sebagai hidup sederhana, yakni kehidupan yang dijalani dengan merujuk pada praktik-praktik keikhlasan untuk menyederhanakan hidup, baik secara materi maupun non-materi.

Dalam praktiknya, ketika seseorang dengan sukarela mengurangi jumlah dan jenis harta yang dimilikinya dan meningkatkan kemandiriannya, maka ia telah dianggap menerapkan gaya hidup minimalis. Sangat menarik bukan?

Pada 1 Januari 2021, Netflix baru saja membuat film documenter tentang hidup minimalis yang secara tidak langsung ikut menampar keras kehidupanku. Sejumlah narasumber juga akan membagikan kisah mereka setelah menerapkan gaya hidup minimalis. Mereka berasal dari berbagai latar belakang mulai dari pakar, pekerja kantoran, bos, serta banyak lagi profesi pelaku gaya hidup minimalis.

Sinopsis

Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus kembali memaparkan manfaat yang bisa didapatkan manusia dari gaya hidup minimalis dalam The Minimalists: Less is Now.

Dua sahabat, Millburn dan Nicodemus, tumbuh di tengah-tengah kesulitan ekonomi yang mendera keluarga mereka. Saat berusia delapan tahun, Millburn dan keluarga harus menggantungkan hidup dari kupon makanan yang dibagikan oleh pemerintah.

Mereka terus berusaha untuk mengejar impian menjadi orang sukses. Beruntung, kerja keras mereka membuahkan hasil. Keduanya berhasil menduduki jabatan bergengsi di perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat.

Saat Millburn dan Nicodemus mendapatkan semua yang mereka inginkan, sebuah peristiwa besar mengubah pandangan mereka tentang dunia. Dari sini, keduanya mulai fokus pada hal-hal terpenting dalam hidup melalui konsep minimalis.

Bagaimana hidupmu bisa lebih baik dengan lebih sedikit?

Pertanyaan diatas menjadi jawaban hasil dari konsep minimalis yang telah dijalani oleh semua orang. Bagaimana bisa dengan sedikit hidup kita bisa lebih baik? Bukankah jika kita bisa memiliki semuanya maka hidup kita akan lebih baik dan lebih bahagia lagi?

Tentu saja bisa! kita bisa menjadi lebih baik dan merasa bahagia ketika kita bisa mengurangi barang yang kita miliki dan membagikannya dengan yang lebih membutuhkan. Percaya atau tidak?

Dalam film berdurasi 53 menit ini kalian bisa melihat dengan jelas bahwa di zaman era modern ini membuat kita bisa memiliki semuanya dengan cepat dan mudah. Bahkan, ketika kita diam di rumah belanjaan yang kita inginkan akan sampai dengan sendirinya.

Pikiran kalian akan lebih terbuka tentang baiknya untuk melakukan hidup minimalis saat ini juga. Jujur saja, setelah menonton film ini aku jadi yakin bahwa konsep minimalis memiliki banyak benefit yang bisa kita dapatkan untuk membuat hidup lebih baik.

Apalagi jika orang tersebut sangat suka belanja online dan membeli barang secara tidak sengaja karna terlihat lucu tapi tidak terlalu dibutuhkan. Ataupun yang ingin menghadiakan diri sendiri dengan membeli barang baru karna terlalu capek bekerja dan merasa worth it mendapatkan itu.

Kenangan tidak akan tersimpan di dalam barang melainkan di dalam diri kita sendiri.

Ada banyak manfaat juga ketika kita memilih untuk tidak membeli banyak barang sebagai penghias rumah kita ataupun keperluan yang dirasa tidak perlu. Karna selain menghabiskan uang tentu saja memakan banyak ruang dan membuat rumah terasa penuh sesak.

Setelah menonton ini aku akan mencoba menjadi hidup minimalis dan tidak akan membeli baju atau sepatu lagi setiap bulan ataupun untuk nongrong cantik bersama teman setiap bulan dan menghabiskan banyak uang. Karna untuk membuat hidup kita bahagia tidak perlu seperti itu!

Justeru hidup dengan kesederhanaan yang dimiliki membuat hidup kita terasa lebih berharga dan lebih layak. Tambahkan juga berbagi yang sebenarnya tidak mengurangi apapun dalam hidup kita.

Buat kalian semua aku sangat mewajibkan kalian untuk menonton film dokumenter ini biar kalian akan bisa melihat sendiri bahwa memiliki semuanya bukan bearti kalian akan bahagia dan hidup dengan tenang. Percayalah!

Jadi, sudah siap memulai hidup dengan konsep minimalis?

5 Comments

  • Justin Larissa

    Pas banget baru nonton ini beberapa hari lalu dan tertegun alasan mereka dulu beli-beli barang adalah karena mereka hidup dalam keterbatasan. Salah satu yang paling nempel di kepala adalah pertanyaan apakah bener hidup kita akan lebih baik kalau kita tinggal di rumah itu? Kalau kita naik mobil itu? Kalau kita pakai baju kayak gitu? Jadi harus lebih banyak refleksi ketika kita kepengen sesuatu. Ulasan yang pas dan nice nih.

    • Fir

      I already watch this movie! Kamu tak perlu kan banyak benda untuk buat kamu happy. Cukup la sekadar apa yang kamu ada. Now i can eat 1 bread per day to survive and live like a monk hahah.

  • ainun

    pengen gitu sebenernya menerapkan hidup minimalis, udah coba coba mengurangi barang barang yang nggak penting, tapi aku liat liat lagi rasanya kok masih maksimalis aja, belum minimalis
    kadang masih suka muncul pikiran, ah sayang nih yang ini dibuang, nanti nanti aja deh, gitu aja terus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *