Touch My Heart
Monologue

Touch My Heart

Mungkin kalian tidak asing dengan drakor Touch Your Heart. Yups, drama keluaran 2019 ini emang menginisiasi nama grup kami. Lucunya, awal grup WA ini dulu terbentuk pada September 2018 dengan nama Goyang Shopee/ Hago. Dulu seniat itu buat memudahkan kami share link goyang shopee.

Akhir Oktober 2018 grup ini berubah nama jadi Omnifora Girls. Pemilihan nama Omnifora mungkin karena kami semua tidak pemilih makanan, diajak makan kemana ayok aja. Dengan mereka ini juga aku suka ngider icip-icip tempat makan baru dan jajan ke tempat yang lagi kasih paket promo.

Grup yang saat itu posisinya selalu paling atas di daftar obrolan. Grup ini juga sudah alih fungsi donk jadi buat info seputar kuliah, mulai dari tugas, contekan, update kelas, hingga ghibah manalah bisa dilewatin. Berganti nama Touch My Heart dengan tambahan icon dua pisau resmi pada April 2019 saat pada bucin sama pengacara Kwon Jung-Rok.

Ceritanya di Mei ini beberapa sahabatku melangsungkan pernikahannya. Ada perasaan janggal dan tidak percaya saat teman dari jaman bocah bau kencur akhirnya jadi istri orang. Begitu pun sahabat seperjuangan di masa kuliah.

Lantas, kenapa aku membahas grup ini? Karena mereka ini punya kenangan yang dalem di memoriku. Kini dua di antara mereka sudah memegang peranan sebagai istri. Dan dua lainnya sudah punya tambatan hati, hanya tinggal menunggu kabar saja kapan hari bahagianya. Sedihnya, mungkin ini bridesmaid dress pertama dan terakhir yang kuterima dari grup ini sebelum kepindahanku.

bridesmaid dress
Moment kita ngumpul terakhir kalinya

Aku pernah ceritakan tentang mereka dalam circle pertemananku. Jujur aja, aku memang tipe yang bisa berteman dengan siapa pun, namun untuk mereka yang meninggalkan kesan teramat bagiku tidaklah banyak, bisa dihitung jari totalnya.

Nah, salah satunya yang barusan nikah ini rasanya paling punya jasa besar mengayomi adik-adik labilnya semasa kuliah. Sosok mbak yang dewasa dalam setiap pemikiran dan tindakannya. Tipikal yang adem aja pembawaannya. Serius, sayang banget sama mbakku satu ini. Kalo inget jasa dia yang selalu kurepotin semasa aku kuliah nyambi kerja beneran terharu aku tuh.

Lalu teruntuk duo sahabatku yang pada saat tulisan ini kubuat masih single, aku doakan semoga dimudahkan jalan munuju halal kalian berdua dan kusampaikan maaf terlebih dulu karena kelak aku pasti tidak ada bersamamu di hari bahagiamu itu. Hanya bisa berikan peluk cium terhangat secara virtual dari negeri orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *