Struggle for Life
Monologue

The Struggle For Life

Beberapa hari yang lalu, saat baru pulang kerja sedang jalan menuju ke rumah, aku melihat seorang kakek renta yang masih menawarkan koran di perempatan lampu merah.

Miris dan sedih. Begitulah perasaanku saat itu. Kenapa sih seorang kakek yang sudah lanjut usia masih harus berjuang untuk hidupnya? Bukankah di usia tua harusnya si kakek menikmati hidup? Atau seenggaknya tidak perlu bekerja dan cukuplah bermain dengan sang cucu.

Ntahlah. Aku tak tahu pasti alasannya. I just can’t stop thinking whether at that old age we also have to struggles for life? Well, jika bukan pensiunan PNS mungkin iya.

Mereka masih harus memutar otak dan melakukan apapun untuk bisa makan hari ini. Biarpun tubuh sudah renta, tak mampu bergerak selincah waktu muda, masih harus bekerja lagi esok demi menyambung hidup. Aku tahu, dimanapun ada banyak orang seperti kakek ini.

Bahkan, aku pun sering menemukan pengemis tua yang sengaja diantarkan oleh anaknya untuk mengemis di sekitaran pasar. Gila sih, itu anak nggak ada otaknya, setega itu nyuruh orang tua untuk meminta-minta? It was just pathetic and I got speechless at that time.

Maksud tulisan ini hanya ingin berbagi keresahanku dan mengingatkan kita semua agar semangat bekerja selagi masih muda dan sehat. Ngerti kok, rebahan sambil mainan ponsel itu emang paling yahud. Tapi, jangan terlalu terlena. Karna hidup tidaklah seindah dalam drama yang kita nonton.

Apapun pekerjaan kalian tetaplah bekerja dengan jujur dan baik. Lebih keren kalau bekerja bisa tulus dan ikhlas. Tapi, ya namanya manusia kan ya, ada aja kurangnya di mata kita.

Aku nih juga mesti mikir dari mana dapetin duit tambahan selain dari gaji. Aku bukan seorang PNS atau karyawan BUMN. Aku seorang karyawan swasta biasa. Nggak ada tuh namanya dapet dana pensiun dari perusahaan.

Sekarang deh baru kepikiran masa depan, gimana caranya saat aku sudah memasuki usia pensiun dan tidak bisa bekerja lagi tetapi tetap bisa makan dengan cukup tanpa perlu menguras energi lagi.

Tetapi, jangan sampai takut juga untuk memulai petualang selagi masih muda dan punya banyak waktu untuk bertemu dengan kenalan baru atau pun untuk ngujungin tempat-tempat seru yang belum pernah didatangin.

Siapa yang tahu kan, dari perjalanan situlah kita menemukan ide atau pencerahan yang bisa membuat hidup kita lebih baik lagi ke depannya.

Life is like riding a bicycle, to keep your balance you must keep moving.”

5 Comments

  • CREAMENO

    Setuju, selagi masih muda, tenaga masih banyak, harus semangat bekerja. Bukan hanya untuk uang tapi untuk aktualisasi diri juga. Plus meski uang nggak bisa membeli kebahagiaan, tapi nyatanya uang diperlukan untuk bayar billing kita 😆 jadi semangat!

    • Ichaasa

      Yok bisa yuk!! 💙
      Selagi masih muda tetap harus mikirin dana pensiun dari skrang, tapi juga jangan lupa buat have fun pas masih muda!

  • grubik

    Seorang pensiunan pun di masa tuanya belum tentu hidup nyaman. Secara finansial, mungkin dia aman dengan adanya dana pensiun, tapi jika tidak mempersiapkan diri menyambut pensiun, masa pensiun bisa menjadi sangatlah berat. Post power syndrom, kepikunan dini bisa dialami jika tidak ada persiapan menuju masa itu…

  • annisa ayu nisa

    iya sama kak.. kadang kalau melihat kakek2 yang renta masih kerja,misal narik becak atau jualan keliling, suka sediih yaa. kadang suka kesel sendiri, anaknya dimana yaa.. kok gak kasian gitu. tapi yaa cuman bisa ngedumel dihati aja. dan menyemangati diri dan biarlah masa muda kita berlelah, tetapi masa tua kita bisa menikmati masa pensiun dengan penuh suka cita tanpa harus memikirkan lagi cari uang buat makan atau sekedar bertahan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *