Monologue

Your Expectation is Too High From Your Real Life

If you find yourself always being let down, the therapist says you should re-calibrate your expectations in this specific way.


Expectation atau ekspestasi adalah suatu harapan atau keyakinan yang di harapkan akan menjadi kenyataan di masa depan. Intinya, adalah sesuatu atau harapan yang kita inginkan terjadi.
 
Aku memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap diri sendiri dan pada orang lain. Hasilnya? Sering kali membuat kita kecewa. Mengapa? Karena ya, kita terlalu berharap pada hal-hal yang sebenarnya tidak seharusnya kita pikirkan atau kita harapkan.
 
Aku mencoba berhenti untuk memiliki ekspektasi tinggi kepada orang lain bahkan juga kepada diri sendiri. Karena itu sungguh akan membuat kita semakin jatuh dan merasa lelah. Contohnya, aku selalu memiliki ekspektasi yang tinggi ketika aku bekerja nanti. Tapi apa, setelah aku bekerja, realita jauh dari ekspektasi yang selalu aku pikirkan saat aku kuliah dulu. Bahkan aku sempat berpikir, ekspektasiku yang terlalu tinggi atau ini lah dunia yang sesungguhnya?
 

Semakin beranjak dewasa, semakin aku menyadari bahwa, yang membuat kita kecewa bukanlah orang lain atau siapun, melainkan ‘my owm expectation’.

 
Kita memiliki harapan-harapan untuk selalu terwujud dan berakhir dengan bahagia. Padahal semua itu belum tentu baik untuk kedepannya. Orang lain selalu berpikir bahwa bahagia adalah dengan cara tertawa dan tersenyum,  sedangkan menangis dan sedih adalah rasa kecewa. Tetapi, kadang kala berlaku kebalikannya. Saat aku menyelesaikan kuliah dan melewati ujian kompre lalu dinyatakan lulus aku sangat bahagia sampai aku menangis. Lalu, ketika aku merasakan kecewa yang sangat dalam, aku hanya bisa tersenyum getir.

Saat berekspektasi, pasti kita menginginkan hal-hal yang hebat, bahkan di luar kemampuan yang kita miliki. Namun, bila ekspektasi kita tidak terjadi atau tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kita hanya merasa kecewa dan mungkin menangis tanpa pernah tahu apa alasannya. Kita merasa sedih dan kecewa kepada diri sendiri atau kepada orang lain, karena ekspektasi kita yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan yang terjadi di kehidupan nyata. Padahal, tidak ada yang salah memiliki ekspektasi. Semua hanya terjadi sesuai dengan rencana tuhan yang pastinya memiliki kebaikan untuk kita semua.
 

Aku hanya ingin sedikit berbagi di tulisan ini, karena ini semua pengalaman yang aku alami. Di mana, ketika aku menempatkan ekspektasi yang terlalu tinggi aku hanya mendapatkan kekecewaan yang sangat dalam dan membuat hatiku tersayat luka. Tetapi, melalui ekspektasi juga aku mendapatkan banyak hal baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *