Youth

There Are No Friends in This Life

Friends Are Like Stars, They Come and Go, But The Ones That Stay Are The Ones That Glow

Illustration: pinterest.com

Saat duduk di bangku Senior High School aku memiliki banyak teman dan waktu untuk melakukan hal apa pun bersama teman-temanku. Ketika pulang sekolah kami lebih memilih untuk berkumpul di sekolah dan menghabiskan waktu bersama dari pada pulang ke rumah  dan belajar.

Aku memiliki dunia yang indah bersama temanku, dan selalu berpikir bahwa kami akan selamanya seperti ini. Meyakini bahwa kami adalah teman selamanya dan tidak akan terpisahkan satu sama lain. Kami saling mempercayai melebihi mempercayai keluarga kami sendiri. Hebat sekali bukan?

Tetapi, ketika waktu berlalu. Aku sangat terkejut saat mendapati teman-teman yang sudah kukenal selama ini perlahan berubah menjadi seperti orang asing yang tidak pernah aku kenal.

Bagaimana bisa?

Setiap hari kami selalu tertawa, bergosip, mengerjakan tugas kelompok dan menggosipi kakak kelas populer seantero sekolah. Ini tidak mungkin. Kami adalah sahabat selamanya! Sulit dipercaya, tidak mungkin. Kenapa semua bisa berubah dalam waktu yang singkat?

“The Time Will Come, and Every Thing Will Crack”

Aku masih tetap diam dan membiarkan mata dan telingaku untuk melihat dan mendengar apa kah ini mimpi atau hanya khayalanku saja. Aku tidak pernah berpikir bahwa ini akan terjadi, yang aku pikirkan adalah  kami bestfriend forever!

Lagi lagi, waktu berlalu. dan yang terjadi bukanlah mimpi. Namun inilah kenyataan pahit yang harus di terima. Hidup tetap berlanjut walapun dunia pertemananku raib sudah.

Aku dan temanku putus hubungan komunikasi. Kami tidak pernah berkumpul, bergosip dan mengerjakan tugas kelompok bersama lagi. Bahkan, untuk bertukar senyum pun tidak!

Kami menganggap bahwa kami tidak berada dalam satu ruangan dan tidak saling mengenal satu sama lain. Lantas, bagaimana dengan kemarin? Momen di saat kami pernah tertawa  terpingkal-pingkal bersama hingga perut sakit dan hampir mengeluarkan air mata karena lelucon konyol yang dibuat?

Bagaimana mungkin hal itu bisa hilang dan dilupakan secepat ini?

“Don’t Cry Because It’s Over, Smile Because It Happened”

Mereka adalah duniaku. Bagaimana dengan mimpi-mimpi yang kita buat selama ini? Rencana-rencana aneh yang akan kita lakukan di masa depan? Birthday party yang setiap tahun kita rayakan?

Hari-hari terasa sangat berat di sekolah. Tidak ada lagi senyum, suara tawa dan kecerian anak sekolahan yang memiliki masa-masa remaja indah. Tidak ada lagi. Hanya ada kewajiban seorang pelajar yang datang ke sekolah untuk belajar dan menata masa depan.

Lagi, lagi dan lagi. waktu menjawab segalanya.

Aku dipaksa terbiasa dengan semua ini dan mencoba untuk menerima semua yang telah terjadi. Menjalani hidup layaknya seorang anak sekolah yang berumur 17 tahun tanpa seorang teman.

Ketika kami bertemu aku mencoba memberikan senyuman yang tidak pernah mendapatkan balasan. Mencoba untuk memperbaiki apa yang terjadi dan berharap suatu saat semua akan kembali menjadi seperti dulu.

Sampai akhirnya, aku mengerti.

Mereka yang kuanggap my bbf telah berakhir. Mereka tidak diizinkan Tuhan untuk masuk ke dalam ceritaku hidup lagi. Waktu mereka hanya sampai titik itu untuk bersamaku. Dan benar teruji benar adanya sebuah kalimat People in Your Life Just Come and Go.

Mereka hanya datang ke dalam kehidupanku di waktu yang tepat, dan akan pergi dengan sendirinya di waktu yang tepat juga. Mereka akan pergi meninggalkan kamu sendirian. Mereka tidak akan pernah selamanya bertahan di sisimu. Semua orang akan seperti itu. Diakhir cerita kamu sendiri yang akan menentukan semuanya.

Aku lulus Senior High School tepat waktu, begitu pun teman-temanku. Lalu, untuk terakhir kalinya di hari kelulusan, kami kembali bertukar senyum dan berpelukan. Mengenang kenangan indah yang pernah terjadi di antara kami semua.  Kemudian akhirnya mengucapkan selamat tinggal dan semoga sukses menapaki masa depan. Aku tahu kami mencoba untuk memaafkan satu sama lain walau tanpa ada yang mengucapkan kata maaf.

Dan, hidupku terus berlanjut…

2 Comments

  • Just Awl

    Ini juga apa yg beberapa waktu lalu kepikiran sama aku, tiba-tiba merasa kehilangan teman-teman SMA yang dulu ngerangkai mimpi bareng-bareng. Padahal udh bertahun-tahun lulus, tapi sesekali masih ngerasa sedih karena di dalam grup aku cuma aku yg kepisah dan seolah udh hilang sosoknya—yg lain masih sering hang out. Ternyata keberadaan aku di sekitar mereka memang mungkin hanya sampai disana. I have to go through the different ways to get what i want, to be what i wanna be. Yah, memang pada akhirnya perjalanan kita terus berlanjut bahkan sampe tua. Mungkin di saat nanti tua itulah kita bisa lebih tau pertemanan yg mana yg setia dan berharga. Anyways, salam kenal, ya!😊

  • Ichaasa

    Bener banget, karna banyak kenangan yang susah untuk di lupakan ya jadinya sedih. but, it’s ok. seiring berjalannya waktu dan hukum alam kita pasti dapat teman yang sejalan^^ Semangat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *