Want to quit my job
Monologue

Yakin Mau Resign?

Beberapa hari lalu aku menerima pesan di grup whatsapp dari teman mainku yang Isinya tentang curhatan dia yang merasa sudah tidak tahan lagi dengan lingkungan kantornya.

Kami selalu punya agenda nongkrong setelah gajian setiap bulan dan kurasa sangat jarang mendengar dia mengeluh tentang pekerjaannya. Yang ada aku yang suka ngeluh. Walau dia selalu mengatakan akan resign, kukira tidak akan dadakan seperti itu.

Dalam pesan yang bertaburan emoji nangis, dia menceritakan secara singkat alasan dia ingin resign, yakni karena sudah menyerah menghadapi lingkungan kantornya. Bahkan dia berkata keesokan harinya akan langsung memberikan surat resign. Artinya November ini akan menjadi bulan terakhir dia bekerja.

Aku dan teman penghuni grup tetap memberikan support kepadanya. Apapun keputusan yang diambilnya kami akan dengan senang hati menyemangatinya. Kami tidak mungkin juga melarangnya karena itu hidupnya sendiri termasuk pilihannya bila ingin mengundurkan diri di saat kondisi pandemic begini.

Nah, dua hari kemudian dia memberikan kabar bahwa dia baru akan memberikan surat resign pada awal Desember nanti. Katanya dia masih ingin punya tanggung jawab memberikan laporan closing tahunan dan juga sekalian menunggu pekerjaan yang baru dari temannya.

Well, kelihatannya temanku ini malah menunda-nunda untuk resign. Aku tahu dia masih punya cicilan bulanan yang harus dibayar, mungkin pertimbangan itu yang bikin dia jadi setengah hati dengan pilihan sendiri. Berat juga bila ingin resign tapi ada cicilan yang harus dibayar.

Baiknya sebelum resign pertimbangkan rencana ke depan apakah sudah benar-benar yakin resign dengan persiapan yang matang atau hanya karena merasa terlalu capek dengan tuntutan tekanan di kantor.

Barangkali faktor stress dan keseringan makan hati ulah orang-orang toxic di kantor, Lingkungan yang sangat tidak sehat memang sebaiknya harus cepat resign agar tidak terlalu dalam memberikan efek negatif pada diri sendiri. Lain halnya if you feel bad after messing up at work, tenang bukan cuma kamu saja yang merasakannya, hampir semua orang pasti pernah.

Kalau menurutku, resign merupakan keputusan yang sangat baik untuk kita semua karena you know, it’s just a job, not your life. Namun alangkah bijaknya jika kita pertimbangkan lagi bagaimana hidup kita selanjutnya jika sudah yakin mau resign. Mestinya kita sudah harus tahu apa langkah ke depan yang akan kita ambil sebelum beneran resign.

Aku sendiri pun pasti akan resign dalam waktu dekat ini. Tapi aku tidak akan gegabah karena aku masih memikiran langkah berikutnya agar tidak jadi pengangguran. Kalian pasti tahu gimana sulitnya cari kerja dalam kondisi sekarang.

Lagipula, aku sudah pernah resign dari pekerjaan sebelumnya. Jadi menurutku resign adalah keputusan yang sangat baik jika kalian telah persiapkan tujuan yang jelas sebelum memutuskan untuk resign.

Aku mengerti sekali dia ingin segera keluar dari lingkungan yang sangat tidak menyenangkan dan tidak menyehatkan itu. Tapi yang sangat disayangkan dia harus masih bertahan sedikit lebih lama selagi menunggu pekerjaan baru.

But if I were in her position, I still decided to quit. Kenapa? Karena menurutku alangkah baiknya jika resign terlebih dahulu dan secepatnya terbebas dari stress akibat lingkungan kantor yang toxic dan kemudian fokus mencari pekerjaan yang lebih baik sekalipun itu tidak mudah.

Bukankah di balik semua pilihan yang pasti akan memiliki implikasi yang berbeda jika kita memilihnya. Jadi gimana, kamu udah yakin mau resign?

4 Comments

  • Novi

    Pengalaman temennya sama seperti yg sedang saya alami saat ini. Dari setahun yg lalu ingin resign, tp akhirnya baru tahun ini memantapkannya. Namun, keraguan ttg resign dari pekerjaan skrg sering kali muncul. Setelah membaca artikel ini, saya mendapatkan sedikit pencerahan. Terima kasih sudah berbagi cerita :))))

    • Ichaasa

      waduh, lama banget mikirnya sampai satu tahun. ntar kebanyakan mikir kak dari pada actionnya! yok resign. jangan takut. tapi jangan lupa dengan persiapan yang matang dan sudah tahu langkah selanjutnya apa. semangat^^

  • Tika Insani

    Emang sih Mba, ini bener banget. Resign tuh banyak banget faktor yang harus dipikirkan terkhususnya sih tentang kelanjutan hidup selanjutnya. Apakah sudah ada gantinya? Bisa nutupin untuk hidup dan pritilannya kah? Ya seperti Mba bilang, sekarang ini masa-masa sulit cari kerja, dapat gaji full saja dari kantor harus disyukuri.

    Tapi memang lingkungan yang toxic itu bahaya banget, lebih bikin stress dibandingkan stress karena kerjaan numpuk. Ada temen juga nih yang ngerasain lingkungannya udah terlalu toxic dan saatnya keluar, tapi masih berpikir logis karena nyari kerjaan emang lagi susah-susahnya…

    • Ichaasa

      Iya mbak. Bener banget. Serba salah jadinya. Semoga kita semua bia resign dan bisa dapetin lingkungan kerja yg nyaman dan juga mendukung satu sama lain ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *