Monologue

Traveling Sendirian Karna Keadaan

Flashback ke tahun 2019 yok! Waktu pertama kalinya aku dan Navia berencana untuk liburan pertama kali keluar negeri bersama. Karna ada promo tiket murah. Jadilah kami sangat excited bukan main untuk memulai perjalanan kami berdua keluar negeri yaitu Singapore dan Malaysia.

“Kita boleh berencana tapi Allah yang menentukan”

Qoute diatas memang benar – benar terjadi! Tepat saat Hari H, eh sih Navia Telat Check-in – Ngenes, Sakit tapi Tak Berdarah dan ketinggalan pesawat mengharuskan aku untuk pergi dan traveling sendirian karna keadaan.

Pada saat kejadian itu aku sungguh – sungguh galau karna Navia tidak kunjung datang sedangkan aku harus masuk keruang tunggu dan masuk kedalam pesawat. Aku tidak henti – henti berdoa dan meminta tolong kepada Allah dan selalu berpikiran positif bahwa semuanya akan baik – baik saja.

Jadilah, aku orang terakhir yang masuk kedalam pesawat dengan tidak semangat karna harus meninggalkan sahabatku dan pergi liburan sendirian untuk pertama kalinya.

“Apa yang kamu ucapkan adalah doa”

Traveling sendirian sudah masuk dalam listku sejak dulu, tapi ya aku tidak mau Traveling sendirian secara dadakan karna aku tidak membuat plan dengan benar, yang ada dipikiranku adalah jika kami tersesat kami bisa berdiskusi dan mengambil keputusan bersama.

Akhirnya, mau tidak mau aku harus traveling sendirian karna keadaan dan diluar rencanaku. Dan hal yang paling mengejutkan adalah aku Kehilangan Paspor di Negeri Orang dan harus stay di malaysia selama 1 minggu karna aku tidak memiliki paspor. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan!

Tapi aku juga belajar banyak hal dan berani mengambil semua keputusan sendiri dan belajar untuk mengendalikan diriku, dan apa yang selaluku ucapkan untuk pergi traveling sendirian terjadi secara tidak terduga. that’s not my plan!

Aku juga mengunjungi tempat – tempat wisata sendirian dan mengambil foto sendirian. Tak lupa juga aku bertemu dengan orang – orang baik yang baru aku kenal dan menolongku! membuka pikiran lebih terbuka dan lebih untuk menghargai orang lain.

In the end, liburan sendirian juga sangat menyenangkan biarpun aku harus menangis dinegeri orang karna tidak bisa pulang. Tapi, aku banyak sekali mendapatkan pengalaman yang tidak bisa aku dapatkan saat aku sekolah atau kuliah. ini adalah pengalaman mahal dan Pelajaran hidup yang hanya aku dapatkan saat aku traveling!

Aku bisa lebih belajar lagi untuk mengenal diriku sendiri dan menyelesaikan masalah serta membuat keputusan yang resikonya hanya aku sendiri yang menerimanya! Dan aku tidak sabar untuk kembali traveling sendirian lagi dengan plan yang baik dan pastinya akan lebih berhati – hati lagi!

Berikut foto – foto yang aku ambil saat aku traveling sendiran!

Menulis cerita tentang traveling ditengah kondisi saat ini sangat membuatku rindu untuk traveling dan berkunjung ke tempat – tempat baru ataupun mencoba makanan baru. Semoga covid ini segera berakhir dan kita bebas jalan – jalan lagi tanpa menggunakan masker!

Kalian sendiri bagaimana? pernah nggak traveling sendirian atau lebih suka traveling rame – rame? Ayok share juga cerita kamu ya!

2 Comments

  • ainun

    samaa mbakk aku juga kangen traveling dengan aman dan nyaman lagi
    ngomongin solo traveling, itu yang sering aku lakukan dan sudah biasa, nggak ada takut takut yang gimana.
    kalau diitung-itung,waduh lupa saking seringnya traveling sendiri
    seru serunya juga dinikmati sendiri, foto dengan tampang sendiri juga ga banyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *